Akun Aing, Kumaha Aing

Akhir-akhir ini saya kembali buka “reader” di wordpress dan mampir-mampir di postingan blog yang terlihat menarik di sana. Blogging memang hal yang sering membuat saya merasa kembali ke masa lalu. Blogging di masa kini, kadang rasanya sama dengan blogging 5 tahun lalu. Aktivitasnya tetap itu-itu saja, posting blog atau membaca blog orang lain, meninggalkan komentar atau membalas komentar yang masuk.

Masa awal ngeblog, postingan saya banyak bertema “diary” yang dipublikasikan. Memoar dengan gaya penulisan suka-suka saya. Mungkin bagi sebagian orang hanyalah “sampah”, atau “tak pantas dibagikan”, tapi yah, saya sih merasa semakin hari konten entry blog dan gaya penulisannya berangsur berubah.

Sebenarnya masih banyak blogger yang-saya rasa-mirip dengan pemikirulung (id blog saya) 4-6 tahun lalu. Isi blognya cerita-cerita keseharian, atau curcol-an ga penting. Tapi ternyata-mungkin ini masih pendapat yang sama dengan beberapa tahun lalu-postingan macam itu tidak selalu “sampah” bagi saya. Misalnya beberapa hari lalu saya baca blog orang yang isinya curhat kalau rak bukunya sudah penuh atau komiknya yang dimakan rayap. Sebenarnya sangat lumrah kalau saya komen “trus gw harus bilang wow?”. Apa urusan rak buku kita dengan orang lain? tapi ternyata curhatan itu saya anggap cukup menarik dan dalam hati saya bilang wow, soalnya rak bukunya rapi banget dan komiknya banyak, hehe. Bahkan cerita tentang komik yang dimakan rayap saja memberi manfaat buat saya karena di dalamnya dia menuliskan tips menghalau rayap. Bagi orang yang buku-buku juga komik-komiknya pernah diserang rayap 2 kali hal ini berguna banget.

Penting atau tidak adalah relatif. Manfaat atau tidak juga relatif. Bahkan privasi atau tidak, bisa jadi relatif. Agak membingungkan memang kehidupan kita sekarang ini dengan adanya sosial media. Yang dulu dianggap rahasia, sekarang banyak yang malah diumbar di akun socmed pribadi. Yang kita anggap tidak penting, bisa jadi dianggap penting buat orang lain.

kira-kira apa keyword yang saya tulis di google hingga gambar ini muncul?

kira-kira apa keyword yang saya tulis di google hingga gambar ini muncul?

Karenanya menarik juga melihat perbincangan di status fb seorang kawan tentang sharing foto USG. Ceritanya ada seorang calon ibu yang meng-upload foto usg nya di fb. Seorang kawan menegurnya karena dirasa tidak pantas. Kemudian si calon ibu ini me-remove orang yang menegur tsb. Dibahas di status fb orang lain. Dan ramailah komen yang masuk di sana, pro dan kontra. Saya sih ikutan menyimak saja, hehe. Ini sebuah contoh nyata tentang relativitas dalam mengukur kepantasan. Juga contoh nyata tentang batasan hak seseorang terhadap akunnya dan kebolehan orang lain dalam merespon.

Mungkin kehidupan nyata kita sudah semakin tidak menarik sehingga memicu untuk mengalihkan cerita ke dunia maya. Atau mungkin sebenarnya dalam hati kecil kita punya cita-cita tidak kesampaian yakni menjadi pembaca berita, sehingga aktivitas kita sekarang banyak diisi “membacakan berita”. Dan beritanya adalah berita tentang kita, di acara berita milik kita sendiri, hehe.

Siapa yang bisa memotong seorang pembawa berita yang memberitakan dirinya sendiri di stasiun TV miliknya? Tidak ada. Kalau anda tidak suka, matikan saja TV anda. Kalau tidak cukup, kirimkanlah surat pemirsa ke stasiun TV tsb. Kalau tidak cukup juga, lapor ke KPI (dalam hal ini berarti anda “report abuse” dan menurut saya ini berlebihan, hehe). Namun yang perlu anda ingat, siaran yang anda anggap mengganggu ini belum tentu mengganggu bagi orang lain. Jadi, kenapa anda tidak buat saja siaran tandingan di stasiun TV yang juga anda miliki?

Mungkin kita sudah demikian merasa sendiri sehingga memilih untuk berbagi di ruang-ruang publik atas nama kekuasaan hak akun pribadi.

Ah, tidak, ini bukan tentang anda. Ini tulisan yang saya serta merta saya buat setelah saya interupsi tulisan sebelumnya. Sebetulnya tadi saya berencana “curhat” tentang perasaan saya sekarang. Sudah jadi 1 kalimat lebih sedikit, lalu saya urungkan karena begitu ragu. Saya banyak memikirkan kira-kira apa gunanya kalau curhat itu saya lontarkan di keramaian begini. Ini bukan tentang anda, ini tentang saya, yang masih seringkali tergoda untuk menceritakan diri sendiri di akun socmed atau blog pribadi. Dan masih terus belajar untuk menimbang apa pentingnya, apa manfaatnya.

~dan jadilah tulisan yang lagi-lagi flight of idea. Hayhay.

 

Kamar belakang, 27 Juni 2013

link gambar: https://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQpMfDJdPVl4ZPSjcNi1kNAMRUkYmXlmSLVt2fKYKa7XDcV0k4n

Advertisements

4 thoughts on “Akun Aing, Kumaha Aing

  1. Waw, kayaknya kenal tuh siapa yang komiknya dimakan rayap.. Gwakakak.. Sebetulnya sih curcol gak papa ditaro di blog, cuman memang mesti dipikir lagi, layak atau tidaknya curhatan tersebut diketahui publik.. Setuju, Batasannya pun relatif untuk tiap orang.. Jadi ya kayak di multiply dulu: penting gak penting yang penting posting.. Gyahaha..

    • hahaha..soalnya komikku juga pernah dimakan rayap mas, sampai 2 x bahkan, ga cuma komik tapi dokumen dan buku. sedih banget

      dulu di MP aku gitu mas ogie, sekarang sih mikir-mikir..kl yang ga penting ya ga ditulis, hehe

  2. kalo saya sendiri, dibandingkan menilai isinya bermanfaat atau tidak, saya menikmati tulisan seseorang karena gaya bahasanya, kayak bahasa kamu, sangat indah menurut saya, seakan-akan kamu itu teman dekat saya yang sedang membisik-bisikkan cerita di telinga saya dan maaf kalo komentar saya hari ini akan banyak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s