Anda Mau Penghasilan 20 Juta Perbulan?

~lama banget ga update blog ini. pemanasan dulu ah

penghasilan 20 juta

Mau Penghasilan 20 Juta? Kerja!

Memangnya ada penghasilan banyak tanpa bekerja? Konon, pemilik tuyul saja, meskipun tuyul yang carikan uangnya, dia tetap harus usaha memelihara tuyul tsb. Tentu kita tidak mau dapat rezeki lewat perantara tuyul, ga halal dan ga barakah.

Tapi yang namanya hasil tidak akan didapat tanpa usaha. Penghasilan jutaan tidak akan diperoleh dengan bertopang dagu. Meskipun jaman sekarang penghasilan jutaan bisa dihasilkan sambil rebahan. Iya! tapi rebahannya sambil pegang gadget dan menjalankan online marketing.

Duh, ko susah amat mau jadi orang kaya? Eits, susah dan gampang itu relatif, tapi yang pasti, kesuksesan akan datang bagi mereka yang mau usaha. Jualan kaos, jadi reseller afrakids, itu juga bagian dari usaha (hehe).

Ingat Qur’an surat Ar-Ra’d ayat 11. ….إِنَّ اللَّهَ لا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ …. artinya: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ”.

Bismillah. Sama-sama semangat jemput rezeki yuk!

Jadi reseller kaos anak muslim afrakids, bisa dibuka di sini Peluang Usaha Untuk Ibu Rumah Tangga

Advertisements

[CatharRamadan] Adakah Ayat Go Green Dalam Qur’an?

Saya baru tahu bahwa ada juga ternyata hari internasional macam ini. Hari ini, 3 Juli adalah international plastic bag free day, alias hari tanpa kantong plastik sedunia.

Qadarullah tadi siang ngobrol  dengan seorang reseller tadi siang tentang kantong plastik. Seperti yang sudah diketahui bersama (haha) saya ini agen kaos anak muslim afrakids. Nah, kl dari afrakids pusat setiap pembelian kaos akan mendapatkan 1 kantong plastik. Berhubung saya tidak menggunakan kantong dengan perbandingan sebanyak itu, kantong plastik afrakids menumpuk di rumah. Kantong tahun kemarin saja belum habis, sudah dapat kantong baru.

image

Lama kelamaan saya sadar, ini apa-apaan sih, pemborosan plastik banget, kami kan sebagian besar jualan online, rasanya tidak perlu kantong plastik sebanyak ini. Akhirnya saya coba mewacanakan di grup untuk pengurangan jatah kantong plastik ini, karena toh belum tentu orang pakai 1 plastik untuk 1 kaos, apalagi  sebenarnya 1 plastik cukup untuk 4 kaos. Ditambah lagi kalau kami kirim dropship, kaos langsung dikirim ke end user, untuk apa dia dikasih kantong kl kaosnya diterima di rumah? Tapi tanggapan agen beda-beda, ada yang setuju, ada yang menolak, banyak yang diam aja. Yaudah, dari dulu gaining commitment saya emang jelek, hehe, yang penting dari diri sendiri saja lah.

Sudah lama saya kl order kaos ke pusat, bilang ke adminnya “mba, ga usah dikasih shopping bag”. Alhamdulillah akhir-akhir ini udah ga bilang gitu lagi, orang yang packing mengerti, orderan saya ga pernah dikasih kantong plastik lagi. Yeay!

Kalaupun ga bisa memengaruhi agen lain, saya pengaruhi reseller sendiri. Maksa juga sih, hehe. Sekarang belum bisa 100% free plastic bag, tapi dikurangi aja, ga dikasih 1:1. Kadang juga lupa ga dikasih, reseller protes, ko ga dikasih plastik? saya jawab aja, yang kemarin juga belum habis kan? dia jawab “iya sih”. Untungnya afrakids pakai kantong plastik yang lebih cepat terurai dari kenangan masa lalu kamu, haha. Plastiknya terurai dalam 2 tahun katanya, eh kamu udah bertahun2 belum move on juga.

