mirabilis jalapa

Siang itu kita jalan bersama

Dan melewati sebuah padang rumput luas

 

Aku berdecak “ih bagus ya..”

Aku terkagum melihat bunga-bunga manis yang menyembul diantara ilalang

 

Kau menampik “euh..ga juga”

Persepsimu tentang keindahan terganggu dengan rumput liar tak terurus

 

Dan kitapun berdebat tentang keindahan dan sebaliknya

Tapi kemudian kita pula yang menyudahinya

 

Karena aku tetap tak peduli dengan apa yang kau bilang

Sambil terus berseru riang, tiap menemukan kembali bunga yang mengintip

Diantara semak yang menghimpit

 

Dan kau juga tak peduli dengan keceriaanku

Sambil menekuri bagaimana caranya merapikan belukar itu

 

 

Kulihat kerut masih menghuni dahimu

Akupun berbisik “mari kita kesini lagi”

“tapi nanti

sekitar pukul 4 sore hari”

Dengan enggan kaupun menyanggupi

 

Maka sore itu kita kembali

Dan menemukan Mirabilis jalapa bermekaran disana sini

 

Kulirik wajahmu

Kali ini kau tersenyum sedikit

 

Semak hijau yang tadi siang kita lihat

Kini terkembang menjadi bunga

 

Di perjalanan pulang, hatiku merekah seperti Mirabilis jalapa

Kau bergumam dalam hati

“andai rumput liarnya tidak ada, pasti lebih indah lagi”

 

Muara Enim, 18 April 2012

Advertisements

27 thoughts on “mirabilis jalapa

  1. ayyeshakn said: yang apa aja bisa kok, mbak..dulu aku seringnya ketemu yang ungu, merah marun, ama putih.. 🙂

    nanti deh aku coba..tapi ko aku jadi sangsi ya yang kusangka mirabilis ini beneran mirabilis atau bukan 😀

  2. pemikirulung said: nanti deh aku coba..tapi ko aku jadi sangsi ya yang kusangka mirabilis ini beneran mirabilis atau bukan 😀

    Itu bukannya sejenis bunga terompet petunia ya, mbak?
    kalo bunga mirabilis jalapa, karakternya seperti yang bu dokter prita bilang, mbak..

    *setahu aku, sih*

  3. pemikirulung said: nanti deh aku coba..tapi ko aku jadi sangsi ya yang kusangka mirabilis ini beneran mirabilis atau bukan 😀

    Ludi sedang di Muara Enim?
    Muara Enim yang dekat Tanjung Enim Sumsel kan?
    Itu kota kecil tempat asal oma opa mbak Rien 🙂

    Sedang tugas atau tinggal disana skrg?

  4. ayyeshakn said: kalo bunga mirabilis jalapa,

    ciri khasnya, bijinya warna coklat tua kehitaman muncul saat bunganya luruh. Jadi di sela-sela daun ada bulatan2 biji. Saat maghrib hingga malam, samar2 tercium baunya harum. Harumnya sangat samar, mungkin saja tidak disadari kalau tidak terbiasa

  5. drprita said: ciri khasnya, bijinya warna coklat tua kehitaman muncul saat bunganya luruh. Jadi di sela-sela daun ada bulatan2 biji. Saat maghrib hingga malam, samar2 tercium baunya harum. Harumnya sangat samar, mungkin saja tidak disadari kalau tidak terbiasa

    ^___^v

  6. drprita said: ciri khasnya, bijinya warna coklat tua kehitaman muncul saat bunganya luruh. Jadi di sela-sela daun ada bulatan2 biji. Saat maghrib hingga malam, samar2 tercium baunya harum. Harumnya sangat samar, mungkin saja tidak disadari kalau tidak terbiasa

    Manis kok endingnya, abang :3

  7. drprita said: ciri khasnya, bijinya warna coklat tua kehitaman muncul saat bunganya luruh. Jadi di sela-sela daun ada bulatan2 biji. Saat maghrib hingga malam, samar2 tercium baunya harum. Harumnya sangat samar, mungkin saja tidak disadari kalau tidak terbiasa

    ludi..

  8. drprita said: ciri khasnya, bijinya warna coklat tua kehitaman muncul saat bunganya luruh. Jadi di sela-sela daun ada bulatan2 biji. Saat maghrib hingga malam, samar2 tercium baunya harum. Harumnya sangat samar, mungkin saja tidak disadari kalau tidak terbiasa

    si kau itu sapa di?

  9. drprita said: ciri khasnya, bijinya warna coklat tua kehitaman muncul saat bunganya luruh. Jadi di sela-sela daun ada bulatan2 biji. Saat maghrib hingga malam, samar2 tercium baunya harum. Harumnya sangat samar, mungkin saja tidak disadari kalau tidak terbiasa

    @katerinas
    aku tinggal di KABUPATEN muara enim. bukan KOTA muara enim mba 🙂

    fyi ini aku lagi ke kota, numpang tidur di rumah kawan di tanjung enim

    @drprita
    suatu hari akan kucari mirabilis yang sebenarnya bu. insya Allah. makasih atas diskusi yang menarik ini

    @rifzahra
    kaya penulisnya ya. hehehe

    @jaraway
    siapa aja yang merasa. hehehe. ini ga mengacu pada orang tertentu

  10. drprita said: ciri khasnya, bijinya warna coklat tua kehitaman muncul saat bunganya luruh. Jadi di sela-sela daun ada bulatan2 biji. Saat maghrib hingga malam, samar2 tercium baunya harum. Harumnya sangat samar, mungkin saja tidak disadari kalau tidak terbiasa

    jiah belum bisa tidur juga ni ludi.. haha

  11. drprita said: ciri khasnya, bijinya warna coklat tua kehitaman muncul saat bunganya luruh. Jadi di sela-sela daun ada bulatan2 biji. Saat maghrib hingga malam, samar2 tercium baunya harum. Harumnya sangat samar, mungkin saja tidak disadari kalau tidak terbiasa

    oh iya maaf keliru, betul kab Muaraenim itu 🙂
    Meski 15 thn terakhir baru 10x balik (itupun 1x setahun) tapi mbak hafal dan tau kab itu. Ada kebun duku disana. Kalo di Tanjung Enim ada rumah tinggal juga.
    Main2 ke Air Terjun Bedegung kalo sudah di Tanjung enim. Cuma 20menit perjalanan menuju kesana. Lumayan buat menikmati pemandangan hutan hijau dgn curahan air jatuh yg segar…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s