Miskin Susah Makan, Kaya Rawan Perselingkuhan

Bukankah keterhijaban dari apa-apa yang kita inginkan bisa jadi adalah bentuk lain dari penjagaan Tuhan? (Ludi, 2013)

Kalau ditanya kondisi apa yang anda inginkan, kaya atau miskin, apa jawaban anda? Murid saya dulu bilang tidak mau jadi orang kaya, pernyataan yang membuat saya memberinya arahan panjang lebar hingga di akhir dia mengubah paradigmanya. Saya dengan yakin menginginkan hidup kaya, atau sebutlah berkecukupan. Dan saya dengan semangat mempengaruhi orang yang pengen miskin untuk menganulir keinginannya tersebut.

bahkan kaya arahnya ke kanan yah

bahkan kaya arahnya ke kanan yah

Namun menjadi kaya tidak selalu membawa kebaikan. Kondisi kaya ataupun miskin keduanya bisa jadi ujian. Ustad bilang (saya tidak tahu ini hadis atau bukan, sudah search tapi tidak ketemu) “ada orang yang keimanannya lebih baik ketika miskin, ada yang lebih baik ketika kaya”. Masing-masing orang memiliki ujian yang berbeda. Oleh karenanya saya pikir, hidup miskin tidak melulu buruk sebagaimana kaya tidak selalu baik.

Suatu hari saya lihat talkshow film 9 summer 10 autumns di IBF. Film ini diangkat dari novel dengan judul yang sama. Berkisah tentang perjuangan seorang pemuda dari keluarga miskin untuk kuliah hingga akhirnya sukses. Di talkshow ini Alex Komang (pemeran bapak) berujar bahwa karena kita bukan anak orang kaya makanya kita menjadi seperti ini. Maksudnya, justru karena kondisi ekonomi yang pas-pasan dia terbentuk jadi anak baik-baik. Dia mencontohkan betapa banyak anak orang kaya yang akhirnya terjerumus pada gaya hidup yang tidak baik dan narkoba. Alex Komang kabarnya juga berasal dari keluarga tidak mampu. Mendengar itu saya tertawa, merasa bahwa pernyataan ini ada benarnya juga. Saya berbisik pada ai yang saat itu di sebelah saya, “iya bener, kalau gw anak orang kaya mungkin ga tertarik ngaji dan ikutan rohis, mungkin gw akan jadi anak-anak gaul gitu. Karena bukan anak orang kaya, mau gaul ga ada modal”.

Baru-baru ini saya baca berita yang cukup mengejutkan. Salah satu dampak negatif dari sertifikasi guru adalah perselingkuhan. Sebab, dengan dana sertifikasi yang lumayan besar guru sangat rentan terhadap perselingkuhan.

“Dana sertifikasi guru lumayan tinggi, dari uang gaji yang diterima setiap bulan sebenarnya sudah mencukupi. Ditambah lagi dengan dana yang besar, guru sangat rentan perselingkuhan,” kata Rani Pribadi, Direktur Aksara, lembaga pembela hak-hak perempuan Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis, 24 Januari 2013.

Pernyataan ini bukan tanpa alasan dan landasan. Rani menyimpulkan dari pengakuan teman-temannya yang suaminya berprofesi guru, perselingkuhan karena ada uang berlebih terjadi di semua wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta. Bahkan ada seorang istri guru yang meminta dana sertifikasi dihapuskan, karena suaminya setelah punya uang banyak justru berselingkuh.

Miskin dekat dengan kekufuran, tapi kaya juga ujian. Sebenarnya kaya atau miskin bukanlah kondisi yang harus dihindari. Ketika Allah SWT meluaskan rizki seseorang, bukanlah sebuah jebakan untuk menyeretkan ke dalam neraka. Dan ketika Allah menyempitkan rizqi hamba-Nya, belum tentu menjadi jaminan atas surga-Nya. Begitupun sebaliknya.

Semua akan kembali kepada bagaimana menyikapinya. Kaya bisa jadi petaka jika kita tidak memiliki pondasi keimanan yang baik. Kata Bang Napi kejahatan terjadi bukan hanya karena ada niat tapi juga kesempatan. Kepemilikan uang yang berlebih bisa jadi salah satu bentuk kesempatan seseorang untuk berbuat keburukan, jika niat memang sudah ada, maka jadilah. Tapi lihat para sahabat kaya yang sedekahnya “gila-gilaan” sampai 100% hartanya, atau karena sedekahnya mendapat jaminan ke surge.

Muslim ideal itu bukan yang miskin saja atau yang kaya saja. Yang ideal adalah yang miskin tapi bersabar dan yang kaya tapi banyak berinfaq serta syukur. Jadi, yang masih miskin bersabarlah, siapa tau karena kesabaran itu mengantarkan ke surga.

Advertisements

14 thoughts on “Miskin Susah Makan, Kaya Rawan Perselingkuhan

  1. oiya.. ahad tengah malem ngeliat di sctv sinema wajah indonesia..

    di situ judulnya “miskin susah, kaya susah”

    produksinya dedi mizwar, seperti film2nya biasa.. filosofis..
    dan di situ tampak pilihan..
    dalam kondisi miskin seperti judulmu..
    kita semua tak sama dalam menyikapinya..
    bahkan suami istri sekalipun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s