Soal kantong plastik ini memang bikin geregetan kl orang Indonesia ya, soalnya belum terbiasa. Saya akhirnya mulai dari lingkungan terdekat aja, ke ibu misalnya. Kalau antar belanja, saya bawakan goodie bag, sambil diingatkan ga usah minta kantong plastik. Ke reseller sendiri. Atau ke agen yang titip belanja ke saya. Saya bilang aja “aku minta shopping bag ya ke pusat, diet kantong plastik.”

Entah kenapa kl alasannya go green orang lebih cepat menangkap dan menerima. Padahal sebenarnya gagasan menjaga lingkungan dan tidak berbuat kerusakan sudah disampaikan dalam Qur’an 1400an tahun lalu. Jadi sejatinya meminimalkan kerusakan lingkungan dengan membatasi penggunaan kantong plastik adalah bagian dari pengamalan Qur’an.

Al-Baqarah (2): 205

“Dan apabila ia berpaling (dari mukamu), ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kebinasaan”

Rasulullah bersabda:
“Tidak seorang muslim pun yang menanam tanaman atau menaburkan benih, kemudian dimakan oleh burung atau manusia, melainkan dia itu baginya merupakan sedekah.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Kl kamu setuju dengan saya, daftar jadi reseller afrakids saya yuk? hahaha #ujungujungnyadagang

[NulisRandomDay9] Babi, Kenalan Yuk!

Beberapa waktu lalu di Facebook ada yang share sebuah acara unik. Acara seminar (atau workshop gitu) tentang mengenali daging babi. Acara ini ditujukan untuk ibu-ibu muslim biar bisa membedakan mana daging babi dan mana daging sapi. Sehingga tidak kecolongan makan makanan haram (dalam hal ini babi) karena ketidaktahuan.

Baru kali itu saya lihat ada acara macam ini. Kalau dilihat dari manfaat, besar banget. Sayangnya waktunya ga cocok dan saya ga pernah masak jadi saya merasa ga perlu ikutan (keputusan oon yang sekarang saya sesali). Yang share bilang, dia bersyukur ibunya pernah beli daging babi dan kemudian mengajak anaknya mengobservasi dan mengenalinya. Di masa dan tempat kaya Indonesia yang pedagang sering tidak jujur dan mengoplos daging sapi ini, keterampilan macam itu perlu banget.

Barusan di sebuah grup yang saya ikuti ada ibu-ibu share foto sop sapi yang menurutnya warnanya tidak biasa dan dia ragu kalau itu sapi. Dia bertanya pada segenap penghuni grup bagaimana cara mengenali daging babi. Komentar yang masuk menarik sekali. Beberapa kawan Kristen yang suka makan babi berbagi ilmunya, mereka memberi tahu bahwa daging babi setelah dimasak berwarna putih, pucat dan baunya sangat berbeda dengan daging sapi. Lalu tersisalah saya yang tetap bingung, emang bau daging sapi gimana? Trus bau daging babi gimana? #tepokjidat

Urusan halal haram memang perlu concern. Saya sendiri suka khawatir kalau makan bakso atau bahkan sekadar nasi goreng. Kalau bakso takut daging oplosan, kalau nasi goreng takut pakai angciu. Repot lagi kalau menginap atau makan di hotel. Biasanya saya tidak berani makan tumisan (khawatir pakai angciu) dan cake (khawatir pakai rhum). Saya pilih makan rebusan atau masakan Indonesia. Ada teman yang punya teman Kristen yang pandai mengenali mana makanan yang dimasak pakai wine, rhum, dan angciu. Jadi kawan Kristen ini selalu jadi tester sebelum dia makan. Enak banget kan?

Karena kita kenal makanya bisa lebih mudah menghindari. Caranya perkenalan tentu saja bukan dengan mencicip. Mungkin dengan workshop macam tadi.

Membaca obrolan di grup tentang daging yang dicurigai babi tadi membuat saya menyesal. Dulu di kantor ada teman suka makan babi, kenapa ga saya coba cium baunya dan lihat dagingnya ya, jadi saya bisa kenal, oh, itu yang namanya babi.

