Masuk Surga Lewat Hutang

Pagi ini dengar taujih ustadz. Taujihnya sederhana banget. Singkat. Bisa dibilang cuma membacakan sebuah hadis, tapi entah kenapa rasanya menarik aja. Hadisnya begini

“Wahai sekalian manusia, sebarkan salam, berilah makanan, bersilaturahmilah, dan salatlah di waktu malam ketika orang-orang sedang tidur, niscaya kamu masuk surga dengan selamat sejahtera”. (HR. Ibnu Majah, dishahihkan oleh Albani).

Nah. Jadi sebenarnya masuk surga itu mudah kan? Cuma menyebarkan salam, memberi makan orang, silaturahim atau tahajud. Kalau kata ustadz dari perkara yang 4 itu bahkan kita bisa pilih salah satu yang paling bisa kita kerjakan. Yang diperlukan cuma komitmen sih, niat pengen masuk surga atau ga, gitu.

Sorenya, sayapun googling. Sebenarnya pengen cari redaksional hadis ini tepatnya bagaimana. Namun yang menarik lagi adalah saya menemukan sebuah tulisan kumpulan hadis-hadis tentang hal-hal yang bisa membuat kita masuk surga.

Lalu sampailah ke sebuah hadis

“Barangsiapa memberi tempo kepada seseorang yang belum dapat membayar utang, maka pada setiap hari ia memiliki sedekah sampai utang itu jatuh tempo, jika telah jatuh tempo (dan orang itu) belum juga bisa membayar kemudian ia member kelonggaran lagi, maka setiap hari ia bersedekah dua kali lipat dari harta yang dipinjamkannya.” (HR. Al-Hakim – disepakati oleh Albani)
kenapa celengan seringkali digambarkan bentuknya babi ya?

kenapa celengan seringkali digambarkan bentuknya babi ya?

What? Beneran saya baru tahu ada hadis ini. Tingkatannya memang bukan sahih, tapi hasan. Saya baru tau bahwa memberi kelonggaran pembayaran hutangpun bisa jadi amalan kebaikan. Huhu. ALLAH sungguh Mahapemurah.

Pas banget hari ini sedang mengurus kembali piutang seseorang. Dulu pernah ada orang berhutang pada saya. Sebenarnya saya sudah diingatkan dengan keras oleh seorang kawan agar tidak memberikan pinjaman uang pada masa itu. Tapi saya ini pada dasarnya baik hati dan suka menolong (huek) jadi saya tidak tega tidak memberikan pinjaman. Apalagi waktu itu alasannya uangnya dipinjam untuk bayar kuliah. Saya sendiri juga waktu kuliah susah bayaran, makanya ketemu orang senasib lebih tergerak untuk membantu.

Tapi sayangnya orang ini ternyata kurang bisa dipercaya. Ketika jatuh tempo yang dia sendiri buat, ternyata dia belum bisa melunasi. Akhirnya saya beri kelonggaran. Dan ternyata akhirnya terus melonggar sampai sekarang. Sudah 2 tahun berlalu.

Sayangnya, untuk orang ini sampai sekarang saya belum bisa merelakan, saya masih niat pengen tagih. Selain karena jumlahnya cukup banyak, saya juga tidak melihat itikad baik dari orang ini untuk membayar. Lagipula orang ini gajinya cukup besar dan gaya hidupnya cukup mewah. Dia bisa melakukan perawatan wajah tiap bulan dan jalan-jalan ke luar kota ketika liburan. Masa sama orang kaya gitu ini duit gw relakan?! Tak sudi. Hih.

Dan hadis tadi bikin hati jadi plong banget. Ternyata memberi perpanjangan tempo bisa jadi sedekah. Mudah-mudahan beneran terhitung sedekah. Buat teman-teman yang punya piutang dan berpengalaman sama, selamat ya 🙂

 

Jadi, siapa lagi yang mau berhutang sama saya? *sokkaya.com* *abaikan* 😀

gambar diambil tanpa izin dari https://encrypted-tbn3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRViHL0g3XEaIyUoaS6CZeP0SA_J0URZNropSk_mZ28Mmu1EHsFwg

Advertisements

8 thoughts on “Masuk Surga Lewat Hutang

  1. يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَفْشُوا السَّلَامَ وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ وَصِلُوا الْأَرْحَامَ وَصَلُّوا بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ بِسَلَامٍ

    =)

  2. Pemikirulung said:
    Dan hadis tadi bikin hati jadi plong banget. Ternyata memberi perpanjangan tempo bisa jadi sedekah. Mudah-mudahan beneran terhitung sedekah.

    Kunci diterimanya sedekah itu adalah ikhlas.
    Sekedar mengingatkan, kalo pemberian perpanjangan tempo agar bisa dinilai sebagai sedekah seharusnya juga diiringi dengan ke-ikhlas-an, bukan nge-gerundel, atau perasaan gak sudi. Nah… kalo ternyata sulit banget hati ini untuk ikhlas, ya bilang terus terang saja kepadanya untuk menagihnya, kalo yang ditagih itu paham sebenarnya itu menolong dirinya dari terhalang masuk surga, melepaskannya dari mental miskin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s