Manis-manis Serigala

~akhirnya dibikin tulisan karena ii minta, menuruti permintaan istri ke-3


“ngga usah manis-manis, kita kan udah manis” (iklan susu formula)


Salah satu kegemaran saya adalah survei. Mungkin banyak diantara MPers yang pernah merasakan jadi responden saya. Ada beberapa alasan saya menyukai dan melakukan survei. Salah satunya adalah karena saya memang sedang mencari jawaban untuk sebuah pertanyaan yang tidak bisa saya tanya ke gugel .

Saya merujuk pada kata bos iman yang pernah juga saya sebut disini. Secara implisit bos iman bilang bahwa seorang laki-laki akan lebih memahami laki-laki lainnya ketimbang seorang perempuan. Makanya, kalau ada hal yang menyangkut laki-laki, saya akan tanya atau survei ke laki-laki juga. Dulu pernah saya survei sebuah pertanyaan, “apa yang akan dilakukan seorang laki-laki setelah dia tahu bahwa dirinya tidak masuk dalam kriteria pria idaman wanita yang dia sukai?”. Pertanyaan ini saya ajukan ke teman saya yang laki-laki (yang itu tidak banyak, orangnya dia-dia juga, hehe).

Ada satu jawaban yang menarik, dari teman kuliah saya, mahasiswa ekstensi, ayah dari 2 anak. Dia bilang “yang namanya kriteria itu kan bisa berubah. Kalau memang kita suka, ya dideketin aja terus, kasi perhatian, dsb. Nanti juga lama-lama dia jadi suka sama kita dan merubah kriterianya”. Wuaa..saya ketawa pas dapet jawaban ini, beda dari jawaban teman saya yang lain. Jujur, lugas, cinta banget dah sama ni babeh, hehe.

Kesimpulan yang bisa diambil adalah mudah membuat seorang wanita jatuh suka, caranya adalah dengan perhatian intens. Dan bahayanya adalah bapak ini tahu tentang hal ini, bahkan mungkin hampir semua laki-laki sudah tahu. Benarkah pendapat ini? Saya rasa ada benarnya.

Suatu hari ada seorang laki-laki cerita ke saya. Dia cerita kalau ada perempuan suka sama dia. Sukanya beneran suka (emang ada yang boongan?). Si perempuan bahkan “konkrit” dalam kesukaannya tsb. Dia mengadakan pendekatan ke keluarga si laki-laki, bahkan menunjukkan sikap seolah-olah meminta dilamar. Si laki-laki ini jadi bingung harus bagaimana berbuat. Sudah diberi pengertian tapi si perempuan tetap melakukan pendekatan.

Kalau dari ceritanya, saya bisa simpulkan kalau sikap si wanita bukan tanpa api. Sebelumnya interaksi mereka memang cukup intens. Si laki-laki menunjukkan sikap yang “baik” ke wanita tsb, makanya si wanita jadi suka. Kalau istilah saya adalah sikap yang manis. Waktu itu saya bilang ke si laki-laki “makanya kalo sama cewe jangan manis-manis. Hati wanita tuh lemah, dimanisin, dikasih perhatian sedikit juga luluh. Kalo udah begini kan kamu yang repot”. Kira-kira begitulah.

Adakah diantara para pembaca perempuan yang mau protes 6 paragraf di atas? Silakan. Tiap manusia kan unik, mungkin ada perempuan yang tidak seperti itu. Tapi akuilah, yang saya bilang itu mayoritas kan? Siapa sih yang ngga cenat-cenut kalau ada pria dengan manisnya rajin tanya kabar, sapa-sapa, kasih hadiah. “lagi sibuk ya?”, “apa kabar?”, “kamu mau hadiah apa, nanti saya kasih”, dan sederet sikap manis lain. Biasanya sms isinya jarkom buat rapat, curcol geje, tagihan utang, promo ring tone dari operator, eh sekarang diperhatiin begini, hati siapa tidak berdesir? Hihihihi. Dan sayangnya, para kaum pria sudah tahu, makanya mereka suka begitu kalau PDKT (sotoy, heheh).

Kali ini merujuk pada kata-kata Mo Ryong di serial witch yo hee. Waktu itu moo ryong menasihati yoo hee agar berhati-hati dengan kakak kelasnya yang saat itu sedang PDKT ke Yoo hee, dia bilang “semua pria adalah serigala”. Oke, kata-kata Moo Ryong ini memang tidak sepenuhnya benar. Karena kata Mansyur S. “Tidak semua laki-laki…bersalah padamu”. Jadi, tidak semua laki-laki adalah serigala. Namun, kadang saya sering menggunakan pernyataan Moo Ryong ini kalau sudah berhadapan dengan mahluk bernama laki-laki. “ati-ati serigala”, hehehe. Berhati-hati itu perlu kan?

Nah, mengingat akan hal ini, mengingat bahwa hubungan laki dan perempuan bukan mahrom diluar pernikahan adalah haram. Maka kita para wanita perlu berhati-hati dengan sikap manis seorang pria yang bukan saudara maupun suami kita. Dan juga para laki-laki, tolong, janganlah kalian bermanis-manis dengan wanita yang bukan saudara dan istri kalian. Daripada nanti timbul efek samping yang tidak diinginkan. Kecuali emang di awal udah niat pengen munculin efek samping, kalo begitu sih ajak nikah aja napah.

Mendingan seorang laki-laki itu bersikap layaknya semua laki-laki deh, ngeselin, mancing pengen getok rasanya, atau sering bikin istighfar, daripada laki-laki itu bermanis-manis. Kasian para perempuannya jadi cenat-cenut, kalo yang lemah cenat-cenut karena suka, yang tegas dan galak cenat-cenut karena mikir gimana ngusirnya. (karena dilematis, khawatir dibilang keGRan, padahal memang sudah merasa terganggu)

Terakhir, saya merujuk lagi pada kata-kata lain. Kalau Moo Ryong bilang semua laki-laki adalah serigala, namun kata ai, semua wanita adalah penyayang binatang. Jadi, memang baiknya, semua mengikuti kata-kata aa gym “jagalah hati”. Selamat berhati-hati dan menjaga hati


~ai, akhirnya kesebut juga disini, seneng neng? :p

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s