“Kok Gemukan?”

“hei, sekarang kok kamu gemukan? emangnya makan apa sih? makan nasi? makan bayi? makan tetangga?”, kira-kira begitu Sarah Sechan contohkan di talkshownya. Saat itu dia membahas tentang bagaimana orang Indonesia saling sapa jika baru bertemu. Dia sebenarnya mengkritik, kenapa sih orang indonesia jika baru bertemu lagi setelah sekian lama, kalimat pertama yang muncul malah komentar, kenapa bukan tanya kabar “apa kabar? sehat kan? keluarga juga sehat semua? semoga urusannya lancar terus yaa”.

Ketika nonton tayangan itu saya dibuat mikir, benar banget tuh. Saya sendiri sebagai orang Indonesia asli, juga sering mengalaminya, baik sebagai subjek maupun objek. Sebenarnya lebih sering sebagai objek sih, heu, soalnya saya ini kurang peka dalam menilai postur orang apakah bertambah gemuk atau sebaliknya. Tapi, saya punya satu orang famili, yang tiap bertemu saya, saya ulangi, tiap bertemu saya, tidak meleset satu pertemuanpun, akan memulai pembicaraan dengan “Pemi ko gemuk banget sih?”. Continue reading

Advertisements

Bapak Tua Penjual Amplop Itu

sudah saatnya kita lebih peduli pada mereka yang berusaha

Catatanku

Setiap menuju ke Masjid Salman ITB untuk shalat Jumat saya selalu melihat seorang bapak tua yang duduk terpekur di depan dagangannya. Dia menjual kertas amplop yang sudah dibungkus di dalam plastik. Sepintas barang jualannya itu terasa “aneh” di antara pedagang lain yang memenuhi pasar kaget di seputaran Jalan Ganesha setiap hari Jumat. Pedagang di pasar kaget umumnya berjualan makanan, pakaian, DVD bajakan, barang mainan anak, sepatu dan barang-barang asesori lainnya. Tentu agak aneh dia “nyempil” sendiri menjual amplop, barang yang tidak terlalu dibutuhkan pada zaman yang serba elektronis seperti saat ini. Masa kejayaan pengiriman surat secara konvensional sudah berlalu, namun bapak itu tetap menjual amplop. Mungkin bapak itu tidak mengikuti perkembangan zaman, apalagi perkembangan teknologi informasi yang serba cepat dan instan, sehingga dia pikir masih ada orang yang membutuhkan amplop untuk berkirim surat.

Kehadiran bapak tua dengan dagangannya yang tidak laku-laku itu menimbulkan rasa iba. Siapa sih yang mau membeli…

View original post 693 more words

Undangan Kerja Bakti Satu Hari

pendaftaran online ditutp tanggal 2 oktober. tapi bisa beli tiket on the spot ko. yuk yuk

(numpang reblog aja ya cha, hehe)

Catatan Kaki

Dear teman-teman,

Berikut saya teruskan undangan untuk bergabung kerja bakti satu hari dalam Festival Gerakan Indonesia Mengajar (FGIM). Ajak teman-teman dan keluarga juga yaaa.. Acaranya bakalan seru. Ini bukan seminar dan bukan talk show di mana peserta menjadi pendengar semata, namun hari itu relawan akan berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan yang tujuannya membantu pendidikan anak-anak di berbagai daerah di Indonesia.
Kapan?
Sabtu – Minggu, 5 -6 Oktober 2013
Dimana?
Econvention Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta.
Info lainnya?
Boleh disimak dulu nih videonya.
Video-video lainnya terkait FGIM bisa dilihat di http://www.youtube.com/channel/UCLcSQEp0axOZR3o_leVEFAg?feature=watch.
 
Yuk! Segera berbuat, serentak bergerak. 🙂
1865143963390123180513

 *****

Halo teman-teman,

Selamat pagi. Salam hangat dari Gerakan Indonesia Mengajar. Semoga Tuhan kembali meridhoi perjalanan kita satu hari ini.

