Anakku Semua Pintar

âTidak ada anak yang bodohâ?

âhey bangaiâ?, begitulah ucapan yang sering sekali saya dengar disini. Di hari-hari awal saya tinggal disinipun saya sudah mendengar kosakata itu. Bangai. Ternyata artinya adalah âbodohâ?. Bangai adalah kata yang paling sering digunakan untuk mengatai orang lain. Maknanyapun meluas, tidak hanya bodoh dalam artian mendapat nilai jelek di sekolah atau tidak bisa menjawab pertanyaan guru, tapi bisa berarti tidak bisa, tidak mampu, tidak mau menurut, dan banyak lagi. Pokoknya segala jenis ketidakmampuan bisa membuat seseorang dikatakan bangai. Kata ini jadi sangat biasa diucapkan. Bahkan adik saya yang kecil pernah mengatai saya bangai suatu hari hanya karena dia melihat saya menolak diberi uang. Anak kelas 2 SD, mengatai saya âkak Ludi bangaiâ?.

Saya risih mendengar kata itu. Apalagi setelah saya tahu kalau artinya bodoh. Rasanya di telinga saya terdengar seperti orang jakarta bilang âbego lo!â?. Apalagi, karena saya tidak fasih berbahasa aceh, orang di sekitar saya sering menerjemahkan bahasa-bahasa aceh menjadi bahasa indonesia, atau menggunakan bahasa Indonesia jika sedang berkomunikasi di sekitar saya. Jadilah saya sering dengar âkamu bodohâ?, atau âdia bodoh kak Ludiâ?.

Murid sayapun begitu. Di kelas, bila ada anak yang tidak bisa menjawab pertanyaan maka anak lain akan sukarela tidak terpaksa berkata keras âhey bangaiâ? atau âdia bangai Buâ?, yang bilang begitu tidak cuma satu anak, tapi banyak. Tidak bisa melihat kejadian seperti ini terus berlanjut, akhirnya saya membuat sinyal baru di kelas

âanak Indonesia? Mandum caroeng!!â?

Setiap saya bilang âanak Indonesiaâ?, anak-anak akan menjawab mandum caroeng. Sayapun bertanya pada mereka, âapa arti mandum caroeng?â?

âsemua pintar!â?

âJadi, ada tidak anak yang bangai?â?

âhanaaa!â? jawab mereka serempak. Saya nyengir lebar mendengarnya.

Entahlah, apakah saking terinternalisasinya kata bangai, meski saya sudah memberlakukan sinyal ini, ada saja anak yang memplesetkan atau memodifikasinya. Pernah ada anak yang bilang

âanak Indonesia? Mandum caroeng! Anak aceh? Mandum bangai!â?

Sebenarnya alasan saya menyebut anak Indonesia adalah untuk mengingatkan mereka kembali, bahwa mereka adalah anak Indonesia. Jadi, kalau sudah ada yang memplesetkan begini, saya akan bertanya

âkalian anak Indonesia atau bukan?â?

âanak Indonesiaaaâ? begitu teriak mereka.

Tapi tidak selalu begitu, ada juga yang jawab âbukaaan, anak aceeeh!â?

Saya akan tanya lagi âanak aceh itu anak indonesia atau bukan?â?

âiyaaa.â?

Tapi sekali lagi, tidak selalu begitu kawan, seperti di apel pagi hari ini, masih ada yang jawab âbukaaan!â?

Saya tidak boleh menyerah, saya beri pengertian lagi, âanak aceh, anak Jakarta, anak kalimantan, anak sangihe, anak papua, semuanya anak indonesia. Jadi kalian anak Indonesia atau bukan?â?

âanak Indonesiaaaâ?

Syukurlah. Sayapun tanya lagi âkalau begitu, kalian pintar atau tidak?â?

âpintarâ?

âada yang bangai?â?

âhanaaaâ?

Pagi ini saya katakan di depan semua siswa SD 2 Langkahan, mulai saat ini tidak ada lagi yang menyebut kawannya dengan âhey bangaiâ, sebutan itu harus diganti dengan âhey caroeng!â?. Siangnya, di kelas saya dengar anak kelas sebelah memanggil anak di kelas saya âhey caroengâ?, tapi tidak berapa lama disusul âhey bangaiâ? lagi.

Saya tahu ini tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tapi inilah yang akan saya kampanyekan selama berada di sini. Saya ingin anak-anak itu tahu, bahwa mereka adalah anak Indonesia, bahwa mereka semua pintar, dengan kepintarannya masing-masing.

Salam anak pintar dari barat Indonesia,

Pemi Ludi

Terjemahan:

Bangai: bodoh

Caroeng: pintar

Hana: tidak ada, tidak

Mandum: semua

Advertisements

5 thoughts on “Anakku Semua Pintar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s