komenmu "memancing" aku

~tulisan awal ini hanya ilustrasi saja note fb saya

kepada kalian yang terus menulis, kalian semua hebat!! (Pemi Ludi, QN MP)

"Tahu kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapa pun? Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari. (Mama, 84)"

— Pramoedya Ananta Toer (Child of All Nations)

Dua hari lalu aku baca-baca note lama disini, perasaanku ketika membacanya adalah suka cita. Hehe. beberapa note malah membuatku malu sendiri, mungkin kalau wajahku putih, semburat kemerahan di pipi akan terlihat, sayangnya wajahku item, jadi ngga keliatan apa-apa (ngarep banget keliatan blushing, hahaha). Tidak hanya membaca note-nya, membaca komennya pun membuat perasaan menjadi senang juga.

Pernah kah aku sampaikan sebelumnya, kalau mempublish tulisan di fb (dengan note) memiliki sensasi tersendiri? Mempublish tulisan di internet, sebenarnya sudah kulakukan dari dulu, sejak 2007. Aku membagi tulisan di sebuah jejaring bernama multiply. Pada saat bikin itu, teman sekelas kuliah yang punya akun MP dan aktif menulis cuma 1 orang, ditambah 1 orang lagi teman sekelas waktu sma, jadi hanya ada 2 orang teman dunia nyata yang menjadi teman dunia mayaku.

Akibat tidak langsung dari tidak berkoneksi dengan teman dunia nyata di multiply adalah orang-orang yang membaca tulisanku adalah orang-orang yang tidak mengenalku di dunia nyata. Meski pada akhirnya ada beberapa teman dunia nyata yang punya akun MP juga, tapi rata-rata tidak bertahan lama. Meski juga kutahu kalau ada teman kuliah atau sma yang sesekali membuka blog mp ku. Tapi kesemuanya itu tidaklah terlalu berarti banyak. Hampir semua yang membaca dan berkomen di tulisanku di internet adalah mereka yang tidak pernah berinteraksi denganku secara nyata, mereka yang tidak mengenalku. Apalagi mp memang hanya bisa dikomen oleh orang-orang yang punya akun disana.

Tapi, beberapa tahun kemudian aku mengenal sebuah jejaring lain yang mendadak segera ngetop, facebook namanya. Satu hal yang kusuka dari facebook adalah fasilitas notenya. Bahkan aku pernah bilang “andai facebook tidak punya fasilitas note, mungkin akun ini sudah kututup dari dulu�. Ya, meski telat, menemukan bahwa di facebook bisa share note rasanya menyenangkan. Karena itu artinya, bisa punya 1 lapak lagi untuk membagi tulisan. Dan disini, aku bisa membagi tulisan pada teman-temanku yang sebenarnya.

Seperti yang tadi sudah kusebutkan, aku suka sekali membagi tulisan di sini, meski tulisan-tulisan itu sebenarnya crosspost dari mp, meski di mp-pun sudah ada yang baca dan komen. Tapi sensasi membaca komen di sini beda dengan mp. Tentu saja, karena yang baca dan komen disini adalah teman-temanku, orang yang mengenalku, orang yang aku juga mengenalnya, orang yang biasa berinteraksi denganku secara nyata. Jadi komennya pun terasa asik sekali dibaca. Hehe.

Sensasi lain yang kurasakan adalah, menyenangkan ketika mengetahui kalau tulisanku dibaca oleh teman-teman, atau bahkan dinantikan kelanjutannya. Mudah-mudahan semakin banyak yang baca, semakin luas manfaatnya, semakin berpeluanglah ludi mempengaruhi dunia, hoho. Ternyata banyak juga teman-teman yang menjadi silent reader, baca saja, tapi tidak komen. Selama ini aku sering berpikir kalau yang baca hanya yang komen saja, tapi ternyata banyak juga yang “cuma ikut membaca�. Makanya, rasanya mengejutkan aja kalau ketemu teman terus tau-tau mereka membahas tulisanku yang belum lama dipublish. Apalagi waktu aku bikin tulisan cerita bersambung. Padahal ceritanya ga jelas, cerita pengalaman pribadi seorang pemi ludi yang konyol dan aneh, tapi ternyata banyak yang nyimak. Waktu lagi ke kampus, atau ketemu teman, ada aja yang nagih “kapan cerita lanjutannya dibikin?� Duuuh, jadi seneng-seneng gimana gitu, punya pembaca yang nungguin di seberang sana, hoho.

