Temanku Bintang

Dari Anas bin Malik ra, bahwa Rasulullah saw bersabda:
“Tolonglah saudaramu yang berbuat zalim atau yang dizalimi.” Aku bertanya, “Ya Rasulullah, menolong orang yang dizalimi dapatlah aku mengerti. Namun, bagaimana dengan menolong orang yang berbuat zalim?” Rasulullah menjawab, “Kamu cegah dia agar tidak berbuat aniaya, maka itulah pertolonganmu untuknya.”

Alkisah ada 3 orang anak manusia, bulan, bintang, dan surya. Mereka saling mengenal, tapi tidak semuanya saling akrab. Bulan dan bintang berteman baik. Bintang dan surya juga berteman baik. Akan tetapi, bulan dan surya, tidak bisa dibilang berteman baik. Ada hal dalam diri surya yang tidak disukai bulan, sehingga mereka tidak bisa saling dekat seperti antara masing-masing mereka dan bintang. Meskipun begitu, bulan tidak pernah menunjukkannya pada surya, semua hanya dipendamnya, dan bulan tetap memperlakukan surya dengan baik, seolah tidak terjadi apa-apa (emang ga ada kejadian apa-apa sih).

Suatu hari terjadi obrolan antara 2 orang, bulan dan bintang. Bulan menyampaikan ketidaksukaannya terhadap surya pada bintang. Bintangpun menyimak, dia sendiri penasaran kenapa bulan tidak suka pada surya, sedang dirinya merasa surya adalah teman yang baik, sama baiknya dengan bulan.

Kemudian hari, bulan menyadari bahwa surya menyadari ada hal-hal pada dirinya yang tidak bulan suka. Bulanpun menghampiri bintang

“bin, kamu bilang-bilang ya ke surya kalau aku tidak suka dengan sikapnya yang ini dan itu?”

“iya”

“kok kamu bilang-bilang ke dia sih?”

“aku bilang ke dia, tapi aku tidak menyebut-nyebut nama kamu ko. Aku cuma kasih tahu dia bahwa sikapnya yang ini dan itu tidak disukai orang lain, dan sebaiknya dia merubahnya”

“…” bulan terdiam

“bulan, kamu itu temanku, surya juga temanku, aku sayang dengan kalian berdua. Dan aku menginginkan kebaikan untuk semua teman-temanku. Kalau ada hal yang memang kurang baik pada kalian, aku ingin kalian memperbaikinya, sehingga kalian bisa jadi orang yang lebih baik. Jika ada orang lain yang mengadu padaku hal yang buruk tentang kamu, aku juga akan menyampaikannya ke kamu ko, sama dengan yang kulakukan pada surya kemarin”

Dan bulanpun akhirnya mengerti.

Bukan saudara namanya, jika dia melihat saudaranya yang lain yang tertutup matanya berjalan ke arah jurang tanpa mengingatkan

Bukan saudara namanya, jika dia membiarkan saudaranya yang lain terus melakukan kesalahan

Bukan saudara namanya, jika ada saudaranya yang lain dibicarakan hal yang buruk di belakang dan dia hanya diam

Terimakasih untuk teman-teman yang tidak hanya mengkritik, tapi kemudian memberi solusi.

Terimakasih untuk teman-teman yang tidak hanya melihat aib, tapi kemudian menasehati.

Terimakasih untuk teman-teman yang masih menjadi bintang di langit kehidupan saya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s