Ada yang bisa share cara mengenali babi, rhum, angciu, dll? Bikin workshop buat ibu-ibu pengajian bisa jadi amal soleh nih.

[NulisRandomDay8] Karni Ilyas vs Andi Noya Menang Siapa?

Saya masih ingat di satu episode ILC -yang langka saya tonton- ada pemirsa mengkritik Karni Ilyas. Dia bilang, kenapa sih Karni bikin acara yang seperti itu, kenapa tidak seperti Andy Noya dengan program Kick Andy nya. Menurut si pemirsa tsb Kick Andy lebih bermanfaat dan inspiratif ketimbang ILC, sehingga dia menyarankan lebih baik Karni membuat program serupa saja.

Saya lupa bagaimana persisnya jawaban Karni Ilyas, yang saya ingat adalah saya suka sekali jawabannya. Hehe. Intinya dia bilang biarlah Andy Noya punya  program Kick Andy dan dia punya program ILC, ga bisa semua program seragam menjadi semacam Kick Andy semua, masing-masing orang punya caranya sendiri.

Saya sendiri juga ga suka ILC, tapi saya sependapat dengan beliau. Bayangkan jika semua stasiun TV hanya menayangkan kick Andy dan sejenisnya sepanjang hari sepanjang tahun, manfaat?

Pada hemat saya, kadang kita suka terjebak dengan hal-hal demikian. Menganggap yang ini manfaat, yang lain tidak, yang ini kontributif yang lain tidak, dst. Padahal tiap orang mungkin berjuang dengan metodenya masing-masing.

Ada yang menganggap, mahasiswa yang baik itu yang IPK bagus, ikut lomba keluar negeri, pulang bawa medali. Sementara mahasiswa yang turun ke jalan dan mendemo pemerintah, hanya berbuat kerusakan saja. Padahal sejatinya keduanya berjuang. Ada yang pikir berkarya itu yang mengajar di pelosok, yang lain pikir yang mengabdi itu yang jadi tentara di perbatasan, padahal ada mereka yang duduk di ruang ber-AC perkotaan mampu membuka lapangan usaha untuk masyarakat miskin. Ada yang menganggap kelompok yang menginisiasi gerakan sosial adalah yang paling gagah, padahal ada pula politisi di ruang dewan sedang berjibaku memperjuangkan undang-undang yang membawa maslahat untuk umat.

Allah sendiri membuat 8 pintu surga untuk 8 spesialisasi amal. Yang unggul puasa, masuk surga lewat pintu puasa. Yang berjihad dipanggil pintu jihad. Saya yakin, di surga nanti mujahid ahli surga ga akan songong bilang “heh, badan lo mulus ga ada tebasan pedang, orang kaya lo ko bisa masuk surga?” di depan ahli surga dari pintu taubat. Tidak akan ada yang seperti itu.

Jadi, janganlah merasa paling kontributif sendiri. Atau kalaupun tidak, janganlah mengecilkan amal orang lain, karena kita tidak tahu. Bahkan, ketika ada orang yang tidak jadi pengusaha yang memberdayakan umat, tidak mendidik generasi, tidak pergi ke penjuru negeri untuk berbagi, kerjanya hanya di rumah, dari lahir sampai dewasa tidak pernah pisah dari orang tua. Bisa jadi di rumahnya ia sedang merawat orang tuanya yang sudah renta, sesungguhnya ia sedang mengetuk pintu surganya sendiri.

ALLAHUa’lam

[NulisRandomDay1] Kepo Bikin Mark Zuckerberg Tambah Kaya

Kepo

Indonesian slang, which is comes from Hokkien language (usually used by some communities in Medan, Palembang, and Pekanbaru) and then become a loanwords in Singlish (Singaporean-English)”Kaypoh” which means “really curious” defines a condition when a person is wanna know about everything.

Yet Kepo stands for “Knowing Every Particular Object”, defines the same like what “Kaypoh” means.

It’s a different language, but has the same definition at the same time.