Saat kita berangkat ke kantor tiap pagi, pada saat yang sam\a 49 juta anak-anak di seluruh Indonesia juga berangkat ke sekolah mereka. Mereka belajar bersama 3,3 juta…

View original post 353 more words

virus perasaan

person’s feeling are like a contagious disease
(Yui, serial Strawberry on the Shortcake)

Di training intensif Pengajar Muda yang kami jalani sebelum deployment, ada seorang trainer yang pembawaannya selalu bersemangat. Kagum betul saya padanya. Beliau selalu terlihat bersemangat membawakan materinya. Mau tidak mau, kami yang melihatnya jadi tertular semangatnya juga. Dia adalah sosok pembicara impian saya. Dalam hati saya berharap bisa jadi pembicara seperti beliau, yang selalu terlihat semangat dan antusias sehingga menularkannya pada orang-orang sekitar. Namun “merubah gaya” tidak segitu mudahnya. Belajar.

Seperti kata Yui di serial Strawberry on The Shortcake “person’s feeling are like a contagious disease”. Perasaan ternyata memang bisa menular. Mungkin ini hikmah Rasul SAW menganjurkan kita untuk bermanis muka (menunjukkan ekpresi wajah yang baik) di hadapan orang lain. Karena ternyata emosi negatif yang kita bawa bisa menyebar. Alangkah tidak baiknya bila hal-hal yang negatif tersebarkan. Oleh karenanya Yui di serial itu tidak mau menangis bila ia sedang sedih, alasannya jelas, dia tidak mau menyebarkan kesedihan pada orang di sekitarnya.

Dalam hal mengajar, saya sepakat dengan kata-kata Yui. Menurut pengalaman pribadi saya, perasaan orang-orang di dalam kelas saling menularkan. Biasanya, ketika perasaan saya sedang sangat baik maka murid-murid saya juga terlihat antusias dan belajar dengan senang. Begitupun sebaliknya, ketika saya masuk kelas yang anak-anaknya ogah-ogahan untuk belajar, kondisi badan mereka lelah karena habis pelajaran olahraga dan main bola habis-habisan, sebagian besar anak-anak duduk bersandar dengan baju basah oleh keringat sambil sibuk kipas-kipas, tidak siap untuk menerima materi. Maka semangat sayapun lama-lama terhisap, memudar sedikit-sedikit, dan akhirnya lelah menghadapi sekelas anak ogah-ogahan ini.

Pada akhirnya ini seperti persaingan. Perasaan siapa yang lebih lebih infeksius. Hehe. Karena dalam kelas, peluangnya ada 2, saya yang tertular perasaan murid-murid saya, atau saya menularkan perasaan pada mereka. Oleh karenanya saya suka mengajar di pagi hari, karena hampir selalu kami punya “penyakit” yang sama, jadi kami saling “memperbesar” penyakit satu sama lain. Di pagi hari, saya masih punya energi 5 dari 5, saya masih semangat, suara saya masih ada (hehe). Anak-anakpun begitu, setali tiga uang dengan saya. Jadilah keceriaan memenuhi dinding kelas kami. Kami benar-benar bersenang-senang!

Tapi, pernah suatu hari, beberapa jam setelah jam pertama kedua, saya sampai terheran-heran kenapa saya tidak bisa mendapatkan “feel” yang tadi pagi. Padahal materinya sama, gurunya saya-saya juga, bedanya adalah suasana hati anak-anak, juga energi saya. Tantangannya disini, bisakah saya menularkan perasaan saya, atau menyerap perasaan-perasaan baik yang ada pada mereka?

Huruf M dalam akronim PAKEM mewakili kata “menyenangkan”. Suasana pembelajaran menyenangkan mutlak diperlukan. Menyenangkan harus menjadi ruh dalam setiap pembelajaran. Tak perduli jam pertama, atau jam terakhir. Maka, menyebarkan perasaan senang menjadi tantangan seorang guru. Sanggupkah kita menjawab tantangan ini?

