[catatan #18 Ramadhan] Aku Sukaaa Yang Manis-manis! :p

Kemarin saya dapat kejutan manis sekali waktu itikaf. Sehabis sholat subuh, saya menemukan ada benda aneh di atas tas. Terakhir saya tinggalkan tidak ada apa-apa di situ. Saya perhatikan ternyata sebuah kertas. Awalnya saya pikir ada orang salah taruh, ketika saya ambil ternyata kartu lebaran!!

Kartu lebaran itu dikirim oleh seorang adik kelas yang juga i’tikaf di tempat yang sama. Sudah bertahun-tahun tidak bertemu, dipertemukan di tempat itu. Padahal sebelum saya ke tempat saya meletakkan tas, saya sempat berpapasan dan dia berpamitan, tapi dia tidak menyinggung sama sekali tentang kartu. Ih surprise!

simply touching

simply touching

Menerima kartu ini tentu saja hati saya berbunga-bunga berkumbang-kumbang, hehe. Kayanya sudah puluhan tahun tidak menerima kartu lebaran. Terakhir waktu masih SMP. Sudah lama memang kartu lebaran tidak lagi populer, sudah ada telepon, kemudian mobile phone, terakhir internet, maka kartu lebaran rasanya so yesterday. Ajaib sekali adik kelas itu yah kepikiran memberi kartu di masa-masa seperti ini, apalagi diberikan pada orang yang baru saja bertemu. Tapi ternyata efeknya menyenangkan ya.

Sebetulnya saya sendiri memulai kebiasaan berkirim kartu sejak jadi Pengajar Muda kemarin. Berhubung sedang tinggal di daerah yang jauh, saya suka mengirim kartu dari daerah penempatan ke teman-teman di berbagai daerah. Ada kartu ucapan selamat ulang tahun juga sekadar kartu pos. Semua yang menerima kartu saya merasa senang, ada yang mengupload foto kartunya di instagram, ada yang buat note di facebook, ada yang balas kirim hadiah, ada juga yang membalas kirim kartu pos juga. Aktivitas kirim-kiriman kartu ini ternyata menyenangkan sekali. Romantis.

Setiap tahun juga Pak Anies Baswedan selalu kirim kartu lebaran ke rumah. Tujuannya buat orang tua saya. Pertama kali dikirim waktu saya masih di penempatan, jadi saya tidak tahu kalau Pak Anies kirim kartu, tahun ini-kalau kartunya sampai, teman-teman yang lain sih sudah pada terima-adalah tahun ketiga terima kartu lebaran dari Pak Anies. Pesan di dalamnya rasanya menghangatkan sekali.

Menjelang Idul fitri kali inipun, saya sudah menyiapkan beberapa kartu untuk dikirim. Tapi kartunya tidak kreatif, hanya beli kartu di depan kartu pos, desain-nya juga biasa aja. Sampai sekarang kartunya belum dikirim, selain memang belum sempat, juga merasa tidak enak hati sendiri karena kartunya biasa banget gitu. Haha. Tapi menerima kartu lebaran ini saya semakin sadar, sungguh sayapun tidak melihat kartunya, kawan saya ini juga kasih kartu yang gambarnya sama sekali tidak bertema lebaran. Bukan kemasan yang penting, tapi ketulusan sang pengirim, fakta bahwa saya dipilih untuk dikirimkan, itu yang penting banget. Hmm, jadi deh kirim-kirim kartu lebaran tahun ini, biarpun udah terlambat pasti sampainya. Haha.

Ayo dong yang lain kirimin aku kartu lebaran jugaaa *manja*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s