Perang Sampai Akhir

saya semakin tahu bahwa orang yang paling banyak dan paling sulit kita ajak kompromi adalah diri kita sendiri.

lihatlah mereka yang berbakat kompetitif itu. mereka yang mengukur segalanya sebagai persaingan dengan hasil menang dan kalah. mereka kerap tertekan dan gelisah jika dikalahkan oleh orang lain. padahal siapa yang menganggapnya pertandingan? dirinya sendiri. siapa yang menganggapnya sebagai kekalahan? dirinya sendiri.

saya semakin sadar bahwa hati yang paling banyak perlu ditenangkan adalah hati kita sendiri.

lihatlah para pencemas itu. mereka yang sibuk dengan persepsi dan prasangka dirinya sendiri. mereka khawatir jika begini maka begitu. jika ini maka itu. padahal adakah fakta sesuai prasangka dirinya? bisa jadi tidak demikian adanya.

saya semakin tahu bahwa orang yang paling banyak diajak berdamai adalah diri kita sendiri.

lihatlah para penduka. lihatlah para penyesal. mereka tidak puas dengan kenyataan. bisa menyalahkan keadaan. atau, ini banyak terjadi, menyalahkan dirinya sendiri. padahal adakah orang lain menganggap mereka gagal atau merugi? atau adakah orang lain menyalahkan mereka? bisa jadi itu tidak terjadi.

saya semakin tahu bahwa selesai dengan diri sendiri bukanlah proses sederhana. saya semakin tahu bahwa menjadi pribadi positif bukanlah pencapaian remeh saja.

rabbisysyahrlii shadrii wayassirlii amri
Ya Allah ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah urusanku

kamar belakang, 21 september 2013

Advertisements

5 thoughts on “Perang Sampai Akhir

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s