Kompas Jack Sparrow dan Penggaris Bapak

“Hidupmu tidak ditentukan oleh keramaian.” (Soren Kierkegard)

Kemarin saya ikut kajian, temanya pengokohan peran keluarga. Hehe. Sebenarnya memang kurang “pas” dengan kondisi saya saat ini. Tapi sungguh bukan itu yang ingin saya bahas, ini cuma pengantar saja. Berhubung materinya tentang keluarga, ustadz memberi nasihat juga tentang pembentukannya. Beliau berujar bahwa ketika merintis sebuah keluarga, seperti membangun perahu yang akan dibawa berlayar. Antara suami dan istri dari sejak awal harus menyepakati, kemana tujuan perahu, apa kompas yang dipakai, bahkan sampai perahunya mau dicat warna apa.

Yang menarik bagi saya adalah ketika ustad bilang “kompas apa yang dipakai”. Hei, bukankah semua kompas adalah sama, menunjuk ke arah utara? Jadi kompas apapun yang dipakai seharusnya tidak masalah. Tapi untuk kali ini saya sepakat dengan frase yang ustad gunakan, karena memang benar adanya kompas tidak hanya satu jenis saja.

Lagi-lagi pikiran saya melayang jauh sekali, kali ini ke film “Pirates Of Caribbean”. Di film itu diceritakan kalau Kapten Jack punya “kompas rusak” karena tidak menunjuk ke arah utara. Ketika Will Turner memutuskan bergabung dengan Jack Sparrow, ia dicibir karena dia bergabung dengan seorang yang mengaku kapten padahal tidak punya kapal dan memiliki kompas yang dianggap rusak (eh kalau saya silakan koreksi ya, udah agak lupa, udah lama nontonnya soalnya). Tapi Kapten Jack santai saja dengan cibiran orang mengenai kompasnya, dia bilang untuk apa membutuhkan kompas yang menunjuk ke utara jika memang tidak berencana dengan pergi ke utara.

ini kompas yang dimaksud

ini kompas yang dimaksud

Kompas Jack Sparrow adalah kompas yang berbeda dengan kompas konvensional. Kompasnya tidak menunjuk ke utara tapi ke Isla de Muerta (island of the death), tempat tujuan mereka. Bagi orang lain kompasnya rusak, tapi sejatinya kompas itu sempurna. Jadi benar, kompas itu tidak hanya satu jenis saja (setidaknya di film, hehe).

Saya juga teringat sebuah kejadian lain di rumah. Bapak saya adalah seorang penjahit (dulu). Karenanya di rumah banyak alat-alat jahit, salah satunya penggaris. Penggaris bapak banyak macamnya. Sebenarnya apa sih guna penggaris? Untuk membantu ketika kita ingin membuat garis, ya kan? Kebanyakan orang membutuhkan penggaris sebagai alat bantu dalam membuat garis lurus. Bapak saya punya penggaris yang tidak lurus alias bengkok. Suatu hari ada anak-anak yang heran melihat penggaris itu, “itu penggaris? Ko bengkok?”. Mungkin anak itu heran karena merasa penggaris ini tidak sesuai dengan fungsinya, bagaimana mungkin membuat garis lurus dengan penggaris yang bengkok. Tapi seperi Jack Sparrow bilang “kenapa kita membutuhkan penggaris yang lurus jika kita ingin membuat garis yang memang lengkung?”

Begitulah seringkali cara kita memutuskan, berdasarkan kesamaan dengan kondisi secara umum. Kita memutuskan sesuatu itu rusak atau cacat ketika kondisinya berbeda dengan kebanyakan. Padahal harusnya sesuatu itu dikatakan rusak ketika tidak berjalan sesuai fungsinya.

Seorang anak dianggap bodoh ketika tidak bisa membaca dan menulis padahal mungkin otaknya “berfungsi” baik dalam hal menganalisa ruang. Seorang anak dianggap bodoh ketika tidak bisa berhitung padahal mungkin otaknya “berfungsi” baik dalam bicara dan merangkai kata. Tidak adil sesuatu itu dianggap rusak ketika kita belum tau sebenarnya apa fungsinya. Dan nilai ini bisa luas sekali digunakan dalam segala konteks kehidupan kita.

.
.
.
.
dan ini adalah tulisan dengan ending “nggantung” saya yang lain. idenya habis. hehe

Ada yang bisa kasih contoh lain? :p

Advertisements

8 thoughts on “Kompas Jack Sparrow dan Penggaris Bapak

  1. Contoh:

    A: “Hari gini handphone-nya masih N*kia 1110, jadul banget, gue dong pake smarthphone bisa buat nge-socmed”

    B: *cuma ngebatin: belum tahu dia kalo hape jadul ini buat jualan pulsaku omsetnya ratusan ribu per hari, atau buat ngebobol bank”. lah elu cuman buat ngabisin pulsa gak datengin duit*

  2. wihii.. yang di twit jadi tulisan
    aseek dah ni

    jadi inget pernah mengistilahkan sunnah dengan kompas penunjuk jalan kita

    kalo kompasnya beda.. bukan sunnah rasulullaah tapi ‘sunnah’ milik orang atau pemikiran lain, ya nyampenya beda..
    melenceng 1 derajat aja nyasarnya jauh.. =D

    *koq panjang ya.. haha

    • sebenernya tulisan ini udah jadi sebelum ngetwit, hehe, tapi dipost di fb, seperti tulisan2ku yang lain sebelum ini yang bahkan ga kupost disini 😀

      tergantung istilahnya kali yah, tapi kl kompas melenceng mah itu rusak berarti, hehe

  3. Contoh lagi:

    A: “Mau kemana, bang?”

    B: “Mau nyervis printerku nih”

    A: “Eh, masih demen ya pake printer dot-matrix? Itu kuno banget tauk. Kenapa gak pake printer laser jet? Daripada di servis, jual aja tuh printer dot-matrix mu”

    B: “Printer yg kelihatannya rongsokan gini udah lebih dari 8 tahun berjasa buat nyetak billing usaha warnetku. Emang printer laser jet yg super canggih bisa?”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s