Kenapa Contact Di-remove? (bagian 1)

Wacana pecat-memecat kontak bukanlah hal baru di MP. Bahkan si ai pernah nulis—entah di blog apa note saya lupa—katanya lagi ada musim mecat kontak (et dah!). Dan keinginan untuk memecat kontak itupun muncul kembali, menggoda, dengan sedemikian rupa. Godaan ini sudah muncul sejak tahun kemarin sebenarnya, dan sudah saya rencanakan kapan waktunya. Dulu saya pecat contact yang memang blognya kosong. Karena dulu juga, saya selalu confirm tiap invitasi yang masuk, meskipun message di invitasinya adalah “Hey, I just signed up and saw that you were on Multiply!”. Jadi biar lebih rapi, contact yang saya miliki adalah contact yang bener-bener niat buat menulis, mengisi sitenya dengan tulisan, saya remove-lah contact yang kosong MPnya.

Kali ini saya niatnya tidak hanya memecat contact yang seperti itu, tapi juga yang tidak ada interaksi. Waktu itu sempet bilang ke seorang contact tentang rencana ini. Beliau jawab, ternyata dirinya juga punya rencana yang sama. Dan benarlah, beberapa saat kemudian dia memecat beberapa contactnya (dan beberapa pekan kemudian, id nya menghilang dari peredaran manusia, hehe). Saya sendiri belum menjalankan niatan itu, karena suatu hari saya juga bilang ke contact saya yang lain (orangnya adalah mas ogie, gatau dah dia masih inget apa kaga) dan pendapatnya bertolak belakang dengan orang pertama. Meskipun mas ogie juga merasa contactnya udah kebanyakan, dia tidak sepakat kalau saya mesti memecat contact saya, katanya biarin aja siapa tau suatu ada manfaatnya (kira-kira begitu).

Sebenernya perilaku removing contact ini didasari oleh apa tujuan kita ngempi, ya ngga sih? Didasari oleh kenapa kita memilih multiply yang merupakan jejaring sosial juga.

Meski tidak pernah saling mengunjungi, diemin aja, tidak perlu di remove, toh tidak rugi

Suatu hari juga saya ngobrol sama si eneng-eneng (ais dan diah) bilang juga kalau rasanya saya ingin merampingkan jumlah contact (berhubung merampingkan tubuh sendiri sulit, merampingkan jumlah contact pastinya jauh lebih mudah, haha) saya bilang “ada banyak contact yang ga pernah maen ke tempatku dan aku juga ga tertarik maen ke tempat mereka, kalau kaya gitu, ngapain masih contact-an, mending dipecat aja”. Mereka berdua sepakat, banyak juga contact mereka yang seperti itu, tapi mereka ngga sepakat kalau harus dipecat, “didiemin aja kalo aku mah bang”, entah siapa diantara mereka jawab begitu. Soalnya, yang selalu saya inginkan adalah kebermanfaatan dari relationship ini. Tolong jangan diartikan sempit makna manfaat ini. Kalau sudah sama-sama tidak saling mengunjungi, itu artinya keberadaan saya sebagai contact tidak dia manfaatkan, sayapun begitu terhadapnya, buat apaan jadi contact? Tapi om adam punya pendapat mirip dengan ais dan diah “klo saya sih biarin aja… lagian gak rugi kok klo mereka gak dihapus …”. Bener juga si om adam ini. Dan pada akhirnya saya setuju dengan mereka bertiga, pertahankan saja contact-contact itu toh tidak merugikan.

Yang penting ada manfaatnya

Soal manfaat ini, tidak melulu harus dia yang bermanfaat buat saya, tapi bisa sebaliknya. Jadi, biasanya, kalau ada MPers yang mengunjungi lebih dari 2 tulisan saya, saya tidak akan segan-segan untuk menginvite-nya, karena asumsi saya, dia tertarik dengan tulisan saya, syukur-syukur kalau kalau bermanfaat. Dan kalau ternyata saya jarang melakukan kunjungan balik, itu karena keterbatasan saya sendiri, intensitas online misalnya, yang membuat saya tidak bisa mengunjungi semua contact.

Tidak perlu itung-itungan lah

Banyak contact yang ternyata tidak berkenan dengan hal ini, merasa sebal jika dirinya sering berkunjung tapi tidak pernah dikunjungi. Saya juga dulu begitu. Tapi akhir-akhir ini saya baru sadar, kenapa sih kita itung-itungan betul? Kenapa tidak based on manfaat aja, kenapa tidak dikembalikan pada niat aja. Kalau dulu saya pernah bilang “kunjungan balas budi”, memang sih itu perlu. Katanya “jadi orang jahat di dunia maya juga tidak ada temannya” maksudnya kalau ga mau mampir-mampir ke rumah orang nanti juga orang malas kerumah kita. Tapi kalau kita dapat manfaat dari kunjungan kita, kenapa harus merasa rugi jika dia tidak berkunjung balik? Saya jadi ingat dulu punya contact, yang saya suka main kesana, menyempatkan nulis komen, dan saya tidak pernah peduli apakah dia akan berkunjung balik, karena saya kesana semata-mata agar dia tetap semangat menulis saja, agar dia senang karena blognya ada yang komen, karena saya juga dulu waktu baru awal ngeblog begitu, bahkan sampai sekarang (sekarang akunnya udah dicancel, saya juga tidak tahu kenapa, dan sungguh merasa kehilangan). Atau blog-blog ustadz-ustadz yang ada di contact list saya, berkunjung kesana untuk cari ilmu, cari inspirasi, tanpa pernah memusingkan apakah si ustadz akan sempatkan mampir kesini. Dan tidak pernah berpikir untuk meremove si ustadz karena memang mereka tidak mampir.