Saya tidak akan bilang ini mudah. “Menyulut” belasan anak yang mengeluarkan buku tulis saja berat, ini tidak mudah. Mengajak anak-anak untuk kembali fokus setelah mereka kembali dari “pekan” di sebelah sekolah dan habis membelanjakan uang jajannya yang lebih banyak dibanding hari-hari lain dalam seminggu, ini tidak mudah. Membangkitkan anak-anak yang duduk bersandar sambil selonjor, beberapa berbaring di lantai, ini tidak mudah. Tapi, ketika suasana kelas menyenangkan, virus antusiasme dan keceriaan tersebar di seluruh penjuru, mengajar jadi luar biasa asiknya. Mengajar memang tidak mudah, tapi diujung jalan perjalanannya ada buah yang merekah, di sisinya ada bunga-bunga yang indah.

Yow, selamat menularkan perasaan-perasaan baik ^^

Keterangan:

Pekan adalah semacam “pasar kaget” yang hanya dibuka tiap hari rabu di desa saya. Lokasinya tepat di sebelah sekolah.

Strawberry on the shortcake, sebuah serial jepang.

Beberapa ruang kelas SD 2 Langkahan tidak memiliki meja dan kursi, anak-anak duduk di lantai, lesehan.

komenmu "memancing" aku

~tulisan awal ini hanya ilustrasi saja note fb saya

kepada kalian yang terus menulis, kalian semua hebat!! (Pemi Ludi, QN MP)

"Tahu kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapa pun? Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari. (Mama, 84)"

â Pramoedya Ananta Toer (Child of All Nations)

Dua hari lalu aku baca-baca note lama disini, perasaanku ketika membacanya adalah suka cita. Hehe. beberapa note malah membuatku malu sendiri, mungkin kalau wajahku putih, semburat kemerahan di pipi akan terlihat, sayangnya wajahku item, jadi ngga keliatan apa-apa (ngarep banget keliatan blushing, hahaha). Tidak hanya membaca note-nya, membaca komennya pun membuat perasaan menjadi senang juga.

Pernah kah aku sampaikan sebelumnya, kalau mempublish tulisan di fb (dengan note) memiliki sensasi tersendiri? Mempublish tulisan di internet, sebenarnya sudah kulakukan dari dulu, sejak 2007. Aku membagi tulisan di sebuah jejaring bernama multiply. Pada saat bikin itu, teman sekelas kuliah yang punya akun MP dan aktif menulis cuma 1 orang, ditambah 1 orang lagi teman sekelas waktu sma, jadi hanya ada 2 orang teman dunia nyata yang menjadi teman dunia mayaku.

Akibat tidak langsung dari tidak berkoneksi dengan teman dunia nyata di multiply adalah orang-orang yang membaca tulisanku adalah orang-orang yang tidak mengenalku di dunia nyata. Meski pada akhirnya ada beberapa teman dunia nyata yang punya akun MP juga, tapi rata-rata tidak bertahan lama. Meski juga kutahu kalau ada teman kuliah atau sma yang sesekali membuka blog mp ku. Tapi kesemuanya itu tidaklah terlalu berarti banyak. Hampir semua yang membaca dan berkomen di tulisanku di internet adalah mereka yang tidak pernah berinteraksi denganku secara nyata, mereka yang tidak mengenalku. Apalagi mp memang hanya bisa dikomen oleh orang-orang yang punya akun disana.

Tapi, beberapa tahun kemudian aku mengenal sebuah jejaring lain yang mendadak segera ngetop, facebook namanya. Satu hal yang kusuka dari facebook adalah fasilitas notenya. Bahkan aku pernah bilang âandai facebook tidak punya fasilitas note, mungkin akun ini sudah kututup dari duluâ?. Ya, meski telat, menemukan bahwa di facebook bisa share note rasanya menyenangkan. Karena itu artinya, bisa punya 1 lapak lagi untuk membagi tulisan. Dan disini, aku bisa membagi tulisan pada teman-temanku yang sebenarnya.