Entah atas dasar apa awalnya yang membuat saya meyakini bahwa sepanjang orang Indonesia masih memiliki kepo yang tinggi, social media akan terus banyak digunakan. Saya semakin menyadarinya ketika berita online banyak membicarakan isi social media orang yang baru meninggal dalam sebuah tragedi.

Sebut saja korban pesawat Air Asia yang jatuh. Di berita online dibahas tentang foto yang diunggah seorang pramugari di IG nya beberapa hari sebelum meninggal. Atau cerita korban lainnya yang didapat dari social media.

Sayapun begitu. Ketika mendengar kabar mahasiswa UI meninggal tertabrak kereta, saya (yang sebelumnya padahal tidak tahu siapa anak itu) mengunjungi Facebooknya dan mencoba menelusur timelinenya sebelum meninggal. Masih mending ini anak UI, bahkan saya pernah menelusur twitter seseorang yang saya tahu baru saja meninggal karena tabrakan motor di Kaliurang, tidak kenal, bukan kerabat, pun bukan satu almamater. Kepo, mungkin itu alasan utamanya.

Tapi saya pikir, yang begini bukan saya doang, melainkan juga orang Indonesia kebanyakan. Mohon maaf kalau saya jadi songong men-generalisir. Ah, siapa di sini yang sempat lihat-lihat akun twitter tatta chubby setelah dengar berita pembunuhannya? Pasti banyak, hehe. Alasannya? Kepo!

Apa sarana yang bisa digunakan untuk memenuhi nafsu kepo kita tentang hidup orang lain? Yang paling gampang adalah social media. Makanya tadi saya bilang di awal, selama kepo masih ada, social media akan terus dibuka.

Akhir-akhir ini saya juga sedang kepo lagi di instagram. Setelah dulu sempat kepo dengan akun Bu Ani karena pengen lihat Bu Ani marah-marah dan Ibas yang selalu pakai lengan panjang. Haha. Kali ini saya kepo terhadap seorang seleb karena melihat berita online. Isi beritanya adalah si seleb habis marah-marah di instagram dan bilang mau berhenti pakai IG lagi, tapi keesokan harinya dia mengunggah foto di IGnya.

Sungguh berita tidak penting yang sukses membangunkan kekepoan saya. Lalu apa yang saya dapat dari kekepoan ini? Hanya kuota yang berkurang, waktu sia-sia, serta ingatan soal mania dan lithium.

Dari tadi pikiran saya terganggu dengan sebuah pertanyaan “trus apa yang ingin lo sampaikan dengan tulisan ini Ludi? Apa pelajaran yang ingin lo bagi?” Sayangnya saya juga tidak bisa jawab.

Well, ini memang tulisan geje, anggaplah pemanasan untuk memulai challenge 30 hari menulis random yang dimulai hari ini. Selamat menjaga kekepoan terhadap note Facebook saya selama sebulan ke depan untuk dapat tulisan random setiap harinya. Hehehe.

#KoJadiGeje
#Biarin

Ps: apakah ada yang ngeh apa yang beda dengan tulisan saya biasanya? 

Pengguna Cerdas Telepon Cerdas

dulu, waktu awal punya android, saya suka ditanya arah kiblat kl mau solat di tempat asing oleh teman2. karena saya punya aplikasinya. lalu ada orang lain yang punya henpon sama dan dia tanya arah kiblat, teman saya heran “Ludi, dia henpon nya sama kaya kamu, tapi dia ko malah nanya ke aku arah kiblat?!”

begitulah. ini henpon bisa install banyak aplikasi canggih sebenarnya. tapi ga semua pengguna nya memanfaatkan kecanggihan tsb.

berikut saya mau share aplikasi android yang biasa ada, perlu ada, sampai yang saya heran ko bisa ada. berdasarkan pengalaman saya doang. jadi yang punya pengalaman lebih banyak, sharing yaaa

– socmed dan chat. ini biasa ada. buat apaan android kl gada socmed dan chatnya?

