Saking Kangennya Naik Pesawat

Sekedar catatan kebodohan, maaf kalau ga penting. Hehe.

 

“Sampai di mana letak kebodohan dan kecerobohan manusia?”

Jadi ceritanya, sudah beeerhari-hari yang lalu seorang teman mention saya di twitter. Isinya pemberitahuan lomba blog tentang aceh. Di twit itu tertulis deadlinenya 16 februari. Berhubung penyakit prokrastinasi saya masih belum sembuh sampai sekarang, saya santai-santai aja baca pemberitahuan itu. Sambil menunggu deadline datang menjemput saya mikir-mikir mau menulis tentang apa.

Awalnya saya ingin menulis tentang sebuah karakter orang aceh. Karakter unik dan manis. Namun kalau mencermati tujuan lomba yang untuk promosi wisata ke aceh, akhirnya tema itu saya urungkan. Sampai setelah benar-benar tanggal 16 februari saya baru menulis untuk lomba blog ini dan memutuskan untuk menulis cerita salah satu perjalanan wisata saya.

Waktu itu saya baca tulisannya tidak kurang dari 500 kata. Setali tiga uang dengan saya yang suka menulis panjang, sayapun asik bercerita lewat tulisan itu sampai 1000 kata lebih sedikit. Ketika akan di-post, saya baca lagi aturannya, ternyata kurang dari 500 kata. Tidak ada kata tidak di sana. Haha. Jadilah di menit-menit terakhir di tanggal 16 saya penggal tulisan itu menjadi setengahnya dan saya edit-edit sedikit. Sambil ribet mengedit foto sehingga berukuran kecil dengan tujuan ringan jika diupload (juga kepentingan kepemilikan foto).

*pembelaan diri*

*pembelaan diri*

Ketentuan lain yang saya baca adalah mengirimkan email berisi data pribadi dan link tulisan. Kalau deadline blog tanggal 16 pukul 23.55, deadline email tanggal. Dan setelah tanggal 16 menjelang 17 itu saya berjibaku dengan posting blog, saya santai-santai lagi dan tidak bergegas mengirim email karena saya pikir toh masih ada waktu 2 hari *toyor diri sendiri*.

Sampailah pada hari ini, perasaan saya tidak enak karena saya tidak ingat persis email dikirim paling lambat jam berapa. Kemudian saya buka internet dan membuka link lomba itu kembali. Daaan..jreng-jreng…ternyata ketentuannya tidak seperti yang saya sangka! Deadline mengirim email itu tanggal 16 jam 18.00. hahaha. Boro-boro kirim email, sebenarnya posting blog kemarin pun sudah terlambat. Lalalala.

Agak menyesal sedikit sih dengan kebodohan ini. Karena saya sudah sempat berkhayal akan ke aceh lagi (fyi lomba dari hadiah ini adalah akomodasi ke banda aceh selama 3 hari). Tapi penyesalannya tidak terlalu besar karena pertama, kalau cuma ke banda saya tidak terlalu pengen. Hehe. Tempat di aceh yang saya ingin datangi adalah Takengon atau pulau weh (lagi). Kedua, saya juga masih mikir bagaimana izinnya dengan bos untuk tidak masuk kerja nanti. Heu.

Oya, hal yang membuat saya tertarik untuk ikut lomba blog ini adalah predikat sebagai pemenang (hahah) dan naik pesawat. Ya ALLAH..saya kangen banget naik pesawat. Ternyata ada ya kangen jenis ini.

gambar diambil dari http://veronicamariajarski.files.wordpress.com/2012/11/snarketingprofs-deadline.jpg

Advertisements

Di Balik Layar QN ala Pemikirulung

Siapa yang belum tau lomba QN ala Tobie? Atau siapa yang belum tahu kalau saya ikutan lomba QN ala tobie? Atau (yang paling penting) siapa yang belum baca QN ala tobie saya? Hehe.

Saya tidak sedang ingin menjelaskan apa itu QN ala tobie. Lebih lengkapnya berusahalah sendiri dengan membacanya
disini. Saya ingin bercerita tentang pengalaman pribadi saya (tentu saja) dalam mengikuti lomba ini.

Dimulai dari penasaran akhirnya tertarik dengan hadiah yang ditawarkan. Hehe. Akhirnya saya ikutan. Sensasi post QN pertama adalah palpitasi! Hoho. Deg-degan ampun-ampunan euy. Akhirnya setelah QN ke-3 udah bisa tenang pas posting. Tapi tetap saja, sampai posting QN ke-7, QN ala tobie adalah postingan yang membuat saya membaca basmaLLAH berkali-kali sampai postingan itu sukses

Saat memulai QN saya sedang berminat banget nulis tentang kesehatan. Ditambah saya kurang suka membagi memoar terlalu banyak (garis bawah kata terlalu banyak) di MP. Saya juga pecinta kekhasan, saya ingin ada hal yang berbeda di QN tobie saya. Saya ingin QN tobie saya bermanfaat buat pembaca. Akibatnya saya memutuskan untuk menambahkan tema sendiri di QN Tobie saya, yaitu tema kesehatan. Meskipun mungkin tidak sarat dengan ilmu kesehatan atau ilmiah, yang penting bagi saya nyerempet-nyerempet kesana. Ada ilmu yang saya sisipkan di QN ala tobie itu.

