Antara Membaca dan Bicara

“jangan sampai jadi umat yang wahyu pertamanya “bacalah” tapi kita tidak suka membaca”

Ceritanya ada seorang teman yang saya kagumi dalam hal public speaking-nya. Yang mengangumi dia bukan cuma saya, tapi juga teman-teman saya yang lain. Dia ini, untuk memudahkan penyebutan mari kita sebut dia Joko, kalau sudah berbicara maka semua mata akan tertuju padanya. Hehe. dia sukses mendapatkan perhatian orang lain, penyampaiannya runtut dan isi pembicaraannya juga menarik.

Sedangkan saya, Pemi Ludi, adalah orang dengan bahasa lisan yang kurang baik. Saya kerap merasa belibet kalau ngomong. Apa yang ingin saya utarakan seringkali tidak efektif tersampaikan. Belum lagi soal efisiensi, wah, kacau juga itu. Kadang suka ngomong panjang lebar tapi tidak jelas intinya apa. Hiks. Maka bagi saya Joko adalah sosok model yang bisa saya tiru untuk belajar.

Suatu hari saya menyatakan kekaguman akan kepandaian berbicara Joko kepadanya langsung sambil minta tips bagaimana agar saya bisa pandai bicara juga. Disinilah yang menarik. Sebenarnya saya minta tips yang sifatnya teknis. Misalnya ada orang lain yang pernah kasih saran pada saya untuk mikir 3-5 detik kata kunci dari apa yang ingin saya katakan sebelum berbicara dan menyampaikannya tanpa panjang lebar. Alih-alih memberi tips semacam ini Joko hanya bilang pada saya “apa ya? Banyak baca kali ya?”.

Saya tentu saja tidak puas dengan hanya tips itu. Karena tadi sudah saya bilang, ini kurang pas dengan apa yang saya harapkan. Tapi Joko tidak bisa memberikan tips yang lain lagi. Maka terima saja terima. Lalu kemudian saya berpikir, apa hubungannya membaca dengan kepandaian berbicara.

Sayapun teringat beberapa kejadian. Dalam sebuah forum ada kawan bercerita, yang lain menanggapi, saya juga. Tanggapan saya kali itu menurut saya pribadi adalah keren sekali. Terserah kalau orang tidak sepakat, tapi saya sendiri merasa bangga bisa memberi tanggapan cerita demikian. Darimana saya bisa dapat cerita itu? Dari membaca. Dari cerita yang pernah saya baca di sebuah majalah jauh sebelumnya. Kali lain ada sebuah sesi tanya jawab, seseorang bertanya dan saya diminta menjawab. Kalau ditelaah, jawaban yang saya berikan itu saya kutip dari artikel yang lagi-lagi saya ketahui dengan membaca. Dan kalau mau mengingat lebih banyak lagi, maka akan saya dapati banyak bahwa dari apa-apa yang saya sampaikan, bagaimana opini saya terbentuk, bagaimana saya mempertimbangkan dan membandingkan, didasari oleh pengetahuan yang saya dapat dari membaca.

Okelah membaca memang tidak ada kaitannya secara langsung dengan skill public speaking. Tapi membaca erat kaitannya dengan substansi dari pembicaraan itu sendiri. Membaca membuat omongan kita lebih berbobot. Membaca memberi kita modal berbagai data jika tiba-tiba memberi pertimbangan. Membaca juga membuat kita seolah punya contekan di otak kalau dapat pertanyaan susah. Hehe. Tentang cara penyampaiannya, biarlah itu dilatih sambil jalan.

Ah, lagi-lagi saya diingatkan untuk membaca *malu*

Advertisements

12 thoughts on “Antara Membaca dan Bicara

  1. iya, aku lebih panda berbahasa tulisan, soalnya bisa mikir dulu, hehesebenarnya kalau sudah jelas apa yang aku pengen omongin aku bisa lancar ngomong, suka belibet tuh kalau dapat pertanyaan mendadak trus aku gatau jawabannya. atau kadang isi otakku banyak sekali dan aku bingung gimana menyampaikannya dengan runut dan sederhana

  2. menurutku saran "joko" ada benernya, Di…karena semakin sering latihan bicara, makin fasih..tetep membaca itu perlu, wt memperkaya kosa kata, nambah ilmu pengetahuan, wt modal berbicara lah..jd klo modal berbicaranya ud banyak, sering2 deh ketemu orang wt praktek..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s