semangka vs semanggi


Kami banyak sekali memiliki kesamaan. Kami banyak juga berinteraksi. Dalam interaksi itu, dalam percakapan diantara kami berdua saja, seringkali berujung pada dua pendapat berbeda. Dalam diskusi dan obrolan kami, seringkali kami tidak melihatnya dari sisi yang sama. Atau kadang pula, dia menasihati panjang-panjang, berpendapat lebar-lebar, yang isinya adalah apa yang saya maksud juga.

Kami sampai pada kesimpulan, bahwa kami ini tidak click. Seperti click-nya gembok yang hanya mau dibuka oleh kuncinya. Seperti click-nya enzim yang hanya mau bekerja pada substratnya. Kami berpendapat begitu, hanya karena ujung-ujung yang tak bersambungan dari obrolan kami berdua. Ah, padahal click juga tidak berarti selalu kompak. Click tidak berarti selalu sepaham. Bukankah manusia itu unik? Saya dan dia adalah salah duanya. Maka menjadi wajarlah bila sekali dua kali, bahkan tiga empat kali, kami tidak berada pada sisi yang sama. (kalo sama nanti oleng kapalnya, halah)

Hari itu saya menyadari ke-nyambung-an kami berdua. Beberapa hari terakhir memang kami lebih banyak berinteraksi. Pertemuan nyata, juga obrolan melalui sms. kami membicarakan (dan akhirnya saling meledek) tentang sebuah topik. Berhubung kami berada dalam jaringan yang sama di dunia maya, maka obrolan kami di belakang layar, seringkali terceplos juga di depan layar. Akibatnya, hal yang kami jadikan topik berdua, jadi terpampang di depan banyak mata.

Saat itu sebuah komen darinya tercetus, di tempat saya. Kurang sreg saya dengannya. Tapi di sisi lain, saya juga membalas komennya (di tempat lain) dengan hal yang sejenis. Sayapun menghubunginya via sms, saya bilang padanya bisakah kami menghentikan pembahasan itu di ruang publik, kurang nyaman rasanya. Sms saya tidak dibalasnya. Saat itu memang sudah memasuki dini hari.

Setelah sms, sayapun langsung mengedit komen saya sendiri, tanpa saya menunggu persetujuan darinya tentang sms tadi. Dan, saya sempat bingung, ketika saya melihat komennya (di tempat lain tadi) sudah hilang. Saya pikir keeroran internet yang biasa. Atau sebenernya sudah ke-submit cuma belum muncul aja (padahal tadi sudah sempat saya lihat dan saya balas). Ah, sudahlah, saya pikir, yang penting kekhilafan saya sudah saya perbaiki.

Di lain waktu kami membahas kejadian itu, dia bilang “sebenernya Di, sebelum lo sms, komen gw udah gw apusâ€?. Sayapun jawab “iya, setelah gw sms, gw juga langsung edit tuh komenâ€?. Kami berdua sama-sama tidak menyadari apa yang diperbuat satu sama lain.

Tapi dari kejadian saling meng-edit itu saya menyadari, bahwa kami ini sebenarnya click. Mungkin ini masalah hati. Seperti yang dikatakan dalam hadis “bertanyalah pada hatimuâ€?. Penjelasan dari kejadian itu adalah hati kami masing-masing sudah merasakan kegelisahannya, jadi, tanpa menunggu protes atau persetujuan dari satu sama lain. Kami sudah bertindak sesuatu demi meredam kegelisahannya. Bukankah hati itu fitrahnya berada dalam kelurusan?

Ya, dia adalah orang yang kalau sampai blog ini dipublish namanya tidak ditulis sepertinya akan protes, hehehe. Dia yang menyukai semangka, sedangkan saya lebih menyukai (melihat) semanggi

Advertisements

35 thoughts on “semangka vs semanggi

  1. berry89 said: aku juga suka semanggi πŸ˜€ liat backgroundku deh :)semangka juga suka, seger, jadi pengen

    dulu aku juga pake semanggiiii..semanggi berembun yang sampe sekarang aku masih suka..tapi kayanya yang bikin template make poto di photobucket, makanya suatu hari templatenya rusak, semanggi berembunnya jadi tulisan pohotobucket banyak sekali, sediih

  2. berry89 said: aku juga suka semanggi πŸ˜€ liat backgroundku deh :)semangka juga suka, seger, jadi pengen

    lyakeyen wrote on Mar 28
    emang semanggi bisa dimakan yak?

    —————————————-

    tuh, kata iqbal bisa, aku sih belum pernah nyobain

  3. berry89 said: aku juga suka semanggi πŸ˜€ liat backgroundku deh :)semangka juga suka, seger, jadi pengen

    wah, ternyata…
    saya baru ngeadd semangka dan semanggi jadi contact euy…
    dan sepertinya nanas tidak masuk obrolan yaks πŸ˜€

  4. nanazh said: wah, ternyata…saya baru ngeadd semangka dan semanggi jadi contact euy…dan sepertinya nanas tidak masuk obrolan yaks πŸ˜€

    ngeadd? sama semanggi situ yang di-add lho :p
    ini harfiah apa bukan sih? masa baru kontakan sama semangka? kayanya networknya banyak yang temennya semangka πŸ˜€

    kalo udah ada cerita, nanti nanas boleh deh disebut-sebut :p

  5. pemikirulung said: ngeadd? sama semanggi situ yang di-add lho :pini harfiah apa bukan sih? masa baru kontakan sama semangka?

    yayaya… maaf euy… diralat… hmmm ya kok baru kemaren saya jadi contactnya akuai…

  6. nanazh said: yayaya… maaf euy… diralat… hmmm ya kok baru kemaren saya jadi contactnya akuai…

    iyaa iyaa.. senang sekali semangka bisa berteman dengan nanas.. padahal mau ninggalin jejak, eh, nanasnya ga punya gesbuk. hoho..

    ;D

  7. nanazh said: yayaya… maaf euy… diralat… hmmm ya kok baru kemaren saya jadi contactnya akuai…

    kalo gitu selamat datang di keluarga kami, hehehe
    selamat bergabung dalam networking saya, semoga bermanfaat (dan betah) πŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s