Kill Bill vs Mencari Mutiara di Dasar Hati

jaman sma dulu, saya suka baca-baca teenlit dan chiklit, karena memang tersedia di perpustakaan sekolah sih. jadi, novel-novel itulah yang sering saya pinjam di perpus, selain buku seribu pena fisika, seribu pena matematika, dan buku-buku kumpulan soal lainnya. (pamer biar kesannya pinter, haha). di salah satu teenlit yang saya baca, si tokoh utamanya suka banget dengan film kill bill. bagi dia, kill bill adalah jawara dari semua film hollywood. bahkan, si tokoh di novel ini sampai bilang, buat apa sih para sineas hollywood itu bikin film lagi, toh sudah ada kill bill, raja dirajanya film. jadi semua film lain sudah tidak diperlukan lagi.

pemikirannya lucu ya? unik. saya sampe masih inget sampe sekarang *padahal memang suka inget hal-hal aneh yang mestinya gaperlu diinget*. meskipun saya sangat tidak sependapat dengan ini. ah, apa itu kill bill. sadis. apalagi jagoannya uma thurman, dan dia menang secara fantastis melawan semua penjahatnya. bahkan dia menang lawan lucy liu dalam sebuah adu pedang. orang barat menang lawan orang asia dalam adu pedang. bleh..tak sesuai dengan keinginan saya. heheheh

tapi ternyata, saya juga pernah berpikiran demikian. beberapa pekan lalu, biasa..lagi di jalan, mikir kemana-mana. dan sampailah saya pada sebuah pemikiran serupa tapi tak sama.

sepertinya tidak perlu lagi ada buku tentang perenungan, buku tentang refleksi diri, tausiyah, tidak perlu ada lagi orang-orang yang menulis tentang itu, karena sudah ada buku-bukunya Muhammad Nursani. hoho. jatuh cinta betul saya. saking membabibutanya, saya sampai mikir, bahkan sepertinya saya tidak perlu menulis blog lagi. suruh aja orang-orang baca buku-bukunya Muhammad Nursani. yah, yah, lagi ngaco memang. kalo jatuh cinta suka lebay..

tenaang..jangan buru-buru protes, sekedar lintasan pikiran saja kok. karena malamnya saya habis baca lagi “mencari mutiara di dasar hati” yang entah sudah berapa kali saya baca..masiiih saja saya tersentuh, tersentil, bahkan tertampol dibuatnya. sama dahsyatnya dengan buku “berjuang di dunia, berharap pertemuan di surga” yang saya langsung dibuat jatuh cinta pada pandangan pertama. padahal sebelum-sebelumnya, kalau baca tarbawi saya ngga pernah baca rubrik ruhaniyat lho..hanya karena alasan malas dan tiidak tertarik. eeh..lantaran iseng, saya buka buku kumpulannya, dan langsung jatuh cinta.

nah nah..bagaimana dengan anda?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s