– BBM 2. aplikasi chat yang rada spesial. karena aplikasi ini memungkinkan kita punya 2 pin BBM dalam 1 henpon. sekarang saya pakai. karena BBM yang 1 khusus jualan. 1 lagi bukan buat jualan

– color note. saya bisa dibilang tergila2 dengan aplikasi ini. karena maunya android bisa mengefisienkan banyak hal.

sejak punya android, saya kl ngaji, dengar ceramah, rapat, dll jarang bawa buku. hehe. catatan semua diketik di color note. karena walaupun henpon hilang, note nya ga hilang. ga cuma note, dia juga bisa untuk bikin to do list dan dimasukkan ke kalender.

tulisan di blog, caption foto, note fb, biasanya diketik di color note sebelum diunggah. (dan ngetiknya alhamdulillah jadi bisa sambil rebahan, hehe)

enaknya note ini juga bisa di-search. misal saya bikin catatan resep pempek dan mau cari diantara ratusan note itu, tinggal search aja “pempek”, lalu ketemu. bayangkan kl catatan nya di buku tulis, gimana nyarinya? 

– WP office buat open dan edit dokumen, excel, ppt. ini penting banget ada biar bisa “ngetik” di henpon. dengan aplikasi ini, laptop jadi jauh berkurang tugasnya

– photogrid. photo editor buat bikin kolase, tambah text, kasih lope-lope, atau bikin meme.

– snapseed. photo editor buat photography. saya suka kagum sama hasil jepretan orang di instagram. ternyata poto cakep banget gitu banyak yang dibantu sama photo editor asal jago main ambience, contrast, dll. yang penting angle sama timing. sisanya serahkan pada snapseed. haha *lalu disambit photographer*

– Qur’an, Qur’an dan terjemah. al matsurat. ngaji jadi bisa di mana aja, ada Qur’an di henpon.

– dictionary dan kbbi. dictionary hampir selalu ada, berhubung ga jago bahasa enggres, saya mah sering banget pakai aplikasi ini.

– timehop. cocok buat yang menggilai kenangan, macam saya.

– toefl ibt preparation dan test your English. ada masa-masa dalam hidup ini, ketika lagi gada kerjaan, atau di kendaraan, saya ngerjain soal2 bahasa Inggris. bahkan sampai kecanduan. test your English ini ada levelnya, dulu saya pakai yang beginner (apa elementary ya?) lalu dicopot, sekarang pakai yang level intermediate. dulu beginner aja nilainya jelek, apalagi sekarang intermediate? dapat zona kuning merah mulu. heu.

– tubemate. dapat ini lewat pencarian panjang *lebay* akhirnya dapat juga aplikasi android yang enak buat download YouTube. penting kl lagi sugih kuota dan bermandikan sinyal HSDPA.

– my calendar. penting banget ini buat catatan woman period.

– ibadah evaluation. kl bahasa kitanya lembar mutaba’ah. takjub juga ada aplikasi ginian di android. bagi yang butuh catatan untuk menghisab diri sendiri, bisa pakai aplikasi ini. item ibadah yang dicatatnya  bisa ditambah dan target bisa kita atur sendiri. kl rutin diisi akan terlihat ibadah kita yazid apa yanqush, ada grafiknya soalnya.

– clipper. sebenarnya untuk menyimpan note juga. tapi clipper sangat membantu saya menyimpan note dengan rapi karena bisa dipisahkan dalam folder-folder. meskipun gabisa searching keyword, berhubung penyimpanan dalam folder spesifik dan tiap catatan dikasih judul, pencarian tetap mudah.

– raja ongkir. ini membantu untuk urusan dagang online. aplikasi ini bisa mengecek tarif pengiriman via ESL, JNE, tiki, POS, dan RPX sekaligus. kl saya sih yes, gatau kl mas anang

– prayer times. ini yang tadi dibilang di awal. buat cek waktu solat dan arah kiblat. dulu saya sempat tinggal di bukan Jakarta dan tak terdengar suara azan. jadi aplikasi ini perlu, terutama ngecek azan maghrib bulan Ramadan. hehe

– RAR for android. sejak punya ini, makin kurang lagi kepentingan laptop. karena file RAR jadi bisa dibuka di henpon

– Glasgow Coma scale. ini buat tenaga kesehatan yang masih belajar. buat menghitung tingkat kesadaran. sempat punya, karena masih belajar. sekarang udah dihapus, bukan karena udah pintar, tapi karena berhenti belajar. takjub aja ada aplikasi ginian

– buku saku dokter. aplikasi lumayan lengkap buat tenaga kesehatan.