~seperti biasa, tulisan yang terlalu panjang dibagi jadi 2 bagian, khawatir pada bosan bacanya, atau komen tidak mengenakkan “tulisannya kepanjangan!” 

Advertisements

49 thoughts on “Kenapa Contact Di-remove? (bagian 1)

  1. Pagi ini saya memecat 5 kontak dengan alasan:1.dia meng-invite saya,tapi dia tidak update dgn blognya.2.dia tidak pernah 'main' kerumah saya,pdhal saya sdh sapa di GBnya3.MPnya kosong melompong,yg ada hanyalah 3 buah poto,dan 2 playlist music,yg menurut saya gak penting banget..

  2. ah saya mah dibawa enjoy aja…setuju sih dengan alasan relationship.buat saya ngempi seperti hal-nya bertetangga didunia nyata. plural, kita g bisa 'memecat' karena g pernah dikunjungi.apa kita bisa memecat tetangga kita keluar dari RT atau RW karena alasan dia g pernah mengunjungi kita?kali aje tetangga yg kliatan g pernah mengunjungi kita justru malah memberi manfaat dan berguna buat kita dimasa depan. begitu juga sebaliknya.sing penting enjoy dalam ber-empi. g usah dibawa serius dalam berinteraksi didunia maya. terlalu serius lama lama malah akan 'membunuhmu'.*haha panjang, kliatan bgt curcol*

  3. Bukannya kejam ato gimana,tapi MP itu adalah salah satu cara utk menulis,menuangkan perasaan dalam tulisan.Kalo isinya cuman kosong doang,apa yg mau dilihat.Selanjutnya kita melihat feedback,ketika kita meng/di-invite,itu berarti kita sudah siap utk berkenalan dgn org tsb,dan memberi apresiasi/kritik thd tulisannya.walaupun cuman 'sekedar' dunia maya,tapi kita perlu belajar manner dari hal2 yg kecil kan,walaupun hanya 'sekedar'? 🙂

  4. walaupun gak saling nyapa, gak saling ngunjungin, gak salin komen, asal mpnya selalu diisi, saya biarin aja, gak niat meremove, siapa tau nanti ada tulisannya yang bermanfaat…kadang2 ada yg gak pernah saya kunjungi, tapi tiba2 saya liat ada tulisannya yg bremanfaat, saya baca walaupun gak ninggalin komen…contact yg saya remove adalah;1. yg jualan, dan memposting jualannya gak kira2..sampe 5 halaman penuh ama jualan dia2. kontak yang mendominasi postingan..sama kek yg jualan juga, berhalaman2 penuh ama postingan dia…gak mikirin org lain apa..

  5. sampe sekarang belum pernah meremove,:D, bener, gak ada ruginya menyimpan kontak, paling nanti kalo ada yg nyeleneh, misalnya berbau nude things, atau melecehkan agama, baru saya remove..

  6. karena kadang secara 'gentayangan', kontak2 kita masih hadir membaca dan mengunjungi mp kita (inget kata2 seseorang dulu waktu saya kesel banget gara2 para 'suicider mp')karena itulah saya hindari me-remove kontak

  7. da'i neh kyk gini? komennya tendensius sekali, ckckckkalo memang sebelumnya tidak pernah saling mengunjungi apakah itu memutus silaturahim namanya nu?kalo yang di remove blognya kosong (bukan sekedar ga di update, tapi memang tidak pernah diisi), yang punya blog tidak pernah login di akunnya sejak dia register di MP itu namanya memutus silaturahim jugakah?*sekedar bertanya pendapat*

  8. Ada pepatah mengatakan, menambah satu kontak berarti menambah satu beban pertemanan (akuai, 2009^^)aku seneng nginvite org cz mrasa blognya keren n bermanfaat. Tapi, aku sadar bahwa konsekuensinya seperti pepatah itu. Jadi sering mrasa bersalah kalo ga ngurus kontak2ku. Maka, aku akan approve temen2 yg nginvite aku. Mungkin mreka mengira blogku keren. Huehehe.. Dan aku siap jika mereka hanya lewat atau ngintip2 aja.*gw pernah nulis ini di salah satu blog kontak gw di..

  9. MP itu eksklusif Di.. bisa jadi orang bikin akun cuma karena biar bisa comment or upate info2 di blog lo,,ada juga yg ga setia banget sm ngempi,, krn satu n lain hal..gw pernah mendiamakn bbrp kontak yg emang ga aktif2 akunnya, ternyata tiba2 dia muncul.. untung gw ga remove dia.. jd msh bisa tegur sapa meski jarang2.. spakat sm beberapa orang, slama ga merugikan, knapa hrs diremove..*merugikan menurut persepsi gw: copas gila2an tulisan orang tp diposting dlm satu hr jd tulisan dy menuh2in inbox,, dia rajin bgt promosi jualannya tp gw sebenernya ga butuh produk dia..

  10. iye..tapi kan gw juga liat-liat dulu viewing history dan catatan kapan dia login terakhir di blognya, pertimbangan gw remove contact juga ga sekedar gitu doang kali, banyak yang gw timbang, haduuhh..kenapa sih orang-orang melihat parsial tapi langsung menilai?toh, diremove kan bukan di block, dia bisa tetep mampir

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s