Rahasia Dapur Kita

Apa yang akan anda lakukan bila orang lain meminjam henpon anda? Meminjam dalam rangka ingin di-explore, bukan untuk meminta pulsanya. Mungkin anda akan memperingatkan orang tsb “jangan baca-baca smsnya ya”. Mungkin juga tidak begitu. Tapi kebanyakan orang memang tidak suka kalau inboxnya dibaca orang lain. Privasi itu.

Di kemudian hari saya menemukan benda lain yang memuat banyak privasi juga seperti henpon-bagi saya-yakni kamera digital. Rasanya malu kalau kamera digital kita dipinjam orang dan dia melihat foto-foto di dalamnya. Hm, seperti terbongkar rahasianya. Apalagi saya kadang kalau foto posenya gila, segila-gilanya. Jangan bayangkan foto-foto artis yang sering menggoyang infotainmet, tapi foto-foto ngaco, dengan memanfaatkan segala properti sekitar secara nyeleneh, yang bahkan teman saya saja malas menyimpannya.

Termasuk juga komputer jinjing. (Sebenarnya semua berhubungan dengan penyimpanan memori ya). Saya pernah tanya ke ai, waktu dia memakai laptop saya, “kalo laptop kita dibuka orang, rasanya malu ga si? Kayanya jadi bisa dilihat banyak hal tentang kita”. Ketika laptop dibuka, yang pertama menunjukkan kita adalah password. Password itu unik, dan pemilihan password sifatnya personal. Yang lagi dimabuk cinta passwordnya nama atau pengakuan cinta orang yang dicintanya. Yang suka berdoa passwordnya basmalah. Yang tidak mau repot tidak pasang password. Hehe. Setelah itu layar desktop. Saya pernah menilai seorang pria romantis sekali karena melihat desktopnya. Disana terpasang foto istrinya, dan sebuah teks lagu. Lagunya membuat saya merasa iri pada si istri, lagu “sempurna”nya Andra and The Backbone. Oo..maa..pengen juga ada laki-laki nyanyi lagu itu ke saya. Hayhay.

Di dalam laptop ada pekerjaan, ada ilmu dan pengetahuan, ada hiburan, ada kegemaran, ada pula curhatan (hihi). Di dalam laptop ada surat-surat saya untuk orang lain, isinya uneg-uneg tapi tidak pernah jadi saya kirimkan. Di dalam laptop ada chatlog berusia ribuan tahun (haha, ampun lebaynya), ada catatan obrolan saya dengan berbagai teman dalam berbagai waktu. Di dalam laptop ada ratusan tulisan di blog, juga puluhan draft berumur tahunan yang tak terselesaikan. Di dalam laptop ada kumpulan quote atau sms teman-teman yang sengaja saya simpan. Jadi, kalau dulu Efa pernah bilang bilamana ada orang yang menemukan buku sakti saya maka dia akan tahu banyak tentang saya, begitupun dengan laptop. Bila ada orang yang dengan teliti meng-explore-nya, dia akan tahu saya sukanya nonton film apa (lhah!).

Waktu kami, Pengajar Muda, menjelang deployment, kami berbagi “file”. Dari komputer di tempat pelatihan disediakan berbagai materi pelatihan dan bahan-bahan lain yang kelak akan dibutuhkan ketika bertugas. Karena tidak semua sempat meng-copy, maka di tengah kesibukan ketika di jakarta, kami saling berbagi harta itu. Kami juga berbagi apa-apa yang kami miliki demi bekalan deployment. Mulai dari file-file yang kiranya akan berguna untuk menjalankan tugas, sampai file-file yang berguna untuk mengusir rindu pada sesama teman, seperti foto-foto dan video, bahkan termasuk file-file yang mungkin bisa mengusir suntuk, bosan, atau untuk mengambil jeda dari rutinitas, dialah film-film dengan berbagai judul dan asal negara.

Saking banyaknya file yang dishare, seringkali bahkan kami tidak tahu apa saja yang kini sudah memuati hard disk kami. Yang pasti saya sih begitu. Ada ratusan GB file yang masuk, entah apa saja itu, saya belum sempat membuka semuanya. Ada puluhan film yang tak sempat saya tonton satu per satu.  Jadi jangan heran bila ada saja diantara kami yang meminta bahan ini itu, dan dijawab dengan “ada di folder indonesia mengajar, coba deh dicek”. Ada saja saat-saat saya dibuat takjub sendiri dengan isi hard disk saya ketika saya –iseng-iseng-meng-explore-nya.

Yang menarik adalah ketika kemarin saya mengeksplorasinya lagi. Tujuan utamanya ingin mencari file power point dari diknas. Tapi saya sampai pada sebuah folder judulnya “transit library”, saya buka dan telusuri isinya. Agak berantakan, maksudnya, tidak jelas ini secara umum file tentang apa, tidak ada kesamaan tema. Dan ketika saya membuka file itu satu per satu, ternyata menarik! Saya merasa file-file ini personal sekali. Isinya sama sekali bukan curhatan atau surat cinta, hehe. Hanya saja, file-file itu benar-benar unik, menggambarkan latar belakang pendidikan si pemilik, juga kegemaran (atau juga impian)nya.

Waktu membuka itu saya jadi penasaran betul file milik siapa ini. Teliti punya teliti akhirnya saya punya 1 suspect. Dan kemudian saya bertanya-tanya, kira-kira si pemilik folder ini perasaannya bagaimana ya kalau tahu foldernya tersebar diantara kami Pengajar Muda. Kalau dia tahu kami punya contoh-contoh tulisannya, kami bisa baca puisi-puisi yang dia buat, dan masih banyak lagi. Atau jangan-jangan dia sengaja memasukkan ini ke dalam folder Indonesia Mengajar yang disebarkan bagai epidemi ke hardisk-hardisk kami. Hm. Hm.

Advertisements

8 thoughts on “Rahasia Dapur Kita

  1. @bleruangkejadi pengen ngintip laptop mu fat..@carrot emang wortel ada yang laki-laki ya?@muqorrobinah om syaikh ada ada aja, emang bisa ninggalin anak istri sekitar 14 bulan?ga usah jadi PM om, dukungannya bisa macem2 ko. mau jadi penyala ga? atau donatur. aku sangat menerima ni, buat anak-anakku di aceh utara @jaraway huss..jangan bilang-bilang kamu pernah tau password ku di depan umum gini :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s