– anatomy guide. human anatomy. pernah install waktu training paramedic. begitu training selesai, hapus. haha.

– task & to do list. sempat lama pakai aplikasi ini. agenda yang sudah dimasukkan, kl ga sempat dikerjakan bisa di-reschedule. trus kl sudah waktunya, akan dikasih reminder. enak sih buat organizer. yang bikin tambah suka adalah tiap pagi akan diminta mengecek agenda hari itu, mana yang untuk today mana yang mau dijadikan tomorrow dll. setelah selesai merapikan, akan ada pesan yang muncul dan setiap hari pesannya ganti, positif semua.  suka. yang paling saya ingat pesan “make it happen”, cocok buat eike yang suka berencana tapi tidak dibuat nyata. huh hah. sekarang udah dihapus sih, kepenuhan, dan to do list bisa dibuat di aplikasi lain.

– link 2 SD. ini aplikasi khusus kl henpon android sudah di-root. setelah diroot, aplikasi yang awalnya hanya bisa disimpan di internal memory, jadi bisa pindah ke SD CARD. membantu banget buat orang yang punya internal memory kecil, tapi kebutuhan banyak. saya dulu pakai, sekarang ga. soalnya henpon yang sekarang tanpa rooting pun bisa. yeay!

itu aplikasi yang pernah atau masih ada selama punya android. aplikasi yang dibahas cuma yang agak beda aja dengan aplikasi kebanyakan. semoga menginspirasi ya *ngarep*

*diketik pakai android berukuran 4 inci, dengan 1 jempol, menggunakan color note*
*harusnya developer color note bayar nih*

Agar Semua Orang Bisa Terbang

kejadian kecelakaan pesawat Air Asia pekan lalu memberi banyak berita yang sampai di telinga kita. mulai dari kronologi hilangnya pesawat, kisah pencarian, kisah para korban, tidak empatinya beberapa netizen, dan akhir-akhir ini, kemarahan si menteri perhubungan. beritanya mulai dari yang penting sampai yang tidak, dari yang informatif sampai mengganggu kenyamanan. tapi kali ini yang ingin saya bahas adalah komentar seorang netizen yang sama sekali tidak empati.

beredar di sebuah jejaring sosial, ada pria menulis bahwa dia berharap semua pesawat-pesawat murah jatuh saja sehingga hanya ada satu maskapai favorit dia yang mengudara, Garuda Indonesia. saya terganggu baca ocehan macam itu, karena bagi saya maskapai murah sangat membantu orang dengan budget terbatas yang ingin berpergian, seperti saya. orang ini, dengan sombongnya hanya mau naik GI dan berharap pesawat lain jatuh semua, mungkin tidak tahu asbabun nuzul Tony Fernandes membuat low-cost airline, Air Asia.

beberapa tahun lalu saya menonton sebuah tayangan dokumentasi di TV tentang Tony Fernandes (lupa program apa judulnya). di situ diceritakan kejadian apa yang membuat Tony Fernandes bermimpi memiliki maskapai dengan harga yang murah. sayang, sekarang saya Googling tidak ketemu artikel yang menguatkan. jadi terpaksa saya bercerita sesuai dengan ingatan saja, mohon dikoreksi jika salah.

Fernandes lahir di Kuala Lumpur tahun 1964 dari ayah India dan campuran Portugis-Asia. Pada usia 12 tahun, dia bersekolah di Epsom College, boarding school di Inggris. suatu hari ketika dia sedang bersekolah di Inggris, kabar duka datang, ibu Tony Fernandes di Malaysia meninggal. Continue reading

Menteri Menghapus Doa?

