[NulisRandomDay9] Babi, Kenalan Yuk!

Beberapa waktu lalu di Facebook ada yang share sebuah acara unik. Acara seminar (atau workshop gitu) tentang mengenali daging babi. Acara ini ditujukan untuk ibu-ibu muslim biar bisa membedakan mana daging babi dan mana daging sapi. Sehingga tidak kecolongan makan makanan haram (dalam hal ini babi) karena ketidaktahuan.

Baru kali itu saya lihat ada acara macam ini. Kalau dilihat dari manfaat, besar banget. Sayangnya waktunya ga cocok dan saya ga pernah masak jadi saya merasa ga perlu ikutan (keputusan oon yang sekarang saya sesali). Yang share bilang, dia bersyukur ibunya pernah beli daging babi dan kemudian mengajak anaknya mengobservasi dan mengenalinya. Di masa dan tempat kaya Indonesia yang pedagang sering tidak jujur dan mengoplos daging sapi ini, keterampilan macam itu perlu banget.

Barusan di sebuah grup yang saya ikuti ada ibu-ibu share foto sop sapi yang menurutnya warnanya tidak biasa dan dia ragu kalau itu sapi. Dia bertanya pada segenap penghuni grup bagaimana cara mengenali daging babi. Komentar yang masuk menarik sekali. Beberapa kawan Kristen yang suka makan babi berbagi ilmunya, mereka memberi tahu bahwa daging babi setelah dimasak berwarna putih, pucat dan baunya sangat berbeda dengan daging sapi. Lalu tersisalah saya yang tetap bingung, emang bau daging sapi gimana? Trus bau daging babi gimana? #tepokjidat

Urusan halal haram memang perlu concern. Saya sendiri suka khawatir kalau makan bakso atau bahkan sekadar nasi goreng. Kalau bakso takut daging oplosan, kalau nasi goreng takut pakai angciu. Repot lagi kalau menginap atau makan di hotel. Biasanya saya tidak berani makan tumisan (khawatir pakai angciu) dan cake (khawatir pakai rhum). Saya pilih makan rebusan atau masakan Indonesia. Ada teman yang punya teman Kristen yang pandai mengenali mana makanan yang dimasak pakai wine, rhum, dan angciu. Jadi kawan Kristen ini selalu jadi tester sebelum dia makan. Enak banget kan?

Karena kita kenal makanya bisa lebih mudah menghindari. Caranya perkenalan tentu saja bukan dengan mencicip. Mungkin dengan workshop macam tadi.

Membaca obrolan di grup tentang daging yang dicurigai babi tadi membuat saya menyesal. Dulu di kantor ada teman suka makan babi, kenapa ga saya coba cium baunya dan lihat dagingnya ya, jadi saya bisa kenal, oh, itu yang namanya babi.

Ada yang bisa share cara mengenali babi, rhum, angciu, dll? Bikin workshop buat ibu-ibu pengajian bisa jadi amal soleh nih.

Advertisements