Cuap-cuap Tentang Pendidikan Keperawatan (part 1)

Berhubung orang-orang sering bertanya apakah saya kuliah S2? Atau bertanya-tanya kenapa saya sudah di wisuda tapi masih kuliah, apakah saya bekerja di rumah sakit, dsb. Baiklah akan saya jelaskan sedikit tentang jenjang pendidikan yang saya tempuh sekarang. Mungkin tak menarik buat anda, tapi bermanfaat buat saya, itung-itung mengenalkan pendidikan keperawatan ke dunia luas *lebay*. Tapi sebelum itu, saya mau cuap-cuap tentang fakultas saya dulu *seneng kalo ngomongin ginian*

Saya kuliah di fakultas ilmu keperawatan UI. âooh akper ya?â? adalah pertanyaan yang hampir selalu dilontarkan orang lain, dan saya kerap menjawab âbukaaaanâ?, atau ada juga yang bertanya âemang ada akper di ui?â?, ih gubrak. Ada juga yang ngotot âmasa sih ada keperawatan di ui, kok saya ga pernah dengerâ?, âada kok, fakultasnya di belakang sini (waktu itu lagi detos)â?, âga ada ahâ?, ah capek guah. Fakultas Ilmu Keperawatan adalah fakultas bontot di UI, semula adalah program studi di fakultas kedokteran, tapi akhirnya berdiri menjadi fakultas 10 tahun kemudian. Jadi, wajarlah kalau saya tidak tahu nama dekan FKUI, karena dia bukan dekan saya (waktu itu ada contact MP yang nanya).

Fakultas saya semula ada di salemba, baru pindah ke depok tahun 2003. Jadi FIK punya 2 tempat, di depok dan salemba. Gedung di salemba digunakan untuk perkuliahan S2, kadang digunakan juga untuk diskusi atau kuliah mahasiswa profesi. Kalau dulu, ada masa dimana mahasiswa akademik sarjana kuliah disana juga, seperti saya, waktu semester 3 (karena dosennya dari FK dan kita juga memakai lab FK). Tapi sekarang semua perkuliahan untuk akademik di jalankan di depok. Di salemba juga ada ruang ganti, jadi kami mahasiswa profesi sering menggunakannya untuk ganti baju seragam disana dan baru jalan kaki ke RSCM.

Kalau di depok, sesama anak UI, kami kadang cuma menyebut âsalembaâ? dan orang lainpun paham bahwa maksudnya adalah kampus Ui yang ada di salemba. Makanya sayapun begitu. Pernah suatu hari saya nebeng sama tetangga untuk berangkat kuliah, si tetangga saya juga kuliah di salemba. Dia tanya âpemi kuliah dimana?â?, saya jawab âsalembaâ?, diapun tanya lagi âiya, di kampus apa?â? ziiing..sayapun sadar âoh iyaya, di salemba kan ga cuma ada 1 kampusâ? *merasa salemba hanya milik UI* hoho!

Karena FIK baru pindah tahun 2003, maka masih banyak juga orang yang tidak tahu kalau ada FIK di depok. Kakak kelas sering cerita, mereka suka ditanya sama mahasiswa lain âooh..FIK emang di depok ya?â?, pertanyaan semacam itu lah. Tapi akhir-akhir ini sudah jauh berkurang, meskipun masih sangat lazim ketika kami menyebutkan dimana kampus kami orang akan menjawab âoooh..seberangnya FKMâ?. Ah, ingin rasanya suatu hari ada anak FKM yang dapat jawaban âooh..seberangnya FIKâ?. Setidaknya itu masih mending dibanding jawaban âoh, di belakangnya detos (depok town square)â?, gubrak!! Atau pernah juga ada âoh itu FIK, gw pikir itu masih bagiannya PKM (pusat kesehatan mahasiswa)â?, owow..padahal PKM suma secuil di depan!! Dan tahukah anda, betapa mengiris hati saya, waktu wisuda kemarin, saat perwakilan mahasiswa FIK maju kedepan, dikasi sertifikat sama rector (karena cumlaude), di layar tertulis nama teman saya itu beserta gelarnya, S.Kom. what?!! Apaan tuh? Sarjana kompor?? (maaf ya jangan tersinggung para S.Kom, soalnya gw kesel banget sampe UI aja ga kenal sama lulusan dari fakultasnya sendiri)

Itu tentang kedudukan FIK di UI, sekilas, sekarang tentang FIK di dunia keperawatan Indonesia.

