momentum

(fb bener-bener diblokir, terpaksa dipost disini doang )

Di dalam kelas, ada sekelompok anak yang sedang menyelesaikan refleksi kelompok untuk minggu ke-3 dan ke-4 dalam bentuk 3 dimensinya. Beberapa anak sedang sibuk masing-masing menyelesaikan tulisan refleksi pribadi.

Di ruang makan, sekelompok besar anak sedang bercanda, tertawa terbahak-bahak mensimulasikan berbagai reality show di Indonesia. Sekelompok kecil terlihat diskusi berat tentang pencarian agama. Sekelompok kecil lain sedang bekerja bersama menyelesaikan refleksi pribadi.

Di kamar ujung terlihat dua orang PM merokok bersama. Dan puluhan anak lain di kamar masing-masing, entah apa yang mereka kerjakan.

Saya, hanya melintas di ruang makan, mampir sebentar di diskusi agama, ketawa sekilas melihat Tidar memerankan pengunjung mal yang sedang dihipnotis oleh Uya yang diperankan Umur, say hi ke Mutia yang sedang menulis refleksi. Saya memilih untuk kembali kamar, merelakan melewati obrolan inspiratif Eko, meninggalkan hiburan gila ala Tidar, mengerjakan refleksi minggu ketiga dan keempat sendirian.

Saya kemudian terpikir, betapa waktu, dijalani oleh banyak orang secara bersamaan, namun dengan pemanfaatan yang berbeda-beda. Saya jadi ingin mengutip kata-kata di sebuah buku

โ€œDalam kelebat lajunya yang sangat cepat, waktu memberi kita momentum, bahkan pada detik-detiknya. Setiap momentum punya fungsi dan fasenya sendiri. Begitulah. Karena hidup memang tidak mengenal siaran tunda.โ€

 

Karantina hari ke-34

Kamar perempuan 4

 

~tulisanku akhir-akhir ini ngga banyak ulasan pribadinya ya? Hehe.

Advertisements

31 thoughts on “momentum

  1. Horee Ludi posting :>salam buat Mutia dan Ratu ya.Td ada juga pengajar muda yg posting di MP, kalau ga salah, Maisha namanya.Eh Ludi di tempatkan di Aceh Utara ya ?

  2. sebenernya beberapa catatan harian karantina dipost di fb aja mba, ga dishare disini, soalnya dituliskan buat ikatan kenangan pribadiinsya ALLAHiyakah? id mp-nya apa mba? aku gatau kalo ada PM yang punya MP juga..padahal hari ini lumayan banyak interaksi sama maisha, jangan-jangan dipost pas di perpus tadiiya mba, insya ALLAH

  3. Saya sependapat apa yg disampaikan di atas.Setiap potongan waktu adalah momentum. Setiap penggal masa adalah kesempatan emas yg gak boleh disia-siakan.Setiap detik memang sangat berharga. Seberapa besar harganya tergantung kita yg melewatinya. Akan berlalu begitu saja tanpa ada makna, atau kita manfaatkan untuk sebuah karya.Nice sharing, mbak Ludi, terimakasih ๐Ÿ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s