Dan sepertinya saat itu saya sedang linglung. Haha. Karena tema QN tobie sendiri adalah kegiatan sehari-hari. Dengan berkomitmen menambahkannya tema kesehatan sungguh itu menyulitkan diri sendiri. Ada berapa banyak kegiatan saya sehari-hari yang ada hubungannya dengan kesehatan? Wuaa..susah bener dah. Makanya saya selalu kesulitan untuk menulis QN berikutnya, kegiatan apa lagi, kegiatan apa lagi yang bisa disambung-sambungin? Pikiran sayapun diajak bekerja keras.

Kalau diibaratkan dengan sebuah padang rumput, maka QN tobie saya berada di pagar pembatasnya, ada di sekitar situ saja, dan kalau saya kepleset sedikit, plung! Saya keluar dari padang tersebut. Begitulah nyarisnya isi QN tobie saya, nyaris tidak sesuai tema juri. Haha.

Tapi setelah membuat 7 QN ini saya merasakan manfaatnya. Meski seseorang bilang ini hanyalah sekedar permainan, yah memang permainan, tapi permainan yang banyak manfaatnya buat saya. Saya bersyukur dan tidak menyesal pernah membuat keputusan sepihak dan mengikat untuk menulis tentang kesehatan. Karena semua ini benar-benar menantang saya, tidak ada 1 QNpun yang saya tulis sebelum (atau sambil) saya membaca. Membaca apa saja, buku, catatan, atau artikel di internet. Untuk memperkaya bahasan, untuk memvalidasi ingatan, untuk mencari jawaban, dll. Sungguh sebuah proses belajar yang asik.

Setelah 7 QN selesai, saya pengen bikin lagi. Hehe. Saya ingin menantang diri sendiri lagi. Tentu dengan tema lainnya. Atau bahkan beneran kegiatan sehari-hari saja mengingat waktu yang sangat mepet. Boleh ikut dilombain ga si? (soalnya beberapa QN yang sebelumnya ditulis dengan âsenang-senangâ?, ga mikirin lomba, hehe)

berikut 7 QN ala Tobie saya..silakan mampir..semoga bermanfaat

QN 1 Mau Pingsan Pun Pilih-pilih

QN 2 Kurus Itu Luka

QN 3 Dari Hollywood Sampai Masjid SMA

QN 4 Mas Adjie said

QN 5 Teman Akrab kita, Nyeri

QN 6 Pemikirulung=Kuda Nil?

QN 7 Perempuan Dilarang Sendawa?

~oya meski menekuni (halah bahasanya) QN Tobie, saya tetap menulis journal..silakan mampir juga

apakah aku seorang muslim?

Waktu smp, terinspirasi dari sebuah lagu, teman saya tanya, apa anugerah terindah yang pernah saya miliki. Saya jawab âterlahir di keluarga muslimâ?. Meski terlahir di keluarga muslim bukanlah jaminan akan meninggal dalam keadaan muslim, tapi begitulah jawaban saya. Bagi pemikirulung muda, terlahir dari orangtua yang tidak menjadikannya yahudi, nasrani atau majusi adalah anugerah terindah yang pernah dimilikinya.

Namun, menjadi seorang muslim yang sebenarnya tidaklah mudah. Di sebuah buku dikatakan, kita ini sedang berproses menuju ALLAH. Prosesnya ibarat menaiki tangga yang harus dinaiki satu persatu hingga anak tangga terakhir.

Bahkan Hasan al Bashri pernah menjawab âinsya Allahâ? ketika ditanya apakah dirinya seorang mukmin. Lantaran tidak merasa yakin dirinya pasti beriman karena khawatir bila ALLAH memandang amalnya ternyata tidak sesuai dengan tuntutan keimanannya.

Itu kekhwatiran seorang ulama besar. Bagaimana dengan saya? yang pasti, saya ingin menapaki tangga itu satu demi satu. Dan saya ingin memiliki buku ini sebagai salah satu teman perjalanan.

âPostingan ini diikutsertakan dalam Kuis GriyabukuQ Berbagi Buku: Pilih Sendiri Buku Hadiahmu! Di alamat http://griyabukuq.multiply.com/journal/item/87/

Buku yang dipilih: <SAKSIKAN AKU SEORANG MUSLIM> http://griyabukuq.multiply.com/market/item/36