Orang-orang sering menyebut, perkembangan keperawatan di Indonesia sejak tahun 1983 sangat pesat ditandai dibukanya PSIK di UI tahun 1985. Soal ini saya tidak bisa ikut-ikutan bicara, karena saya tidak hidup sejak sebelum 1985 jadi saya tidak bisa membandingkan kepesatannya, hehe. Tapi, selama bertahun-tahun, di Indonesia, perawat bukanlah lulusan pendidikan tinggi, padahal idealnya sebuah profesi dibekali pendidikan tinggi. Kalau di luar negeri, jenjang pendidikan tinggi untuk perawat sudah beratus tahun lamanya. Indonesia sungguh jauh ketinggalan. (saya belum bisa bicara banyak tentang ini, serem juga, sensitive seringkali). Maka mulailah dibuka, pertama di FKUI. Karena belom lama berdiri pula, pendidikan keperawatan Indonesia belum banyak punya guru besar. Saat ini professor keperawatan di Indonesia baru ada 2 orang, dan dua-duanya orang UI. Makanya saya miris sekali waktu denger ada isu UI mau dibom. Kenapa milih UI, bukankah dunia pendidikan akan sangat kehilangan kalau guru besarnya pada meninggal, begitupun keperawatan, tapi ya..umur mah di tangan ALLAH..cuma jadi inget Jepang, yang kalau abis bencana yang ditanya berapa guru yang selamat, eh dasar orang Indonesia, malah ngancem ngebom di tempat para guru dan orang yang belajar.

Konon katanya (hehe), FIK UI masih jadi mercusuar perkembangan keperawatan di Indonesia. Katanya, pendidikan tinggi lain masih suka mencontoh kurikulum yang FIK UI gunakan, bagaimana penyelenggaraannya, dsb. (ini siapa ya dulu yang ngomong? :p) Temen saya pernah bilang âmenurut gw ludi, tingteng (tulisannya yang bener gimana sih?) perubahan keperawatan di Indonesia memang dimulai dari UIâ?, dia bilang begini waktu kami mulai praktek di RS dan masih memegang idealisme yang kami dapat di kampus sambil terus bertahan agar tidak tergerus dengan fenomena yang ada di lapangan, dan menurut dia, lulusan dari kampus lain belum tentu seperti kami (ini menurut temen saya lho). Karena masih bisa dibilang baru juga, bisa dibilang, menurut saya nih, kurikulum FIK sendiri belum ajeg banget, masih terus berubah, menuju kesempurnaan (taelah..). Buktinya, kurikulum yang saya pakai, dengan anak angkatan 2008 sudah beda. Bukan dari konten pengajarannya, tapi dari segi cara, waktu penyampaian dsb. Kalau dulu kuliah di FIK 3,5 tahun akademik 1,5 tahun profesi, sekarang 4 tahun akademik, 1 tahun profesi, hal-hal semacam itulah. Masih terus dicari bentuk idealnya seperti apa.

~Udah panjang..bersambung aja biar ga bosen

Advertisements

23 thoughts on “Cuap-cuap Tentang Pendidikan Keperawatan (part 1)

  1. wah Bang, Diah kan suka diomelin ama dokter di PKM..hehe
    tapi, dari pas kuliah, Diah dah tau FIK dimana kok..
    malah suka dapet crita2 dari mba2 FIK yang Diah fans-in..skarang dah di Aceh..
    misuanyah dokter, hehe*komen dung2..:D*

  2. btw,
    aku udah bilang belum sih nek?
    blog mu itu, salah satu blog yang paling ga ngebosenin walaupun ditulis dengan huruf font 12 sebanyak apapun, ^^
    *pengakuan jujur dan tidak dilebihkan*

    Yup!
    smangaatt!!
    *sambil membayangkan ekspresi nenek -audio visual- yang lagi ngomong semangat, hehe^^ *

  3. sini..sini kupeluk lagi, hehe

    bukannya kamu pernah bilang kalo blogku dibukuin, bacanya pake mikir, dan aku menyimpulkan blogku ini berarti lebih mendekati arah membosankan untukmu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s