Seperti yang tadi sudah kusebutkan, aku suka sekali membagi tulisan di sini, meski tulisan-tulisan itu sebenarnya crosspost dari mp, meski di mp-pun sudah ada yang baca dan komen. Tapi sensasi membaca komen di sini beda dengan mp. Tentu saja, karena yang baca dan komen disini adalah teman-temanku, orang yang mengenalku, orang yang aku juga mengenalnya, orang yang biasa berinteraksi denganku secara nyata. Jadi komennya pun terasa asik sekali dibaca. Hehe.

Sensasi lain yang kurasakan adalah, menyenangkan ketika mengetahui kalau tulisanku dibaca oleh teman-teman, atau bahkan dinantikan kelanjutannya. Mudah-mudahan semakin banyak yang baca, semakin luas manfaatnya, semakin berpeluanglah ludi mempengaruhi dunia, hoho. Ternyata banyak juga teman-teman yang menjadi silent reader, baca saja, tapi tidak komen. Selama ini aku sering berpikir kalau yang baca hanya yang komen saja, tapi ternyata banyak juga yang âcuma ikut membacaâ?. Makanya, rasanya mengejutkan aja kalau ketemu teman terus tau-tau mereka membahas tulisanku yang belum lama dipublish. Apalagi waktu aku bikin tulisan cerita bersambung. Padahal ceritanya ga jelas, cerita pengalaman pribadi seorang pemi ludi yang konyol dan aneh, tapi ternyata banyak yang nyimak. Waktu lagi ke kampus, atau ketemu teman, ada aja yang nagih âkapan cerita lanjutannya dibikin?â? Duuuh, jadi seneng-seneng gimana gitu, punya pembaca yang nungguin di seberang sana, hoho.

Meski kadang efeknya, ya kaya yang tadi kusebutin di paragraf pertama, malu dan tersipu-sipu, ihiiy. Soalnya, kadang yang baca adik kelas di sma. Padahal selama ini imejku adalah alumni galak, bahkan pernah dapet award alumni tergalak di forum alumni, hih parah tuh yang ngisi poling. Eh mereka, adik kelas yang masih lucu-lucu itu, adek kecil yang biasa jadi bagian yang kugalakin kalo di acara kaderisasi, ternyata ikutan baca memoarku yang isinya bikin ketawa-ketawa, catatan harian yang rada gokil, ketauan deh kalo gw sebenernya rada gendeng. (eh tapi, sampe sekarang masih ada adik kelas yang takut banget sama aku lho, ckckck, kasian).

Kemarin juga ketemu lagi sama seorang silent reader, adik kelas sma. Dia mengaku membaca note-ku yang judulnya âterjebakâ?, katanya dia ketawa-ketawa bacanya, sampe diliatin orang di warnet. Ujung-ujungnya kami jadi ngobrol dengan topik tulisan-tulisanku, berasa kaya jumpa fans deh *bletak*. Yang kurang enak adalah endingnya âkalo ada tulisan yang lucu, tag aku ya mbaâ?. Hei, kenapa jadi tulisan lucu yang diharapkan, padahal sebagian besar tulisanku itu inspiring, bukan joking. Minta tulisan lucu ko ke aku, duh salah orang *bletak lagi*.

