Berondong vs Jagung

Ehm, tulisan ini akan memuat hal yang sangat personal sebenernya, dan untuk menulisnya gw perlu keberanian tersendiri. Karena mungkin abis ini respon orang akan “cie-cie” atau sorakan norak lainnya. Tapi whatsoeper lah. Mari dimulai.

Beberapa hari lalu ada teman nanya apakah gw punya kriteria umur dalam mencari jodoh, apakah gw mau sama cowok yang lebih muda. Gw jawab, gada. Sebenarnya kalau boleh memilih sih pengennya dengan yang umurnya ga beda jauh, maksimal 3 tahun lah, tapi semakin dekat semakin baik. Dan untuk urusan lebih muda, gw ga masalah. Hehehe. Hanya menuliskan ini saja membuat gw seolah seperti tante rubah ekor 9 yang ngincer berondong unyu yah? Hahaha.

Well, kan sering tuh ada anekdot, cewe usia kurang dari 25 tahun akan memandang calon dengan pertanyaan “siapa lo?”, cewe usia 25-30 tahun akan bertanya “siapa saya?”, dan setelah 30 tahun, cewe single akan berpikir “siapa aja deh”. Sebenernya ini anekdot ngeselin sih, kesannya cewe-cewe akan kena batunya pada akhirnya. Tapi kalau kata teman gw, cewe yang akhirnya berpikir “siapa aja deh” pada dasarnya bukan lagi banting harga-cuci gudang-obral semurahh-murahnya. Tapi seiring dengan berlalunya waktu, seorang perempuan akan semakin bijak dan dewasa, dan akan memahami bahwa kriteria yang dulu dipasangnya sebenarnya tidaklah penting. Seperti judul tarbawi beberapa bulan lalu, setelah kita tua akan ada hal-hal yang tidak lagi kita anggap penting.

through-the-ages-600

Begitupun dengan gw. Semakin lama menjalani hidup, bukan gw semakin mengurangi kriteria, hehe, tapi gw semakin menyadari bahwa faktor usia tidak melulu sebuah jaminan. Tua itu niscaya, tapi dewasa itu pilihan. Orang tua belum tentu lebih dewasa. Dulu waktu gw SMA, gw akan menganggap semua orang yang lebih muda adalah adik kecil yang ga lebih bijak, ga lebih matang, ga lebih pandai dari gw. Mereka yang lebih muda adalah adik kecil yang jatahnya untuk disayang-sayang dan dielus-elus kepalanya (ini orang apa kucing?!).

Sampai pada suatu hari, gw tahu seseorang pemuda. Baca blognya tuh kaguuuuum banget. Ilmunya dalam, wawasannya luas, bijak bestari deh pokoknya si pemuda ini. Dan usianya? Lebih muda dari gw! Ada juga orang lain, salah satu ustadz yang gw ngefans padanya usianya 1 tahun lebih muda dari gw. Jadi setelah itu gw mengubah pandangan terhadap mereka yang lebih muda.

Sebenarnya kalau dalam islam sendiri kita hanya mengenal 2 kelompok usia, anak dan dewasa. Ketika seseorang sudah dewasa, alias udah akil baligh, maka dia langsung dianggap mukalaf, siap diberikan tanggung jawab. Betul begitu? Maka sama saja seseorang yang akil baligh baru 1 tahun kemarin dengan udah 10 tahun. Hak dan kewajibannya sama.

Di ilmu fisika juga kita mengenal konsep percepatan. V akhir = V0 + a. T. Artinya kecepatan akhir adalah kecepatan awal ditambah waktu dikali percepatan. Waktu orang memang bisa beda-beda, tapi tidak ada yang menjamin orang yang punya waktu lebih banyak akan memiliki kecepatan akhir yang lebih besar. Tergantung percepatannya bung!

Begitupun dengan ilmu, kearifan, kedewasaan, tidak ada jaminan yang lebih tua akan lebih banyak punyanya. Memang sih, kalau menurut Malcolm Gladwell di buku Outliers yang namanya kesempatan itu penting banget. Dan orang yang udah dewasa duluan punya kesempatan lebih banyak. Tapi balik lagi ke kaidah “dewasa adalah pilihan” tadi. Dia punya banyak kesempatan untuk mendewasakan diri, tapi apakah dia memilihnya?

Itu aja sih inti dari tulisan ini, yang lebih tua ga selalu lebih baik.

gambar dicomot dari http://www.daisygreenmagazine.co.uk/wp-content/uploads/2009/07/through-the-ages-600.jpg

Advertisements

17 thoughts on “Berondong vs Jagung

      • Memang harus selektif, perlu effort, biar nyeselnya gak belakangan. Tapi tergantung kelincahan jari-jari di arena mesin pencarian. Kecuali kalo calon pilihannya adalah anggota BIN, dijamin gak ada satupun jejaknya di dunia maya, kecuali anonim.

        Tadi malam nonton film Curse of Chucky. Si Barbie baru tahu setelah nge-googling siapa itu Chucky, yang sebelumnya boneka itu dianggap baik & lucu di rumahnya. Sayangnya saat nge-googling itu sudah terlambat, karena nyawanya sudah diujung tanduk. Coba kalo dia segera nge-googling setelah menerima paket misterius boneka Chucky
        *halah masih kena efek nonton film*

  1. ciye ciyeee… tante rubah ekor 9 yang ngincer berondong unyu, ciyeeee :p

    jalurnya juga mesti bener, Lud. jangan sampe deh (amit2) dapet yg suka php di dunia nyata en maya :p *kayak pengalaman? heheee

  2. kebalik tuh anekdotnyaa… kalau 30 thn “siapakah gerangan dirinyaaa…” *padi mode on

    Menikah dg yg berusia lebih muda harusnya ga masalah ya, kan Rasulullah SAW sama Siti Khadijah r.a. juga terpaut usia dimana Rasul lebih muda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s