[catatan #3] Asing

“Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.” (HR. Muslim no. 208)

Ada banyak jenis artikel tentang apa yang harus dilakukan atau tidak dilakukan pada usia tertentu. Di antara tips nya ada lakukan solo traveling,  cari penghasilan sendiri,  jadi minoritas,  dll. Silakan Googling sendiri kalau tertarik.

Namun,  kalau boleh saya sarankan,  ada satu hal yang perlu kita alami dalam hidup.  Jadilah terasing.  Aneh. Tidak Umum. Atau apalah anda menyebutnya. Jadilah terasing karena memegang nilai yang anda yakini di tengah komunitas dengan pemahaman berbeda.

Nabi Saw sendiri mengatakan bahwa Islam muncul dalam keadaan asing.  Mengakui Allah sebagai Tuhan di tengah masyarakat penyembah berhala,  asing.  Memuliakan perempuan di tengah masyarakat pembunuh bayi perempuan,  asing.  Mengharamkan minuman keras di tengah masyarakat hobi mabuk, asing.  Dan banyak keasingan lainnya.

Menjaga idealisme atau keyakinan seringkali berat. Seperti menggenggam bara api kalau saya bilang.  Panas,  tapi tidak boleh dilepas. Sama dengan menjadi asing.  Godaan nya adalah pilihan untuk tetap aneh bagi orang sekitar,  atau melepaskan nilai-nilai pribadi dan melebur dengan sekitar.

Situasi seperti ini, anda harus mengalaminya dalam hidup yang cuma sekali ini. Dan anda akan banyak belajar.

PS. Tolong doakan saya,  untuk tegar di tengah keterasingan ini

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s