Intinya sih, ini semua balik lagi ke kata hernowo, kalau menulis itu seperti belajar, menulis itu seperti mengikat. Kalau tulisan terkait dengan ilmu, hikmah, opini, itu semua seperti kita ini sedang belajar. Menyampaikan dan berinteraksi dengan apa yang telah kita pelajari. Sedangkan kalau tulisan yang berupa cerita sehari-hari atau diary, ini seperti sedang mengikat, mengikat kenangan-kenangan dalam kehidupan kita. Bahkan komen yang masuk dalam tulisan itupun bisa menjadi sarana belajar yang lain, juga bisa menjadi sebuah torehan kenangan yang baru. Menulis di mp, maupun menulis di fb, sama-sama bisa untuk belajar juga mengikat. Jadi, masihkah tidak tertarik untuk menulis?

untuk semua pembaca note fb-ku, terimakasih ya sudah menjadi teman sekelasku yang baik di sekolah kehidupan, semoga tulisanku bermanfaat

~maap ya kalo tulisannya berasa aneh, aku sendiri kehilangan feel-nya di hampir ending prosesnya, heuheu

***


ini tulisan dishare di fb, tadinya ga berniat dishare di sini, tapi hari ini saya dikirimin personal message dari seorang MPers, jadi saya pengen membagi tulisan ini sebagai ilustrasi saja. sebuah PM yang isinya tentang persepsi dia terhadap balasan komen saya untuk MPers lainnya. ini masalah persepsi. bahwa dia, sebagai orang luar, dengan melihat komen-komen saya, cara saya membalas sms, akhirnya menyimpulkan sesuatu, mempersepsikan komen saya itu sebagai sebuah hal yang sebenarnya tidak saya maksudkan begitu.

beruntunglah saya karena dia, dengan baik hatinya, langsung tabayun pada saya. mau tidak mau ini seperti mengingatkan saya lagi, bahwa disini adalah ruang publik. kebanyakan anda, adalah orang yang tidak mengenal saya dengan baik, bukan orang yang biasa berinteraksi dengan saya secara nyata. maka mispersepsi, salah paham, sangat besar peluangnya untuk terjadi.

ini bukan kali pertama maupun kedua terjadi dalam 4 tahun ber-multiply-ing. amat bisa jadi pula, banyak orang telah salah mempersepsikan komen atau balasan komen saya, namun tak pernah mengutarakannya. tentu saja, ini sebuah sensasi tersendiri yang amat sangat jarang saya dapat di facebook. sensasi yang kurang menyenangkan sebenarnya, makanya saya tidak mau menerima invitasi dari orang yang benar-benar dari dunia maya di facebook saya, kecuali memang pernah beberapa kali berinteraksi. saya, jujur saja, cukup trauma dengan salah paham dan salah menerjemahkan. apalagi jika ujung-ujungnya ada orang yang marah pada saya.

tidak perlu menyalahkan diri sendiri apalagi orang lain. tidak perlu berlarut dalam kecemasan dan kesedihan. karena memang sudah risikonya ngeblog begitu. tapi PM tadi benar-benar mengingatkan saya lagi. ini internet kawan, memang perlu banyak berhati-hati.


ALLAHUmma inni a’udzubika min syarri maa shona’tu

ga perlu bisa dikomen ya, hehe

ketika belanja menjadi pekerjaan

Ada yang pernah nonton kick andy show yang temanya pekerjaan-pekerjaan yang unik? Di tayangan kali itu dibahas salah 1 pekerjaan yang tidak biasa ada di indonesia, bahkan, kalau tidak salah ingat, ibu yang diundang itu adalah orang pertama yang punya pekerjaan demikian di negeri ini dan mungkin satu-satunya. Pekerjaannya adalah-maaf lagi-lagi saya lupa istilahnya, kalau tidak salah saja ya-personal buyer. Intinya sih, pekerjaannya adalah belanja.

Deskripsi kerjanya adalah membelikan atau membelanjakan. Penjelasannya begini, dia berbelanja untuk orang lain. jadi, apabila ada orang yang ingin berbelanja, tapi tidak sempat, malu, gengsi, atau apapun alasannya, bisa menggunakan jasanya untuk melakukan aktivitas itu. Awal mula dia melakukan pekerjaan itu adalah karena hobinya sendiri adalah berbelanja.

