[catatan #9 ramadhan] Tir-Traktir

lihat gambar ini dulu baru baca tulisannya

lihat gambar ini dulu baru baca tulisannya

Al yadul ulya khairun minal yadis suflaa (HR Muslim) 

Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah

Waktu main di fanpage The Muslim’s Show kemarin ada 1 gambar menarik (sebenarnya hampir semua gambar menarik namun untuk kali ini gambar inilah yang mau saya bahas). Saya tidak akan mengulas gambarnya, silakan dilihat saja sendiri.

Saya sendiri sebenarnya tidak terlalu merasakan hal ini, hehe, bahwa kalau kita makan bareng sesama muslim pada berebut mentraktir begitu. Berhubung saya perempuan, kadang bagi kami kaum hawa pembayaran makan dilakukan secara fair saja, tidak pakai gengsi seperti di kelompok kaum laki-laki. Habis makan, kami tanpa gengsi akan membayar makanan sendiri-sendiri, kecuali kalau dari awal memang sudah ada perjanjian atau penawaran salah satu akan mentraktir. Andai kebiasaan mentraktir dengan tujuan mencari pahala atau berebut “hasanat” seperti digambarkan dalam komik sudah membudaya pasti menyenangkan sekali.

Kepasbangetan saya memang ingin mengangkat topik tentang traktir-mentraktir ini. Predisposisi sebenarnya adalah kejadian waktu berkunjung ke pameran monorail kemarin. Waktu kami foto di tukang foto keliling di depan monas, tanpa diduga satu kawan saya membayari semua foto kami. Katanya anggap saja kenang-kenangan karena kami cuma sesekali ketemu. Lama sesudahnya kami beli otak-otak di depan pameran monorail. Tiba-tiba satu kawan saya yang lain membayari otak-otak kami bertiga. Katanya gantian, tadi dia ditraktir foto, sekarang dia traktir otak-otak. Dan tersisalah saya tidak berkesempatan untuk gantian mentraktir mereka. Huhu.

Gagasan gantian mentraktir ini membuat saya teringat sebuah fragmen di sebuah serial korea (ga gw sebut ah judulnya, hihi). Adegannya adalah 2 orang wanita makan bersama di sebuah kafe. Wanita pertama usianya lebih muda meminta wanita kedua untuk datang ke kafe tsb karena ada hal yang ingin dibicarakan. Ketika akan berpisah, si wanita muda hendak membayar tapi dicegah oleh wanita kedua. Wanita kedua ingin membayar semua tagihan karena dia merasa sebagai orang yang lebih tua lebih pantas untuk mentraktir. Keduanya ngotot untuk membayar tagihan tsb. Akhirnya tercetuslah sebuah ide
“Lets split the bill. I’ll get yours and you pay for mine”
“Why?”
“So we will leave each other good impression”
Waktu itu mereka memang habis berantem sih. Hehe. Tapi gagasan leave each other good impression dengan saling mentraktir ini menarik banget buat saya. Huhu.

Sepertinya baik juga nih dicoba perilaku seperti ini, dijadikan karakter sebagai seorang muslim. Selain melatih diri untuk bermental kaya dengan tidak mengharapkan belas kasihan atau pemberian, juga bisa mendapatkan pahala kebaikan. Serta tidak ketinggalan, meninggalkan kesan yang baik. Bukankah tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah?

 

gambar dari fb fanpage The Muslim’s Show

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s