Menjalani dan Mengalami

Suatu hari ketika sedang menjalani tugas sebagai Pengajar Muda, Pak Anies (Anies Baswedan) diundang acara off mata najwa di kampus Universitas Sriwijaya Indralaya. Mendengar kabar itu kami PM Sumsel-pun (PM Muara Enim dan Musi Banyuasin) memutuskan untuk ikut hadir kesana untuk bertemu Pak Anies, meskipun tidak diundang, hehe. Dan keputusan kami menemui beliau benar, karena ketemu Pak Anies di tengah penugasan tuh seperti bertemu oase di padang pasir.

Sambil makan siang kami mengobrol dengan santai. Dia tanya apa saja yang sudah kami dapatkan selama 10 bulan bertugas. Pembelajaran apa yang telah kami dapat, apa saja perubahan yang ada pada diri kami sekarang. Waktu itu, terus terang saya tidak bisa dengan lugas menjawabnya, perlu mikir dulu. Heu. Kalau belum ada, beliau bilang, mumpung masih ada waktu 2 bulan maka inilah kesempatannya untuk mencari jawaban itu.

Dari sekian banyak wejangan Pak Anies untuk kami, salah satu hal yang paling saya ingat adalah “menjalani tidak sama dengan mengalami”. Seperti halnya Pengajar Muda, kami semua menjalani hal yang sama, setahun mengajar di daerah terpencil Indonesia. Tapi pengalaman kami boleh jadi tidak sama. Contoh lainnya adalah wisuda mahasiswa S1. Semua yang ada di situ telah lulus, tapi tidak semuanya “jadi sarjana”. Atau contoh lainnya lagi haji. Bisa jadi orang sama-sama melakukan ibadah haji, tapi begitu pulang dari sana, efeknya tidak sama bagi masing-masing orang. Karena menjalani tidak sama dengan mengalami.

Menurut Pak Anies, orang yang punya pengalaman lebih adalah yang paling banyak berefleksi. Beliau berpesan agar kami sering-sering memikirkan apa important lesson learned dari hal-hal yang kami jalankan. Makanya tidak heran kalau borang laporan Pengajar Muda ada yang namanya “jurnal refleksi” dan tiap sub jurnal pasti ada pertanyaan “pembelajaran” alias lesson learned. Mungkin agar kami selalu berefleksi dari setiap hal, apa pembelajaran yang bisa kami ambil.

Kalau teman saya membuat jurnal refleksi pribadinya dengan foto. Berhubung malas menulis, dia memilih mengambil gambar atau video. Dari simpanan gambar atau video itu dia mengarsip bagaimana dirinya berubah dari hari ke hari. Dia bilang, foto yang dia simpan itu yang akan membantunya berefleksi dan mengingat apa pembelajaran yang dia dapat hari itu.

pengen punya journal yang tampilannya "lucu" gini deh

pengen punya journal yang tampilannya “lucu” gini deh

 

Sebenarnya resolusi 2013 saya salah satunya adalah membuat jurnal refleksi setiap hari. Itu masuk niatan mulia bagi saya, kenapa? Karena setiap hari! Haha. Konsistensi itu sulit sekali, mungkin itu sebab ALLAH SWT lebih menyukai ibadah yang sedikit tapi konsisten daripada banyak tapi hanya sekali dua kali. Konsisten menulis jurnal refleksi setiap hari adalah tantangan amat sangat besar buat saya, melihat track record waktu jadi PM dulu juga pernah berniat menulis buku harian setiap hari tapi rencana tinggallah rencana, bah! Rencana jurnalnya memuat apa yang saya lihat, dengar, rasakan, alami di hari itu kemudian ditambah apa lesson learned yang didapat.

Kenapa harus setiap hari? Yah karena kita hidup setiap hari, setidaknya sampai hari ini. Pasti ada pelajaran yang bisa diambil setiap harinya. Pelajaran itu tidak selalu baru, seringkali pelajaran yang didapatkan sebenarnya pernah didapatkan di hari-hari yang lalu. Tapi kita manusia sering lupa dan memang perlu diingatkan toh? Seperti tarbawi bilang bahwa spiritualitas kita seperti laut yang kadang pasang dan kadang surut. Jiwa kita seperti kaca yang kadang jernih kadang buram. Refleksi-refleksi itulah yang membuat saya kembali mengingat dan diingatkan. Juga sebagai catatan pencapaian, karena kadang melihat pencapaian diri sendiri di masa lalu bisa jadi penyemangat tersendiri untuk mengulangi atau melakukannya lebih baik.

~dan jangan tanya kapan jurnal refleksi saya terakhir ditulis, haha, haduh!

Advertisements

4 thoughts on “Menjalani dan Mengalami

    • eh dibilang jangan tanya malah nanya juga :p

      ga semua bisa dibagi, karena banyak yang sifatnya personal sekali. ihiy

      eh kamu masih inget aja yah..gatau juga jar, belum kontak lagi, soalnya kan udah lama meninggalkan aceh dan anak-anaknya masih kecil-kecil, gada kontaknya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s