cathar anak gaul puncak

peringatan: ini cuma racauan yang terlalu biasa

hari ini adalah hari ahad. kalau anda tinggal di kabupaten bogor. hari ini adalah hari pesiar, kalau anda adalah PM 2 yang tinggal di wisma hubla. hari pesiar adalah hari dimana kami, para PM, dibolehkan memegang henpon dan kamera milik kami masing-masing, dibolehkan keluar dari wisma sampai jam 9 malam, dan tidak memiliki sessi apapun yang harus diikuti. meski di hari pesiar tidak disediakan makan siang di wisma, tapi sepertinya tidak satupun dari kami yang merisaukan hal itu. yang penting bisa pesiar kawan!

hari pesiar, kalau anda memang ingin tahu, atau kalaupun tidak, baiknya klik ctrl dan w secara berbarengan saja karena saya memang ingin menceritakannya, diisi dengan kegiatan yang berbeda-beda dari tiap orang. ini “me time”, terserah masing-masing orang mau ngapain. yang kadang terasa senjang adalah manakala anak jakarta berpapasan dengan anak luar jakarta dan terjadi percakapan
“mau kemana?” (dengan pakaian rumah, belum mandi, kucel)
“gw mau keluar” (berpakaian rapi, bersih, wangi, bawa tas) “lo mau kemana hari ini?”
“gw ga kemana-mana, mau nyuci sama nyetrika aja”
buat saya, mereka terlihat seperti pembantu dan majikan. sementara majikan jalan-jalan, pembantu di rumah beres-beres. untunglah hanya saya yang berpikir usil begitu.

anak yang tinggal di jadebotabek biasanya hari pesiar akan kembali ke rumah orang tuanya. meski ada juga tipe bang thoyib yang tidak mau pulang. sementara anak luar jadebotabek, biasanya keluar jalan-jalan, paling-paling main ke botani square (disingkat dengan tidak pantas bagi saya orang jakarta, boker )

hari ahad tidak selalu hari pesiar. pernah juga hari ahad diisi dengan kegiatan. kalau sudah begini saya tidak pulang. jadi saya pernah juga merasakan hari ahad di wisma. dan sepertinya ini memang sudah karakter saya, ketika tidak ada kegiatan, maka saya akan mengisinya dengan tidur. horee!! bahkan kalau saya pulang ke rumah pun, setelah mengobrol sedikit, makan, saya masuk kamar dan tidur. jadi, mau di rumah atau di wisma, kegiatan saya sama. hadeeuh.

hari ini hari pesiar. eh, tadi sudah saya sebut ya? ini hari pesiar terakhir selama kami tinggal di sini. apakah itu membuat pesiar hari ini istimewa? mestinya sih iya. meski tanggal 2 kemarin juga pesiar, tapi saya sebenarnya hari ini berencana pulang. namun sayang, sudah 2 hari saya kurang tidur. kemarin saya baru tidur jam 6.30 pagi, bangun jam 8. hari ini saya tidur sekitar jam 1 bangun subuh. akibatnya pagi ini saya beneran bangun (itu artinya setelah subuh tidur lagi) jam 8 pagi.

saya punya rencana banyak untuk hari ini. hampir semuanya adalah kegiatan belanja sih. saya mau membeli alat peraga dan media untuk mengajar. saya mau membeli jilbab. saya mau membeli termometer dan perlengkapan pertolongan pertama. saya mau beli aksesoris laptop. namun ya itu, saya bangun siang.

yang bangun siang bukan cuma saya. pagi ini teman sekamar saya yang biasanya kalem juga ribet banget, sudah bangun kesiangan, dia mesti ke gereja. dan sebelum itu, dia punya sesi foto kelompok yang harus ditunaikan. teman sekamar saya yang lain juga ada sesi foto kelompok, bingung cari kostum. anak-anak di luar sudah mulai hilir mudik. yang hari ini ada jadwal foto sibuk menyiapkan properti. yang mau pulang terlihat menyeret koper besar (barang-barangnya mau dipulangin lagi kayanya). satu orang anak teriak-teriak pake TOA untuk mengumpulkan perwakilan kelompok yang mau berangkat ke galuh. dan saya yang sejak semalam banyak dicari orang, baru bisa ditemui tadi pagi, bahkan baru mengambil henpon pagi ini, langsung disambt dengan gegap gempita oleh beberapa orang, mereka mau beli pulsa. hahah .

sebenarnya pagi ini saya jadi bingung mau ngapain dulu. biasanya kalau pulang saya nebeng, siapa saja yang bisa ditebengin. tapi 2 tebengan saya sudah pergi. 1 tebengan lain hari ini naik kereta. ditambah fakta bahwa kami akan tinggal di sini hanya beberapa hari lagi, jadi harus mulai packing. saya jadi tambah bingung. karena kepergian kali ini harus benar-benar well prepared. harus jelas saya mau bawa apa, harus siap apa saja yang mau di-pack, harus sedia barang yang mau dipulangkan.

seperti badan mau pergi, tapi kaki masih terikat. pengen segera pergi belanja, tapi perlengkapan yang disini juga belum beres. ditambah lagi fakta bahwa disini adalah puncak. tempat dimana jalan tidak selalu terbuka. tidak seperti rumah bapak saya di jakarta, mau keluar jam berapa saja oke, jalan dibuka, si sob ada. disini, setelah jam 9 jalur ditutup, jadi satu arah, entah turun atau naik, sepertinya naik, kalau tidak salah. dan baru dibuka lagi nanti siang jam 12.

akhirnya saya memutuskan untuk menunda kepulangan sampai jam 12 nanti. lumayan buat mikir, baju mana yang mau dibawa, mana yang mau dipulangkan kembali (hahah). lumayan buat mindahin data dari laptop lama ke laptop baru. lumayan buat menyapu bersih semua cucian. lumayan buat memenuhi permintaan seorang teman untuk memotong rambutnya (haha, sejadi-jadinya gw potong tuh rambut )

sekarang anak-anak kapuas hulu yang tadi berisik di depan kamar, menjalani sesi foto sudah bubar. di ruang makan sudah tidak ada orang. yang mau pulang sudah pada pergi. tinggal mereka yang beberes di kamar masing-masing. wismapun semakin sepi

~tulisan yang endingnya aneh

hari ke 42
kamar perempuan 4
ngetik pake laptop baru (status dipinjamkan), alhamduliLLAH

Advertisements

15 thoughts on “cathar anak gaul puncak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s