“Saat ini kita sedang menyusun, tatib soal aktivitas ini, bagaimana memulai dan menutup sekolah, termasuk soal doa yang memang menimbulkan masalah”

Bagaimana reaksi anda ketika baca kalimat di atas? Banting meja! Apa-apaan ini, mana ada doa yang menimbulkan masalah? Saya juga marah ko kalau cuma baca sampai di situ. Doa ko dibilang menimbulkan masalah, padahal kata Nabi saw doa itu intinya ibadah. cmiiw.

Tapi coba deh lihat kalimat-kalimat berikutnya.

“Anies mengatakan hal itu menjawab pertanyaan tentang adanya keluhan sejumlah orangtua murid terhadap tata cara dominan agama tertentu dalam proses belajar mengajar.”

What?! cara dominan agama tertentu? *banting meja lagi* Di situ ga ditulis agama apa, orangtua muridnya juga ga dibahas beragama apa. Tapi kita udah berasumsi, ini pasti maksudnya cara Islam deh. Jadi mau dihapus doa secara Islam gitu?

Sebutlah, iya itu emang doa sebelum dan sesudah belajar cara Islam yang membuat siswa pemeluk agama lain ga nyaman. Apa perlu dihapus?

Adakah di sini yang pernah berdoa bersama sementara pemimpin doanya membimbing kita ikutan doa dia dan dia agamanya beda? Saya pernah. Saya pernah ada di situasi doa bersama, doanya dipimpin sama teman saya kristen. Sepanjang doa saya ga nyaman, tiap dia menyebut Tuhannya hati saya gemuruh, “ih itu kan Tuhan dia, bukan gue”. Serba salah, bilang amin ga mungkin, berdoa sendiri dalam hati ga bisa konsen. Nah, saya pikir, ini juga yang dirasakan sama teman-teman agama lain kalau doanya cara Islam. Kalau kita membuat orang agama lain mengikuti doa kita, toleran ga?

Lalu ada yang bilang, Islam kan mayoritas, yang agama lain mestinya ikut aja lah. Kalau ga suka, pindah sekolah sana!

Hei! Atas nama mayoritas, apakah ini bisa diberlakukan? Bagaimana kalau di daerah yang muslimnya minoritas? Jangan standar ganda loh ya.

Saya juga punya cerita, 2 teman saya yang pernah mengajar di daerah kristen, doanya di sekolah dengan cara kristen, padahal ada murid Islamnya. Apakah kita rela? Atau di Bali, doanya pakai cara hindu, tanpa pandang ada siswa muslim. Boleh? Maka, kalau begini, bukankah lebih baik ada aturan yang menjamin kebebasan tiap siswa untuk beribadah sesuai agamanya tanpa memandang mayoritas atau minoritas?

Di berita juga dikutip kata Pak Anies “Sesuai dengan asas pemerintah menjamin kemerdekaan beragama di Indonesia, sekolah seharusnya memberikan kesetaraan bagi penganut agama lainnya.” Siapa ya yang ga setuju ini? Saya sih setuju banget. Justru dengan ini saya berbahagia, kemerdekaan beragama di sekolah.

Daripada banting meja, saya malah berpikir untuk memanfaatkan momen ini. Kalau Pak Anies saja mau mendengarkan orang tua yang tidak nyaman anaknya didominasi agama tertentu, maka kita juga bisa minta Pak Anies untuk menjamin kebebasan muslim untuk menjalankan Islam. Jadi kalau non-muslim dibebaskan dari mengikuti ritual muslim sebagai bentuk pemahaman Ketuhanan yg Maha Esa, maka seharusnya muslim juga tidak boleh dipaksa untuk mengikuti ritual agama lain. Satu lagi nih, berarti ini kesempatan kita untuk meminta Pak Anies untuk membuat aturan dibolehkannya siswi muslim di Bali untuk berhijab dan menindak yang melarangnya.

~kalau perlu, kita minta Pak Anies menasihati kawan sesama menterinya, Menteri Tenaga Kerja, untuk “menjewer” pengusaha yang memaksa karyawan muslimnya pakai atribut natal, hehe

mari ditanggapi, dengan kepala dingin ya 🙂