Meski kadang efeknya, ya kaya yang tadi kusebutin di paragraf pertama, malu dan tersipu-sipu, ihiiy. Soalnya, kadang yang baca adik kelas di sma. Padahal selama ini imejku adalah alumni galak, bahkan pernah dapet award alumni tergalak di forum alumni, hih parah tuh yang ngisi poling. Eh mereka, adik kelas yang masih lucu-lucu itu, adek kecil yang biasa jadi bagian yang kugalakin kalo di acara kaderisasi, ternyata ikutan baca memoarku yang isinya bikin ketawa-ketawa, catatan harian yang rada gokil, ketauan deh kalo gw sebenernya rada gendeng. (eh tapi, sampe sekarang masih ada adik kelas yang takut banget sama aku lho, ckckck, kasian).

Kemarin juga ketemu lagi sama seorang silent reader, adik kelas sma. Dia mengaku membaca note-ku yang judulnya “terjebak�, katanya dia ketawa-ketawa bacanya, sampe diliatin orang di warnet. Ujung-ujungnya kami jadi ngobrol dengan topik tulisan-tulisanku, berasa kaya jumpa fans deh *bletak*. Yang kurang enak adalah endingnya “kalo ada tulisan yang lucu, tag aku ya mba�. Hei, kenapa jadi tulisan lucu yang diharapkan, padahal sebagian besar tulisanku itu inspiring, bukan joking. Minta tulisan lucu ko ke aku, duh salah orang *bletak lagi*.

Intinya sih, ini semua balik lagi ke kata hernowo, kalau menulis itu seperti belajar, menulis itu seperti mengikat. Kalau tulisan terkait dengan ilmu, hikmah, opini, itu semua seperti kita ini sedang belajar. Menyampaikan dan berinteraksi dengan apa yang telah kita pelajari. Sedangkan kalau tulisan yang berupa cerita sehari-hari atau diary, ini seperti sedang mengikat, mengikat kenangan-kenangan dalam kehidupan kita. Bahkan komen yang masuk dalam tulisan itupun bisa menjadi sarana belajar yang lain, juga bisa menjadi sebuah torehan kenangan yang baru. Menulis di mp, maupun menulis di fb, sama-sama bisa untuk belajar juga mengikat. Jadi, masihkah tidak tertarik untuk menulis?

untuk semua pembaca note fb-ku, terimakasih ya sudah menjadi teman sekelasku yang baik di sekolah kehidupan, semoga tulisanku bermanfaat

~maap ya kalo tulisannya berasa aneh, aku sendiri kehilangan feel-nya di hampir ending prosesnya, heuheu

***


ini tulisan dishare di fb, tadinya ga berniat dishare di sini, tapi hari ini saya dikirimin personal message dari seorang MPers, jadi saya pengen membagi tulisan ini sebagai ilustrasi saja. sebuah PM yang isinya tentang persepsi dia terhadap balasan komen saya untuk MPers lainnya. ini masalah persepsi. bahwa dia, sebagai orang luar, dengan melihat komen-komen saya, cara saya membalas sms, akhirnya menyimpulkan sesuatu, mempersepsikan komen saya itu sebagai sebuah hal yang sebenarnya tidak saya maksudkan begitu.

beruntunglah saya karena dia, dengan baik hatinya, langsung tabayun pada saya. mau tidak mau ini seperti mengingatkan saya lagi, bahwa disini adalah ruang publik. kebanyakan anda, adalah orang yang tidak mengenal saya dengan baik, bukan orang yang biasa berinteraksi dengan saya secara nyata. maka mispersepsi, salah paham, sangat besar peluangnya untuk terjadi.

ini bukan kali pertama maupun kedua terjadi dalam 4 tahun ber-multiply-ing. amat bisa jadi pula, banyak orang telah salah mempersepsikan komen atau balasan komen saya, namun tak pernah mengutarakannya. tentu saja, ini sebuah sensasi tersendiri yang amat sangat jarang saya dapat di facebook. sensasi yang kurang menyenangkan sebenarnya, makanya saya tidak mau menerima invitasi dari orang yang benar-benar dari dunia maya di facebook saya, kecuali memang pernah beberapa kali berinteraksi. saya, jujur saja, cukup trauma dengan salah paham dan salah menerjemahkan. apalagi jika ujung-ujungnya ada orang yang marah pada saya.

tidak perlu menyalahkan diri sendiri apalagi orang lain. tidak perlu berlarut dalam kecemasan dan kesedihan. karena memang sudah risikonya ngeblog begitu. tapi PM tadi benar-benar mengingatkan saya lagi. ini internet kawan, memang perlu banyak berhati-hati.


ALLAHUmma inni a’udzubika min syarri maa shona’tu

ga perlu bisa dikomen ya, hehe

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s