Tinggalkan Teman Lama!

Ada 1 kultwit dari akun @hanya2menit yang paling bikin deg-degan buat saya. Berikut saya kutip. Kata-kata yang di dalam kurung adalah komentar dari saya.

 

***

Jika ilmu dan tindakan masih sama dengan tahun 2012 maka jangan harap hasil di tahun 2013 bisa lebih tinggi dari tahun 2012 (untuk ini masih ga ada masalah)

Jika bergaul masih dengan orang2 yang sama dengan tahun 2012 maka jangan harap pencapaian akan naik ditahun 2013 (mulai mikir)

Sekarang Tulis 5 orang teman yang sering bergaul sama anda (oke..)

Mulai besok, coret orang2 itu dari daftar pergaulan anda, cari yg ilmu dan amal nya lebih tinggi dari anda, bergaulah sama mereka !! (waduh!! serem)

Bukannya anda pun sudah meninggalkan teman2 SD/SMP/SMA/Kuliah/Kerja anda dulu untuk pencapaian sekarang? (iya sih)

Atau sebaliknya, mungkin anda yang ditinggalkan teman2 SD/SMP/SMA/Kuliah/Kerja anda dulu hingga mereka meraih pencapaian sekarang? (ehm, mungkin juga yah)

***

 

Setelah kultwit ini saya jadi banyak mikir. Bener juga sih, mestinya hidup itu kan berkembang. Tahun depan mesti lebih baik dari tahun ini. Dan bagaimana bisa membaik kalau hidupnya masih dengan cara yang sama? Tapi, ketika ini dihubungkan dengan menghapuskan teman, rasanya serem juga.

Lalu setelah diperhati-perhatikan, saya lihat teman-teman. Yang tadinya teman main bareng, pencapaiannya sama, ternyata mereka sekarang sudah jauh lebih keren. Tidak lama sebelum kultwit ini, seorang teman berkesempatan untuk menyajikan paper-nya di sebuah simposium internasional. Sekarang, teman-teman yang lain sudah mulai terbang meninggalkan indonesia untuk melanjutkan sekolah. Ada juga yang sudah menulis beberapa judul buku. Dan pencapaian lainnya. Sementara saya, masih di sini, dengan permasalahan yang sama, ditambah dengan gangguan kualitas tidur selama berhari-hari terakhir karena stress. Mungkin benar, sayalah yang sudah ditinggalkan.

Rasul SAW sendiri bilang, untuk menilai seseorang, lihatlah teman dekatnya. Teman bisa menggambarkan seseorang. Karena sudah sunnatullah, kita akan lebih nyaman bergaul dengan orang yang memiliki kesamaan dengan kita.

Namun saya terbersit pikiran lain. Teman selain bisa jadi cermin, bisa juga sebagai pengaruh, baik maupun buruk. Jadi, kalau si admin @hanya2menit bilang coret nama-nama teman lama dari daftar pergaulan, sebenarnya tidak harus begitu. Untuk menjadi orang yang lebih baik, tidak selalu caranya dengan meninggalkan teman lama.

Si admin mungkin lupa dengan yang namanya “potensi”. Setiap kita kan punya potensi (ataupun risiko). Ada yang berpotensi jadi lebih baik, ada yang berisiko jadi memburuk. Maka ketimbang mencoret daftar teman lama dan mencari teman baru, kenapa tidak menyeleksi antara teman berpotensi dan teman berisiko. Pilih teman yang berpotensi baik untuk tetap dijaga pertemanannya. Karena, teman yang seperti itu akan membawa pengaruhnya kepada kita untuk bergerak ke arah yang lebih baik juga. Ada alternatif lain dari meninggalkan teman lama dan mencari orang baru yang lebih baik ilmu dan amalnya untuk ditemani yaitu tetap berteman dengan orang yang berpotensi untuk meningkatkan ilmu dan memperbaiki amal.

Seperti teman saya yang sekarang. Kami berteman sudah lama, sejak masih kuliah. Dan kami tidak mencoreti nama kami satu sama lain dalam daftar pertemanan. Kami tetap senang berteman bertiga meskipun ketiganya galau dan seringkali tidak bisa menemukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan kami sendiri. Tapi kami bertiga berteman dengan positif. Dari dulu kami menyepakati mimpi bersama dan berjalan menuju ke arah sana. Kami tidak perlu saling meninggalkan, yang perlu kami lakukan adalah saling menyemangati untuk untuk meningkatkan kebaikan (sambil tetap cari inspirasi dari orang hebat lainnya tentu).

 

~tulisan ini dibuat sejak awal tahun 2013 dan baru malam ini diselesaikan.

harap maklum jika rasanya aneh untuk dibaca. saya sudah lama tidak menulis dan sekarang sedang belajar untuk memulainya.

Advertisements

2 thoughts on “Tinggalkan Teman Lama!

  1. Duh, jangan tinggalkan teman lama dong.. Semakin erat pertemanan malah semakin bagus.. Tapi tambah pertemanan, kalau secara kuantitas itu2 aja dr kalangan itu2 aja baru namanya gak berkembang..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s