Buta Atau Dipenjara, Ternyata Itu Baik Juga

“Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui” [Al-Baqarah : 232]

Dulu, saya pernah menulis tentang perlunya kita bersyukur dengan keterbatasan yang kita miliki. Saat itu, tulisan saya khususnya membahas tentang keterbatasan informasi. Alasannya, di tulisan itu saya bilang “karena belum tentu tau banyak atau lebih membawa kebaikan yang lebih juga untuk kita”. Begitulah, karena kekurangan atau keterbatasan kita, bisa jadi sejatinya bukan kekurangan, tapi kelebihan karena dibaliknya ada banyak kebaikan. Di tulisan itu seorang contact komen ”Kekurangan atau kelebihan itu khan tergantung darimana kita melihatnya. Apa yang kita anggap kurang, mungkin saja lebih bagi orang lain. Begitu juga sebaliknya. Yang penting adalah cara pandang kita terhadap hal tersebut, karena dari cara pandang inilah kita akan mensyukurinya atau tidak…” Saya, antara setuju dan tidak sebenarnya (hehe, maklumi kedudulan saya ya). Karena, meskipun seseorang melihat hal itu sebagai kekurangan dirinya, belum tentu dia jadi tidak bersyukur. Dan kalaupun akhirnya dia bisa bersabar dengan kekurangan tersebut, bukankah hal itu juga baik?

Ada sebuah gagasan lain yang menarik tentang keterbatasan ini. Awalnya karena kata-kata seorang contact, saya juga pernah post di blog sebelumnya, Allah cuma pengen ukhti terjaga aja. Yap, ternyata, kalau saja kita mau melihat lebih jauh, bisa jadi keterbatasan yang ALLAH berikan pada kita adalah sebuah bentuk penjagaanNYA.

Misalnya begini, saya ini kadang takut sekali kalau sampai buta. Saya juga takut kehilangan fungsi kedua tangan dan kaki saya. Takut banget. Tapi, kadangkala pula, saya suka merasa iri dengan orang buta. Luar biasa mereka itu, seumur hidup (atau setidaknya selama mereka buta) mereka terhindar dari melihat dan memandang hal-hal yang diharamkan. Penglihatan mereka terjaga. Begitupun dengan orang yang memiliki keterbatasan fisik atau pengindra lainnya. Karena saya takut sekali membayangkan kejadian di hari akhir sebagaimana disebutkan dalam hadis bahwa nanti ALLAH akan mengunci mulut kita dan menyuruh anggota tubuh lainnya bersaksi atas apa saja yang sudah dikerjakan. Seperti juga yang disebutkan dalam surah Yasin, yang dibuat puisi oleh Taufik Ismail, kemudian dibuat lagu dan dinyanyikan Chrisye ”Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; tangan mereka akan berkata kepada Kami dan kaki mereka akan memberi kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan” QS Yasin: 65. Dalam pikiran saya yang sederhana, bagi orang buta setidaknya matanya tak akan memberi kesaksian yang memberatkannya.

Begitupun dengan keterbatasan lainnya. Contoh sederhananya lagi adalah keterbatasan saya dalam online. Saya ini bukanlah orang yang punya akses internet unlimited perbulan atau fasilitas ngenet gratisan sehingga bisa online dengan riang gembira sejahtera sentosa. Seperti saya suka bilang ke beberapa teman ”koneksinya ngajak berantem”. Maka pada akhirnya saya sering memilih untuk tidak online saja sekalian, atau online sesekali untuk post tulisan, buka dari hp sebentar untuk mengintip tulisan orang lain. Dan saya pikir, amat sangat bisa jadi, keterbatasan online saya ini sejatinya adalah penjagaan dari ALLAH untuk saya. Mungkin agar saya tidak banyak melakukan hal sia-sia, mungkin agar saya tidak kebanyakan ngomong(dalam bentuk tulisan) yang malah bikin banyak salah, dll. ALLAHUa’lam.

Untuk contoh lainnya, mungkin anda bisa melihatnya lebih jauh pada diri anda sendiri. Barangkali ada, diantara keterbatasan yang anda miliki ternyata banyak nilai penjagaannya buat diri anda. Tapi saya punya 1 kisah lagi. Tentang kekurangan, bukan kaitannya dengan penjagaan sih melainkan bukti lain lagi, bahwa kekurangan itu ternyata bisa jadi peluang atau pertolongan. Karena kita ini manusia, amat sangat terbataslah pengetahuannya jika dibandingkan ALLAH. Yang kita pandang kurang belum tentu sebenarnya begitu, begitupun sebaliknya karena “Allah mengetahui sedangkan  kamu tidak mengetahui” [Al-Baqarah : 232]

Kisahnya saya kutip dari sebuah buku, silakan disimak

“Baik, Tuan Raja!”

Dalam suatu kisah, ada seorang raja mempunyai menteri yang baik. Dalam setiap masalah ia selalu mengatakan “Baik, Tuan Raja!” dan sang raja sangat menyukainya. Dalam suatu jamuan makan, raja salah memotong buah apel sehingga jari tangannya sendiri terpotong. Si menteri tersebut mengatakan, “Baik, Tuan Raja!” Dengan spontan, rajapun marah dan berkata “baik bagaimana? Jari tangaku sudah terpotong hai orang gila!” Ia pun memerintahkan agar si menteri itu dipenjara.

Sudah kebiasaan sang raja kalau peri berburu, ia selalu ditemani menterinya itu. Namun kali ini, ia pergi sendirian tanpa ada yang menemaninya. Ketika mengejar kelinci, raja tersesat, dan terlihat oleh rombongan penyembah patung. Sementara mereka ingin mempersembahkan korban pada patung tersebut. Maka mereka pun berkata “orang itu gemuk dan pantas dijadikan korban yang besar.” Lalu mereka menemukan jari tangannya sudah terpotong. Ia pun berkata, “ini tidak cocok.” Mereka meninggalkannya dan raja pun pulang ke istananya dengan perasaan gembira, lalu ia berkata “menteri itu benar.”

Ia pun memerintahkan untuk mengeluarkannya dari penjara, lalu ia menceritakan peristiwa yang baru dialaminya. Sang menteri berkata lagi “Baik, Tuan Raja!” Lantas sang raja berkata kepadanya, “Ya! Ya! Terpotongnya jari tangan saya itu baik, tapi apa baiknya Anda dipenjara?” Menteri itu menjawab, “wahai Tuan! Jika sekiranya saya ikut berburu bersamamu, niscaya mereka akan menjadikan saya sebagai korban, karena jari tangan saya masih utuh.”

Kisahnya diambil dari buku

Ridha, Akram.( 2007). Indahnya Ramadhan di Rumah Kita. Jakarta: Robbani press

Baca juga:
Ketika Contact-ku Angkat Bicara
Jangan Tanya Kenapa

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s