Yang dimaksud dalam belanja disini adalah jenis belanjanya kaum borjuis atau nyonya-nyonya besar yang belanjaannya tidak jauh dari produk fesyen dan –menurut saya- tujuannya tidak jauh dari pamer atau gengsi-gengsian. Belanjanyapun di luar negeri. Ibu ini dipercaya karena dia sudah berpengalaman dalam belanja hal demikian, jadi dia sudah piawai membedakan mana barang asli mana palsu, mana kualitas bagus mana tidak.

Saya tiba-tiba teringat dengan tayangan kick andy tsb karena apa yang saya alami baru-baru ini. Bisa dibilang saya juga habis menjadi personal buyer, tapi tidak komersil. Awalnya karena dimintai tolong oleh seorang MPers. Karena di jakarta sedang berlangsung Islamic Book fair (IBF), ada buku yang ingin dia miliki tapi tidak ditemukan di tempat tinggalnya, dan mengetahui kalau saya ada kemungkinan kesana, maka diapun meminta tolong pada saya untuk membelikan buku incerannya tsb. Ketika di IBFpun saya jadi teringat seorang MPers lain yang pernah bilang kalau mencari-cari sebuah judul buku, tapi tidak ketemu di kota tempat tinggalnya, maka sayapun menawarkan padanya, apakah mau saya belikan? Karena saat itu buku tsb jelas-jelas ada di dekat saya.

Atas izin ALLAH, tiba-tiba saja pikiran saya cenat-cenut padahal ngga ada kamu (halah). Saya jadi mikir, kenapa saya tidak jadi personal buyer saja? Apalagi saya kan tinggal di ibukota, yang katanya segala barang tersedia disini, lebih daripada kota lainnya. Ditambah lagi, kabarnya kalau di kota lain harga-harga relatif mahal karena adanya ongkos kirim. Jangankan kota lain, masih di jakarta saja sudah beda harga karena sudah nyebrang laut, itu, di kepulauan seribu.

Fakta lain yang mendukung adalah, tadi sudah saya katakan, disini sedang ada book fair. Buku-buku dijual lebih murah dari biasanya. Saya ngeliatnya aja ngiler. Diskon bisa sampai 70%! Alangkah senangnya pasti kalau bisa dapat buku yang memang diinginkan dengan harga murah. Tapi, ini tidak bisa dimanfaatkan oleh semua orang. Kalau untuk orang luar jakarta, datang ke IBF akan berat di ongkos kan?

Selain IBF ada keuntungan lain. Saya sendiri baru menyadari setelah berdiskusi dengan teman, bahwa harga-harga barang di jakarta memang seringkali lebih murah. Dia contohkan, harga kaos kaki. Di sini masih banyak kaos kaki seharga Rp 10.000 dapet 3 buah. Jujur, saya sendiri beli kaoskaki yang segitu harganya. Hohoho . Katanya sampai ada orang dari aceh ke jakarta beli kaos kaki sampai puluhan pasang buat dibagi-bagi disana. Soalnya disana ngga dapet harga segitu. Atau saya kasih contoh lagi, di jakarta ada pasar yang namanya tanah abang. Ngetop banget ini pasar. Kalau kesana sering takjub sendiri, ko kayanya tenaga orang kurang berharga betul, masak baju celana cuma kisaran 30 ribu atau bahkan kurang. Padahal mengerjakannya kan tidak mudah. Beli jilbab katun paris atau haycon Rp 100.000 bisa dapet sepuluh!

Nah, dengan peluang-peluang itu, kenapa saya tidak jadi personal buyer saja? Hoho. Seketika itu pula saya memutuskan, saya mau jadi personal buyer. Kan seru tuh kalau ada yang nanya “lagi sibuk apa di?”, saya jawab “belanja-belanja”, hehe. Ada yang mau menggunakan jasa saya?

