Kawan Terkembang Menjadi Guru

Siapa sih yang masih tidak setuju bahwa hidup ini adalah proses belajar. Sepanjang kehidupan ini sejatinya kita sedang berada di sekolah yang tanpa kursi, papan tulis, atau uang SPP bulanan, tapi tetap belajar. Masalahnya, sama saja dengan sekolah formal, ada anak murid yang beneran belajar, ada yang hanya main dan bermalasan. Begitupun kita, semuanya sedang menjalani kehidupan, tapi tidak semuanya bisa mengambil pelajaran darinya.

Dalam sekolah kehidupan, siapapun bisa jadi sumber belajar. Kalau kata orang minang “alam takambang jadi guru”. Dalam hal ini saya ingin spesifik pada orang-orang yang kita temui. Maka saya bilang, kawan terkembang jadi guru.

copyright corbiscorporation

copyright corbiscorporation

Saya pernah menjalani sebuah pelatihan yang cukup lama bersama puluhan orang. Mereka terpilih melalui seleksi dengan acceptance rate hanya sekitar 1,5 %. Maka masa-masa pelatihan itu adalah masa belajar yang sangat potensial, karena saya punya waktu cukup lama bersama orang-orang hebat. Akibatnya pelatihan itu membuat saya jadi candu berteman, dan pada sebuah titik saya memutuskan untuk mengobrol dengan orang yang berbeda setiap harinya. Karena hanya melalui obrolan ternyata saya bisa belajar banyak. Saya candu berteman karena sebenarnya saya candu belajar.

Aktivitas mengobrol memang sekilas sederhana dan tidak ada gunanya. Mengobrol biasanya adalah aktivitas tidak serius yang digunakan untuk mengisi waktu luang. Tapi sebenarnya mengobrol bisa jadi metode belajar di sekolah kehidupan, gurunya adalah lawan bicara anda. Tergantung dari apa topik obrolannya.

Selama 2 hari kemarin saya berkesempatan memiliki teman satu tim yang bekerja di world bank. Berhubung 2 hari itu kami sibuk sekali, saya tidak sempat mengobrol banyak dengannya. Interaksi kami lebih berorientasi pada menyelesaikan pekerjaan kemarin. Padahal ini orang kerja di world bank gitu loh. Satu-satunya orang indonesia yang kerja di world bank yang saya pernah dengar adalah Sri Mulyani. Dan ini ada orang kerja di world bank berada sedekat ini dengan saya, mestinya ini kesempatan berharga. Sayangnya karena kami tidak bisa mengobrol, tidak banyak hal yang bisa saya pelajari darinya. Untungnya di hari kedua teman saya tanya-tanya pada beliau, dan akhirnya kami bisa dapat tips-tips. Syukurlah sempat sedikit belajar.

Sore kemarin juga saya bertemu orang lain, saya kenal sudah sekitar 1 tahun lalu. Selama ini kami mengobrol hanya perkara ringan dan bercanda saja. Baru kemarin dia membahas sesuatu yang agak serius, dan wuah, suka banget saya dengan obrolan itu, dapat banyak pelajaran. Saya baru sadar kalau teman saya ini sebenarnya inspiratif juga, mestinya dari dulu saya manfaatkan. Hehe.

Saya jadi teringat lagi dengan masa 1,5 tahun lalu di pelatihan itu. Sepertinya saya memang harus mengingatkan diri lagi, bahwa semua orang bisa jadi guru. Tidak melulu melalui obrolan, tapi sebenarnya bisa dari sikap atau perilaku mereka. Maka ketika bertemu orang, jangan dilewatkan kesempatannya, belajarlah banyak-banyak.

 

~maaf kalau tulisan ini tuturannya kurang enak. Saya sendiri kurang puas dengan cara penyampaiannya. Hehe.

Advertisements

11 thoughts on “Kawan Terkembang Menjadi Guru

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s