Karena Penghalang Itu

Di salah satu bab di buku Jalan Cinta Para Pejuang ditulis tentang sebuah penelitian terhadap mahasiswa di sebuah kampus di London.
Metodenya adalah menyiapkan dua model, laki-laki dan perempuan dengan penampilan menarik kemudia mereka diminta untuk bertanya secara acak pada mahasiswa yang mereka temui di kampus tsb. Model pria bertanya pada mahasiswi sedangkan model wanita pada mahasiswa dengan pertanyaan kira-kira âmenurutku kau menarik, maukah kau mala mini tidur denganku?â?

Hamper semua mahasiswi menjawab dengan penolakan, sementara para mahasiswa menerima ajakan dengan senang hati. Namun ada 1 mahasiswa yang punya jawaban berbeda, dia menjawab tidak dan ketika ditanya alasannya, dia menjawab âkarena besok ada ujianâ?, âkalau besok tidak ada ujian?â?, âI will say yesâ?.

Ternyata demi mementingkan sebuah ujian, demi mendapat nilai yang bagus, mahasiswa ini rela menghindar dari sebuah hal yang sesungguhnya menarik untuknya. Sebuah hal yang dianggap besar dan penting, dapat menjadi sebuah penghalang dari hal lain yang kita anggap kecil atau ringan. Saya jadi teringat dengan sebuah pernyataan âyang sepertinya saya dengar di filmâmencintai orang lain itu bagaikan ada lukisan besar di depan kita. Sehngga kita tidak lagi bias melihat orang (wanita atau pria) lain karena terhalang oleh lukisan tersebut, lukisan orang yang kita cintai. Agak aneh memang, lagipula saya pikir kalo cowok, meskipun sudah mencintai seorang wanita akan tetep ngelirik cewe lain juga kalo ada yang lewat mah. Hehe

Tapi intinya sih sama, tentang penghalang. Bahwa focus kita terhadap sesuatu hal yang kita anggap besar, bisa menghalangi kita dari melakukan atau memperhatikan hal lainnya. Alangkah baiknya jika focus kita itu adalah pada kebaikan dan ketaatan yang kemudian menghalangi kita dari dosa dan kemaksiatan.

Sayangnya bukan itu yang ingin saya bahas lebih lanjut. Saya ingin menganalogikannya dengan aktivitas ngempi ini. Kalau dulu, saya ârajinâ? sekali online di multiply. Kangen rasanya kalau tidak menulis, tidak blogwalking, tidak berbalas komen, tapi sekarang berubah. Kalau dulu sering pamitan tapi sebentar kemudian muncul lagi, sampai dibilang tidak konsisten, kalau sekarang bahkan muncul untuk pamitanpun tidak saya lakukan. Karena ada lukisan besar yang menghalangi pandangan saya, hal yang banyak menguras waktu dan pikiran, sampai-sampai menyedot ketertarikan saya pada multiply juga. Mirip-mirip dengan seseorang yang berfokus untuk IP 3,8 sampai-sampai tidak menulis lagi dan rencana pertemuan dengan seorang kawan yang jarag-jarang bisa ketemupun ditunda entah sampai kapan.

Ah, toh saya tidak munculpun tidak ada yang merasa kehilangan sepertinya, viewing history saya adem ayem aja tuh. Jadi tidak usah berpanjang kalam lagi. Sampai jumpa kawan. Maaf belum bisa menjadi contact yang baik.

Advertisements

18 thoughts on “Karena Penghalang Itu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s