Ada banyak keuntungan ketika anda menggunakan jasa saya sebagai personal buyer, pertama, anda tidak perlu keluar tenaga dan waktu untuk keliling-keliling cari barang yang akan anda beli. Tinggal bilang ke saya, dengan deskripsi yang jelas dan detail, saya akan konfirm apakah barang itu ada atau tidak. Kedua, kemungkinan anda akan dapat harga yang lebih murah ketimbang di tempat anda tinggal. Selama anda tidak meminta saya membelikan barang haram, seperti beli miras atau narkoba, atau nomer togel, saya akan bersedia membantu, insya ALLAH.

Satu hal yang menjadi kekuatan saya sebagai personal buyer adalah, saya ini adalah anak indonesia asli yang lahir dan besar di indonesia. Dulu waktu kecil saya sering diperdengarkan kata pepatah indoensia, hemat pangkal kaya. Dan itu terpatri dalam jiwa saya (lebay euy). Tapi beneran deh, saya ini termasuk dalam jajaran orang-orang paling irit di jakarta timur. Heheheh. Sebagaimana saya suka membeli barang dengan harga murah, suka sekali mencari-cari diskon yang besar, sayapun akan memberlakukan itu manakala membeli barang untuk orang lain. Dan saya akan melaporkannya pada anda berapa diskon yang saya dapat.

Sebagai gambaran lagi, anda sudah punya fiqh sunnah sayid sabiq? Di IBF kemarin saya lihat yang cetakan i’tishom edisi lengkap harga awalnya sekitar 450 ribu, didiskon jadi 350 ribu. Bukunya meski tebel tapi ringan, saya aja langsung jatuh cinta. Atau, kapan lagi anda bisa beli majalah tarbawi edisi lama harganya Rp 10.000 dapet 3 eksemplar? Dan banyak lagi buku yang lain (saya belum liat lengkap, belum sempet muter-muter, nanti diapdet deh infonya). Yang pasti disana ada 300an lebih stand yang ikut pameran.

Di jakarta juga lagi ada pameran komputer. Saya juga berencana kesana. Mau nitip? Hayolah. Biasanya kalau beli di pameran begitu suka dapet hadiah. Mug, payung dsb. Dan kabar baiknya, bonusnya akan saya berikan untuk anda, ga saya korupsi, tenang aja.

Lalu apa yang saya dapatkan? Tentu saja uang. Hehe. Kalau dari tayangan kick andy, si personal buyer dapet komisi 30% dari total pengeluaran belanja si pengguna jasanya. Kalau komisi saya, berhubung saat ini baru awal-awal, anggaplah saya masih training, saya memasang tarif cukup 15% saja. Baik kan? Itupun anda masih untung, karena diskon di IBF sini biasanya 15-70%, jadi sama atau lebih besar dari komisi yang anda berikan untuk saya. Jadi bisa dianggap anda beli barang dari saya dan saya ambil keuntungannya 15%. Nanti kalau saya sudah taraf mahir, komisi akan saya minta lebih, hehe, tentu saja akan saya beritahu terlebih dahulu.

Tidak perlu sungkan-sungkanan, ewuh parkewuh. Jangan ragu untuk meminta jasa saya, karena saya juga tidak akan ragu meminta komisi dari anda. Ini hubungan profesional bung

Saya serius soal ini. Saking seriusnya, saya akan beri tahu nomer henpon saya disini. Berhubung saya tidak nongkrongin internet setiap saat, kalau tertarik langsung sms saja. Sms kamu langsung dibales dari hape aku (bletak!). Oya keuntungan lain dari menggunakan jasa saya adalah, kalau saya liat ada diskon atau fair atau cuci gudang, akan saya bagi infonya

Ayo segera, IBF dan pameran komputer tutup tanggal 13 Maret 2011. Tapi kalau mau beli barang lain, setau saya pasar tanah abang belum ada rencana akan tutup. Hoho.

~untuk 2 orang MPers yang telah lebih dahulu menggunakan jasa saya, tenang aja, ga saya berlakukan tarif komisi ini untuk kalian, kemaren kan saya belum kepikiran beginian. Hehe.

sms aja ke 085691383693