Cerita Dari Pameran Monorail

Ahad 2 pekan lalu, tepatnya tanggal 7 Juli 2013 saya pergi ke monas. Sebenarnya tujuan ke monas untuk ikut sebuah acara. Tapi bukan Ludi namanya kalau tidak memanfaatkan sebuah kunjungan ke tempat hiburan dengan sebaik-baiknya. Hehe. Setelah agenda utama selesai, saya berencana untuk mampir masuk monas dan naik puncaknya serta melihat pameran monorail.

Untunglah saya berhasil merayu (meskipun lebih ke arah memaksa, hehe) seorang teman untuk turut serta ke agenda-agenda tambahan tsb. Akhirnya kami bertiga (dia mengajak satu orang lain) bersama menikmati monas hari itu.

Sayangnya rencana pertama gagal, karena antrian untuk naik ke puncak panjangnya kaya antrian pembagian zakat. Ogah banget deh panas-panas antri sepanjang itu, lagipula tak kan lari monas dikejar. Akhirnya kami langsung bertolak menuju pameran monorail setelah foto-foto di depan monas dengan menyewa jasa tukang foto di sana. Beneran kaya wisatawan kan? Hayhay.

ada patung yang bisa pose gini sayang banget kalau dilewatkan

ada patung yang bisa pose gini sayang banget kalau dilewatkan

Hari itu adalah hari terakhir pameran dibuka. Tujuan diadakannya pameran ini adalah untuk merangsang dan menginformasikan masyarakat Jakarta tentang monorail. Apalagi proyek monorail sempat terhenti, pameran ini bermaksud menjawab berbagai pertanyaan dan meyakinkan warga bahwa mimpi punya monorail sebentar lagi akan menjadi nyata.

Sama dengan monas, masuk pameran juga antri. Bedanya kalau antrian monas kaya pembagian zakat, antrian pameran monorail kaya antri di kasir indomaret pas awal bulan. Hihi. Antrian mengular tapi tidak terlalu lama, dan sambil antri ada layar besar yang menampilkan info-info tentang monorail juga film pendek yang mengilustrasikan keuntungan naik monorail ketimbang membawa kendaraan pribadi di jakarta. Jadi sambil mengantri minum air, ada gula ada semut. Peribahasa yang tidak nyambung.

mohon maaf dah ya ga jago ambil poto

mohon maaf dah ya ga jago ambil poto

Begitu masuk pameran, pengunjung langsung diarahkan masuk ke dalam replika monorail yang ada di sana. Dan tepat setelah masuk replika, di pintu akan ada pemandu pakai kerudung model baju adat betawi dengan 2 tangan saling ditempelkan di depan dada yang bilang “selamat datang..silakan foto-foto”. Sekilas membuat saya berpikir, “oh tujuan datang ke pameran ini hanya foto-foto yah”. Hehe. Dan tentu saja kami foto-foto di dalam sana dengan berbagai gaya pula. Setelah puas foto-foto kamipun keluar.

replika monorail tampak depan

replika monorail tampak depan

Setelah keluar sayapun melihat-lihat display yang lain. Tiba-tiba ada seorang bapak membawa kamera menegur kami. Saya lupa apa sapaan pertamanya (dan ga penting juga yah gw bahas, hehe) tapi sungguh bapak ini lebih menarik dibanding mbak-mbak kerudung betawi yang berdiri di berbagai tempat sambil senyum itu. Karena justru lewat bapak inilah kami dapat info lebih banyak.

Si bapak bertanya “udah punya tiketnya belum?”

Tentu saja kami belum punya, aneh nih bapak, lha wong monorail-nya aja belum beroperasi. Lalu si bapak kasih kami contoh tiket sambil kami bertanya-tanya lebih jauh. Monorail ini baru akan beroperasi tahun 2016 dengan pembangunan dimulai tahun 2014. Rute pertama yang akan beroperasi kemungkinan akhir 2014 yaitu di bandara CGK. Monorail akan jadi transportasi penghubung antar terminal di bandara. Ya, nunggu bis kuning (feeder bus) di bandara itu memang agak lama, mudah-mudahan setelah ada monorail transportasi penumpang jadi lebih cepat, apalagi kalau ada penumpang yang transitnya perlu pindah terminal.

Pembangunan monorail ini tidak akan menggusur lahan milik warga. Karena rel akan dibangun di jalan tol sehingga menggunakan tanah milik pemerintah. Monorail berjalan di atas satu beton dan rodanya ternyata ditutup ban karet! Katanya penggunaan ban karet untuk mengurangi kebisingan. Di sana diperlihatkan rel beton itu serta roda monorail-nya. Menarik buat saya mah.

Rasa-rasanya saya jadi tahu kenapa bapak ini ramah sekali pada kami dan banyak memberi informasi. Alasanya mungkin selain karena kami ceriwis dan banyak tanya, saya simpulkan dari sebuah pertanyaan beliau “sekolah di mana?”. Apah?! Dia menyangka kami anak sekolah. Hahaha. Disangka mahasiswa saja sudah girang-gemirang apalagi disangka anak sekolah. Mungkin karena kami lagi pakai baju putih. Hihi.

Si bapak tadi juga menawari kami untuk memfoto kami dengan kameranya, awalnya kami ragu karena toh kami tidak akan memilikinya. Ternyata si bapak menawarkan “nanti fotonya saya kirim lewat email”. Ihiiy. Baik banget. Setelah tahu kalau kami bisa memiliki foto ini juga maka sayapun sedikit ngelunjak, “pak, ambil fotonya agak mundur dong, biar monorail-nya kelihatan”. Pengunjung adalah raja. Dan benarlah, email foto kami dikirim keesokan harinya.

3 anak (disangka) sekolah

3 anak (disangka) sekolah

Best momen di pameran itu buat saya adalah ketika si bapak bilang ”itu tiketnya buat kalian aja”. Hore. Padahal ini tiket for demonstration only gitu, bukan tiket beneran, monorail juga baru ada sekitar 3 tahun lagi. Tapi dikasih tiket demo kami udah senang. Gimana yah, orang indonesia emang demen sama souvenir. Hehe.

Semoga pembangunan monorail ini lancar dan keberadaannya sukses membuat transportasi jakarta lebih baik.

Sampai jumpa di pameran berikutnya.

~ludi pameran mania

Advertisements

9 thoughts on “Cerita Dari Pameran Monorail

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s