Kecerdasan Ngemeng

“mba, menurut mba dy kecerdasanku yang paling besar itu apa?”
“kecerdasan ngemeng”

Saya ini orangnya cerewet, banyak cerita. Kadang-kadang, kalau sedang kumpul dengan teman-teman, saya doang yang cerita, yang lain mendengarkan. Seolah-olah saya ini dagelan yang sedang ditanggep. Sejak saya menemukan blog lebih dari 3 tahun lalu, saya jadi punya sarana baru untuk menyalurkan kecerewetan saya itu. Maka blog adalah sebuah konversi kecerewetan dari lisan menjadi tulisan.

Sebenarnya sejak dahulu saya suka menulis, tapi hanya seputar buku harian, haha. Sejak ngeblog, otomatis aktivitas menulis jadi semakin banyak. Kemampuan menulism saya rasa, jadi semakin terasah. Meskipun yaa..tulisan saya cuma sebatas journal, ga keren-keren amat, banyak orang lain yang juga bisa. Tapi saya mencintainya, mencintai aktivitas menulis ini.

Sejak mengenal note di fb, otomatis ia juga menjadi lahan penyaluran kecerewetan saya. kalau dulu teman yang baca tulisan hanya teman-teman yang punya akun multiply atau memang mengkhususkan diri mampir ke blog saya. Sekarang teman-teman yang lain juga suka baca karena saya cross post di fb juga. Ternyata hal ini membawa akibat lain, yaitu orang-orang jadi semakin tahu kalau saya suka cerita dan suka menyalurkannya lewat tulisan. Dan akibat ini membawa efek yang tidak menyenangkan juga.

Pernah suatu hari saat sedang kumpul-kumpul dengan teman lama, ngobrol-ngobrol, tiba-tiba teman saya menyela “eh awas-awas, nanti dia tulis di note loh”. Kasus lain waktu wisuda kemarin, saat saya lagi-lagi melakukan kebodohan yang cukup menyusahakan, seorang teman bilang “kayanya abis ini ada yang bakal nulis di note fb nih”. Entah apa maksud mereka, tapi saya menangkapnya pernyataan-pernyataan itu mengandung kesan negative. Saya kurang suka digituin, ko rasanya kesannya saya tukang ngadu banget. (gw sensi juga ye?)

Memang sih, bisa dibilang segala hal bisa jadi bahan tulisan saya. kepikiran aja gitu buat ditulis. Denger percakapan di film saya jadi pengen nulis, denger lagu saya jadi pengen nulis, bahkan liat kucing di pinggir jalan aja bisa saya jadiin tulisan. Haha. Tapi saya kan tidak seproduktif itu juga. Banyak ide yang hilir mudik di otak itu yang berakhir dengan raib begitu saja. Bisa karena emosi sesaat saya yang akhirnya adem, semangat kurang, memang tidak sempat, atau saya yang keburu lupa.

Melihat tanggapan orang yang seperti itu saya jadi mikir. Apakah saya berlebihan? Apa menjadi cerewet di dunia penulisan ini salah? apa ada yang terganggu? Haah.

Saya curhat secara tidak sengaja (apa sengaja ya? Maklum sering keceplosan curhat, hehe) ke seorang teman yang sangat manis. Saya cerita tentang perasaan saya dan komentar-komentar itu. Dia bilang justru disitulah letak kelebihan saya, mestinya saya tidak usah risau. Teman saya yang lain tanya memangnya kalau saya cerita dalam tulisan, saya tulis nama orang lain secara jelas. Teman manis saya yang jawab “padahal ga ko”. Saya tambahkan, “malah, kadang kalo gw sebut nama beberapa orang, yang gag w sebut pada protes, hah ribet”. Teman saya bilang “kalau ngiktuin maunya orang ga aka nada habisnya Di, udah lanjut aja”.

Yaya, pada akhirnya saya memutuskan untuk melanjutkan hobi saya ini, bercerita lewat tulisan. Karena, dari sedikit kelebihan yang saya miliki, salah satunya disini. Dari sekian jenis “intelligence” kecerdasan saya yang paling besar adalah kecerdasan linguistic/verbal, atau kalau kata kakak saya, kecerdasan ngemeng. Maka, saya ingin mengasahnya, saya ingin menjadikannya bagian hidup saya. dan saya berharap dapat mereguk dan membagi manfaatnya. Silakan bagi yang ingin menikmatinya bersama saya 🙂

21 oktober 2010

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s