[NulisRandomDay1] Kepo Bikin Mark Zuckerberg Tambah Kaya

Kepo

Indonesian slang, which is comes from Hokkien language (usually used by some communities in Medan, Palembang, and Pekanbaru) and then become a loanwords in Singlish (Singaporean-English)”Kaypoh” which means “really curious” defines a condition when a person is wanna know about everything.

Yet Kepo stands for “Knowing Every Particular Object”, defines the same like what “Kaypoh” means.

It’s a different language, but has the same definition at the same time.

Entah atas dasar apa awalnya yang membuat saya meyakini bahwa sepanjang orang Indonesia masih memiliki kepo yang tinggi, social media akan terus banyak digunakan. Saya semakin menyadarinya ketika berita online banyak membicarakan isi social media orang yang baru meninggal dalam sebuah tragedi.

Sebut saja korban pesawat Air Asia yang jatuh. Di berita online dibahas tentang foto yang diunggah seorang pramugari di IG nya beberapa hari sebelum meninggal. Atau cerita korban lainnya yang didapat dari social media.

Sayapun begitu. Ketika mendengar kabar mahasiswa UI meninggal tertabrak kereta, saya (yang sebelumnya padahal tidak tahu siapa anak itu) mengunjungi Facebooknya dan mencoba menelusur timelinenya sebelum meninggal. Masih mending ini anak UI, bahkan saya pernah menelusur twitter seseorang yang saya tahu baru saja meninggal karena tabrakan motor di Kaliurang, tidak kenal, bukan kerabat, pun bukan satu almamater. Kepo, mungkin itu alasan utamanya.

Tapi saya pikir, yang begini bukan saya doang, melainkan juga orang Indonesia kebanyakan. Mohon maaf kalau saya jadi songong men-generalisir. Ah, siapa di sini yang sempat lihat-lihat akun twitter tatta chubby setelah dengar berita pembunuhannya? Pasti banyak, hehe. Alasannya? Kepo!

Apa sarana yang bisa digunakan untuk memenuhi nafsu kepo kita tentang hidup orang lain? Yang paling gampang adalah social media. Makanya tadi saya bilang di awal, selama kepo masih ada, social media akan terus dibuka.

Akhir-akhir ini saya juga sedang kepo lagi di instagram. Setelah dulu sempat kepo dengan akun Bu Ani karena pengen lihat Bu Ani marah-marah dan Ibas yang selalu pakai lengan panjang. Haha. Kali ini saya kepo terhadap seorang seleb karena melihat berita online. Isi beritanya adalah si seleb habis marah-marah di instagram dan bilang mau berhenti pakai IG lagi, tapi keesokan harinya dia mengunggah foto di IGnya.

Sungguh berita tidak penting yang sukses membangunkan kekepoan saya. Lalu apa yang saya dapat dari kekepoan ini? Hanya kuota yang berkurang, waktu sia-sia, serta ingatan soal mania dan lithium.

Dari tadi pikiran saya terganggu dengan sebuah pertanyaan “trus apa yang ingin lo sampaikan dengan tulisan ini Ludi? Apa pelajaran yang ingin lo bagi?” Sayangnya saya juga tidak bisa jawab.

Well, ini memang tulisan geje, anggaplah pemanasan untuk memulai challenge 30 hari menulis random yang dimulai hari ini. Selamat menjaga kekepoan terhadap note Facebook saya selama sebulan ke depan untuk dapat tulisan random setiap harinya. Hehehe.

#KoJadiGeje
#Biarin

Ps: apakah ada yang ngeh apa yang beda dengan tulisan saya biasanya? 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s