[catatan #7 ramadhan] Tolak Cinta Sederhana!

Agaknya Om Sapardi Djoko Damono-lah yang telah membuat frase “mencintai dengan sederhana” menjadi begitu tren di indonesia. Tapi maaf, membaca sebuah tulisan romantis pengantin baru di fb hari ini tentang “mencintai dengan sederhana” membuat saya bosan. Maka-sungkem dulu sama Om Sapardi-saya memutuskan untuk membuat arus berbeda.

“aku ingin mencintaimu dengan kompleks;
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada gergaji yang menjadikannya tripleks

aku ingin mencintaimu dengan kompleks;
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan

kulit kepada herpesviridae yang menjadikannya herpes simpleks”

 

“aku ingin mencintaimu dengan rumit;
seperti mantra yang diucapkan mbah dukun

ketika mulutnya komat kamit

 

aku ingin mencintaimu dengan rumit;
seperti yang dialami anak-anak di rumah kakeknya

saat ia hendak pamit”

 

“aku ingin mencintaimu dengan mewah;
dengan hati yang membuncah

menahan rasa yang melimpah

 

aku ingin mencintaimu dengan mewah;

bukan cinta yang diobral murah

ditambah dusta yang membuat gerah”

 

“aku tidak ingin mencintaimu dengan sederhana

karena kini cinta sederhana sudah begitu biasa

aku ingin cintaku istimewa

meninggalkan ke-umum-an di belakang kita”

 

 

 

~agaknya ke-geje-an catatan ini mengalahkan catatan #4. hehe. maaf kalau bikin sakit mata

Advertisements

10 thoughts on “[catatan #7 ramadhan] Tolak Cinta Sederhana!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s