Lapang Si Daun

daun maple jatuh itu buat saya "sesuatu"

daun maple jatuh itu buat saya “sesuatu”

selama ini kita dekat

berdampingan

berpegangan

tapi tidak saling berbalasan

 

aku yang senantiasa berpegangan padamu

sementara kau bergeming

 

selama ini kita hidup bersama-sama

kau telah lebih dulu ada

aku sesudahnya

 

sesekali angin membuat kita bersentuhan

sesekali angin membuat kita bergesekan

tapi kau tetaplah kau

berdiri dalam diam

 

hidup yang mempertemukan kita

hidup yang membuat kita bersama

dan hidup pula yang memberiku kesempatan tak lama

 

kau masih gagah berdiri

sementara peganganku tak erat lagi

 

hingga angin kembali

untuk mengeksekusi

 

dalam usaha terakhir aku masih berpegangan

tapi kita memang tak pernah berbalasan

dan angin merenggut usaha terakhirku

 

pada angin aku tak benci

pada dirimu aku tak benci

pada hidup, ah, apalagi padanya, bagaimana aku bisa benci

yang meski memisahkan

ia juga yang mempertemukan

 

pada pucuk yang kini mengisi tempatku

aku juga tak benci

 

dalam sendu kupandang pucuk itu

kelak akan senasib denganku

tapi biar kubisikan kabar baik ini untukmu,

 

dia juga tak memilih untuk membenci

 

cijantung, 13 12 12

 

 

*pada tau ga ini terinspirasi dari novel apa? hehehe

Advertisements

3 thoughts on “Lapang Si Daun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s