Siapa Dirimu Di Seberang Sana?

“the possibility is unlimited when you interact within virtual world”

Entah kenapa saya menemukan beberapa kepasbangetan* hari ini, sehingga begitu menggelitik saya untuk dijadikan tulisan. Mengalahkan beberapa ide yang loncat-loncatan di kepala rebutan minta ditulis. Sampai-sampai, hal yang yang tidak pernah saya rencanakan untuk ditulis inipun keluar sebagai pemenang mengalahkan ide-ide lainnya. Mudah-mudahan ide lain bersabar dan terus berloncatan sehingga tidak mengendap.

haah..ngomong apa sih saya ini, prolog yang kepanjangan..

Yang pertama adalah quicknote punya diaryvyka hari ini. Intinya sih mempertanyakan atau memprotes orang-orang yang membagi akunnya dengan orang lain, alias memberitahukan passwordnya ke orang sehingga, bisa jadi dalam sebuah akun yang sedang ON, bukan si empunya sebenarnyalah yang sedang login, tapi orang lain. Hal ini memang menyebalkan, bagi saya. Soalnya saya pernah mengalaminya, ngobrol dengan seorang teman di YM, sampai beberapa saat kemudian masuk mesej “pe, maaf tadi itu bukan aku, itu temenku yang pinjem komputer ini”. Sebalnyaaa…rasanya seperti ditipu. Teman saya ini tidak memberitahukan passwordnya ke orang lain, hanya saja, memang sudah menjadi kebiasaan buruk di fakultasnya karena fasilitas komputer yang terkoneksi internet yang melimpah, mereka suka meninggalkan komputer yang YM, FB, atau apalah akun-akun internet yang ada, dalam keadaan ON. Jadi mudah saja untuk kejadian seperti itu terjadi.

Beberapa orang memang sepertinya share akun internetnya dengan orang lain, dalam hal ini biasanya pasangan, istri atau suami. Sepertinya pak syamsul membahas ini juga di quick note-nya (saya ngga mampir, cuma lihat nangkring di inbox). Ya gapapa juga sih, masing-masing gayanya itu mah. Tapi jadi tidak fair saja rasanya kalau si orang lain yang sedang login di akun yang bukan miliknya itu berinteraksi dengan orang lain pula di dunia maya tanpa memberitahukan bahwa dirinya bukanlah si pemilik akun (seperti kasus saya tadi). Sebuah penyamaran hebat, dan bisa jadi sangat rapi.

Saya pernah dengar cerita seperti itu. Seorang suami membuatkan istrinya akun FB. Tidak hanya sampai disitu, karena sang istri bukan komunitas onliners, sang suamilah yang kerap berada di belakang layar akun istrinya. Lanjut lagi, sang suami mengirim permintaan teman kepada banyak teman istrinya, dan membalas pesan yang masuk satu persatu, dengan posisi sebagai sang istri, tak pernah mengaku dia kalau sebenarnya bukan sang istri. Hauugh..

Sebenarnya sih yang namanya melati akan tetap harum, yang namanya bangkai pasti akan tercium. Kalau kita sudah mengenal orang ini, lama-lama kita sadar juga kalau yang sedang berinteraksi dengan kita bukanlah orang yang sebenarnya. Misal dari bahasa atau sapaan yang digunakan. Saya pernah menyadari kalau di seberang sana bukan smile karena orang disana menulis namanya dengan “smel”, saya bilang “eh, tunggu, kayanya ini bukan smel deh, soalnya smel selalu nulis namanya dengan smile, bukan smel kaya gini”, dan orang di seberang sana mengaku “iya Pe, ini gw sawi, smel ada di sebelah gw nih, dia minta ketikin sama gw”

Karena kemungkinan penyamaran ini pula, maka saya suka menjadikan ini bahan becandaan kalau komunikasi lewat udara. Misal ada temen saya yang berlaku tidak seperti biasanya, maka saya akan becandain “ini (sebut saja) bunga bukan sih? kayanya bunga ngga mungkin ngomong begini deh, bunga biasanya solihah, ini pasti orang yang pake akunnya bunga, ayo ngaku!”. Dan sepertinya beberapa MPers pernah saya becandain begini, ayo ngacung!!

Dan saya mengalaminya lagi sore ini. Karena jawaban mesej di YM yang agak berbeda dari biasanya, maka saya tanya (font oren kata-kata saya, font hitam kata lawan bicara saya)
tok tok tok

ini bos iman bukan ya?
betul
oo
bener ni?
ko beda?
kenapa?
ga biasanya bos iman kalem begini
dikasi link jawab tq
jangan2 orang nyamar pake akun si bos
atau jangan2 selama ini yang chating sama kamu bukan iman
justru skrglah iman
hoo
jangan2 yaa
benar juga

the possibility is unlimited when you interact within virtual world

Lucu memang bos itu. Biarlah saya sebut-sebut namanya, siapa tau nanti dia jadi semangat untuk menulis di multiply lagi, hehe.

Kata-katanya inspiratif sekali buat saya. Dan seketika saya teringat ke sebuah obrolan lain yang kepasbangetan cocok dengan tema ini. Beberapa hari lalu, seseorang cerita kalau kakaknya sedang punya masalah. Masalahnya adalah kakaknya mencoba menghibur seorang wanita (yang padahal temannya juga) yang hidupnya kurang bahagia, bahkan merasa ingin segera mati saja. Kakaknya membuat id YM baru dan kenalan dengan wanita itu sebagai orang lain, tokoh rekaan, maksudnya agar si wanita punya teman yang bisa menginspirasinya, memberinya semangat untuk hidup lebih lama. Sehingga akhirnya si wanita dan tokoh rekaan menjadi teman yang sangat akrab. Yang memusingkan si kakak adalah, si wanita jatuh cinta pada si tokoh rekaan dunia maya, cinta mati. Nah looo..

Jadi begitulah, segala sesuatu bisa terjadi di dunia maya ini. Maka berhati-hatilah saudara. Yang terpenting kita bisa tetap mengambil pelajaran, kebaikan, dan pahala dari aktivitas ini. Mudah-mudahan semua bisa demikian.

Dan..sekali lagi meminjam kata-kata si bos, waktu saya bilang saya dapet PR tulisan siapa MPers yang menginspirasi saya, bos iman mengajukan sebuah nama yang sangat kontroversial buat saya, alasannya adalah
dia menginspirasi krn membuat kamu belajar
dunia maya tidak lebih baik dari ibu tiri

well..well..bahkan hal negatif di dunia maya pun bisa bermanfaat untuk kita, jika karenanya kita jadi bisa belajar. Bukankah sejatinya kita semua sedang sekolah di sebuah universitas bernama kehidupan?

tetap semangat sodara-sodaraaaaa

*kepasbangetan adalah sebuah kata yang saya paksakan, sinonim dari kebetulan, cuma karena sejatinya tidak ada hal yang kebetulan di dunia ini, semua atas izin ALLAH, maka saya bilang “pas banget” diberi imbuhan jadi “kepasbangetan”

~di tengah kegilaan menyelesaikan puluhan laporan yang sudah dikerjakan berhari-hari tapi ga selesai-selesai juga

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s