MPers Rasa Kwetiau

Suatu hari saya komen begini ke sebuah tulisan teman saya “Bagus. Gw suka”. Kemudian teman saya itu jawab “aih.. Jarang2 neh ludi suka tulisan gw. Hoho.. Makasih yaa buw!” (kira-kira si teman ini kalau baca tulisan ini nyadar ga ya kalo dia yang diomongin? Hehe). Membaca jawaban ini saya tertegun dan berpikir. Segitunya ya? Apakah ludi yang ini telah menjelma jadi mahluk yang begitu pelit pujian dan reinforcement positif? Hmm.. Pasalnya, sejauh yang saya lihat teman saya ini sering dapat pujian dan jempol dari orang lain untuk tulisannya. Apakah saya segitu pelit atau gengsinya?

Tapi kemudian hasil pemanggilan memori saya membantahnya. Ah tidak juga. Saya teringat dengan tulisan-tulisan orang lain yang saya puji dengan jujur. Saya jadi teringat bahwa belum lama saya dengan terus terangnya memberi komen “suka suka suka” layaknya abege labil, atau “andai ada jempol yang bisa diklik” layaknya facebook mania atau “diksinya bagus”, atau “cerdas linguistic!” atau pujian dan reinforcement positif lainnya. Lalu kenapa saya jarang-jarang bilang suka pada tulisan teman saya tersebut? Ya, berarti karena memang saya jarang merasa jatuh suka pada tulisannya. Begitu saja.

Omong-omong tentang produk tulisan, memang tidak terlepas juga dari omong-omong tentang selera, buat saya. Seorang teman bilang, buku itu punya ranah pembacanya masing-masing. Begitupun dengan produk tulisan. Karena tiap orang unik, maka tak bisalah kita menyeragamkan seleranya akan sebuah bacaan. Seperti halnya kesukaan pada makanan, bacaan juga ada seleranya. Bagi sebagian orang kebab itu enak, tapi bagi sebagian yang lain mending dikasi kwetiau daripada disuruh makan kebab, meskipun itu kebab gratisan.

Begitupun dengan tulisan saya, tulisan anda, tulisan kita semua. Mungkin ada sebagian orang yang menyukai apa yang kita tulis dan bagaimana cara kita menuturkannya, sementara sebagian yang lain tidak. Atau bahkan mungkin sebenarnya, hanya kita sendiri yang suka dengan produk tulisan yang kita buat (heheh). Seperti seseorang bilang, seorang blogger yang tulisan-tulisannya sering memikat hati saya, dia menulis karena dia ingin membaca hal yang dia suka. Tak banyak menemukan blog yang terasa pas di hatinya, maka dia menulis untuk dirinya sendiri. Tulisan yang memang menjadi seleranya.

Terlepas dari apakah tulisan kita ini cocok dengan selera orang lain, yang harus dipahami adalah menulis itu sendiri sebenarnya mempunyai banyak manfaat buat kita. Hernowo mengungkapkan di bukunya yang baru-baru ini saya baca, pendapat yang menarik bagi saya, tentang kaitan menulis dengan belajar. Berikut saya kutip

“Menulis dapat dikatakan sebagai proses menyampaikan hal-hal yang dipelajari kepada diri sendiri.” “Menulis juga mendorong kita untuk melibatkan apa saja yang kita pelajari dengan apa yang ada di dalam diri kita–terutama pengalaman kita.”

Intinya, dengan menulis maka kita sedang menjalankan proses belajar yang efektif. Disamping itu, dia juga menyebutkan manfaat-manfaat lain yang ia dapatkan dari aktivitas menulisnya.

Saya sendiri, setelah akhirnya memiliki peningkatan intensitas menulis setelah punya lapak ini, menemukan banyak manfaat dari aktivitas menulis. Tak perlu saya jabarkan satu persatu. Karena yang ingin saya sampaikan adalah, meski anda tidak merasa tulisan anda disukai orang lain, meski anda merasa tulisan anda biasa saja secara kualitas, meski anda merasa tidak bisa menulis, tulis saja dan rasakan manfaatnya bagi diri anda.

 

 

 

~Lagi-lagi ini ending tidak sesuai rencana. Eniwei, saya tetap ingin mewujudkan salah satu rencana saya. Awalnya di akhir tulisan saya akan sebutkan mp-ers yang tulisannya adalah “kwetiau” bagi saya, tapi karena isi tulisannya jadi agak beda dengan rencana awal, agak aneh sepertinya kalau saya sampaikan ini disini. Ah, tapi biarlah, ini blog juga blog saya toh? Hehe

Mereka yang saya suka tulisannya (tidak semuanya sih, tapi banyak)..

bleruangke

mylathief

priyayimuslim

daftar pustaka:

Hernowo.(2003). Bagaimana Memaknai Puasa: Catatan Harian Sebulan Ramadhan. Bandung: Penerbit Baraka

orang-orang yang menginspirasi saya..ada di sini

tulisan terkait AlhamduliLLAH Saya Pernah Menulis

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s