Sejuta Kepala, dengan Sejuta Masalahnya

Dan apabila hamba-Ku bertanya kepadamu tentang AKU, maka (jawablah) bahwa AKU dekat (QS Al-Baqarah [2] : 186)

Suatu hari saya pernah menulis quick note disini, bunyinya "karena kalau kau memilih untuk tetap hidup, artinya kau juga harus siap menemui masalah demi masalah, karena hidup bukanlah permainan, karena hidup adalah perjuangan". Saya sendiri sudah tidak terlalu ingat hal apa yang melatari saya mengeluarkan pernyataan demikian. Namun sampai sekarang saya masih menyepakatinya. Manusia itu selagi hidup niscaya akan bertemu dengan masalah, dengan jenis dan kadarnya masing-masing. Siapapun dan kapanpun, pasti memiliki masalah. Kalau anda, berada dalam sebuah forum ceramah atau diskusi dan sang pembicara meminta para hadirin yang merasa sedang memiliki masalah mengangkat tangannya, dan anda melihat ada diantara hadirin yang tidak mengangkat tangan, maka sejatinya, orang tersebut bukanlah tidak memiliki masalah, dia punya, setidaknya salah satunya adalah, tidak menyadari masalah dirinya sendiri.

Seiring dengan berkembangnya penggunaan internet oleh masyarakat, adanya blog, situs jejaring sosial, dsb, membawa keterbukaan dimana-mana. Informasi pribadi tentang seorang pelaku di dunia maya seringkali terpublikasikan dengan gamblang. Misalnya saja status facebook, hanya dengan membuka beranda akun facebook saya, atau lebih susah sedikit, mengunjungi halaman profil orang lain, maka saya bisa tahu masalah-masalah apa yang sedang dialami orang-orang tertentu. (bukan berarti bahwa semua pengguna facebook menuliskan statusnya sebagai ajang curhat belaka, tolong jangan disalahpahami demikian). Begitupun dengan entry-entry di multiply, tidak hanya satu atau dua orang yang mengisinya dengan curhatan masalah sendiri dengan gaya masing-masing atau mungkin menceritakan masalah orang lain dengan harapan pembaca bisa mengambil hikmahnya.

Tidak terkecuali saya. Beberapa hari terakhir saya banyak merasa kesal dan kecewa. Perasaan-perasaan yang meracuni pikiran dan begitu inginnya saya enyahkan. Satu nama terlintas di benak saya untuk dijadikan objek curhat kemarin pagi. Tapi karena siangnya saya harus pergi silaturahim ke rumah saudara, saya jadi lupa untuk meng-sms-nya. Sorenya, sepulangnya dari silaturahim, sayapun mulai online. Blogwalking sana-sini, baca quick note, komen, di multiply, saya menemukan banyak sekali cerita masalah baik yang tersurat maupun tersirat, baik yang milik diri sendiri ataupun orang lain. Lanjut ke beranda facebook juga begitu. Satu hal yang menarik saya adalah post dari teman yang saya ingin curhati paginya, dia menulis sesuatu yang karenanya orang lain bisa menyimpulkan dan berkomentar “sedang susah hati ya?â€?. Statusnyapun begitu, sukses membuat saya bersyukur saya tidak curhat padanya paginya, karena sepertinya hanya akan menambah susah hatinya saja.

Begitulah kita ini manusia, sepaket dengan masalahnya. Tentu karena keunikan kita, maka mendefinisikan apa itu masalahpun berbeda-beda, dan saya menyerahkannya pada anda. Bisa jadi itu adalah ujian, cobaan, atau mungkin kesalahan dan dosa yang kita perbuat. Atau mungkin ada yang tidak sepakat dengan pemilihan kata “masalahâ€? karena konotasinya yang (mungkin) kurang baik dan lebih suka menyebut tantangan dsb, itu terserah juga. (terus yang kita samaan apa dong? Bingung gw juga). Setidaknya saya suka menyebutnya masalah karena ingin menganggapnya sebagai sesuatu yang harus diatasi.

Memahami bahwa manusia hidup dengan ujiannya masing-masing, dengan masalahnya masing-masing, maka tak pantas rasanya kita ini merasa jadi orang paling malang sedunia. Merasa bahwa langit kehidupan kitalah yang paling mendung, bahwa warna kehidupan kitalah yang paling kelabu, sungguh tak layak. Karena ALLAH tidak menguji hambaNYA melebihi kemampuannya. Dan mulailah berusaha dan berjuang untuk mengatasinya. Karena kalau kita hanya bisa mengeluh, maka kita tak akan mendapatkan apa-apa.

~(eh ada yang punya kisah nyata yang sedih banget ga, pm-in dong tolong, saya pengen bikin buku deh :D)

*masih ngerasa ada yang kurang di tulisan ini, tapi yasudalah di post aja*

Advertisements

45 thoughts on “Sejuta Kepala, dengan Sejuta Masalahnya

  1. menjadiyanglebihbaik said: hebat.pesannya tersampaikan.

    "Manusia mana yg tidak punya keterbatasan…nothing… Namun dibalik keterbatasannya pasti ada hal-hal yg bisa dilakukannya menembus batas dalam rangka meraih cintaNYA…"

    bisa juga menganalogikan keterbatasan timbul karna suatu masalah, tetapi bukan masalah yang sengaja dibuat sendiri…

  2. akuai said: Memiliki sahabat/saudara maka harus siap jika suatu waktu jadi "tempat sampah" masalahnya..Kita pun perlu juga curhat ke orang lain biar berasa dihargai..

    begitukah neng ai, sudah siap dengan segala curhatanku kah? siapkan hape dan pulsamu kalau begitu, hoho

    ~kayanya nt amatsangatjarangsekali curhat ke gw, itupun curhat kalo kebetulan ketemu doang, berarti nt ga menghargai gw dong? :p

  3. kharaf said: "Manusia mana yg tidak punya keterbatasan…nothing… Namun dibalik keterbatasannya pasti ada hal-hal yg bisa dilakukannya menembus batas dalam rangka meraih cintaNYA…"bisa juga menganalogikan keterbatasan timbul karna suatu masalah, tetapi bukan masalah yang sengaja dibuat sendiri…

    *angguk-angguk aja, takut salah lagi*

    jazakaLLAH khoiron atas komennya πŸ˜€

  4. kharaf said: "Manusia mana yg tidak punya keterbatasan…nothing… Namun dibalik keterbatasannya pasti ada hal-hal yg bisa dilakukannya menembus batas dalam rangka meraih cintaNYA…"bisa juga menganalogikan keterbatasan timbul karna suatu masalah, tetapi bukan masalah yang sengaja dibuat sendiri…

    mantap…

    “…kelelahan kita adalah kumpulan energi-energi untuk melintasi kelelahan-kelelahan berikutnya. Hingga kita tiada pernah lelah lagi… bahkan lelah itu telah lelah dengan sendirinya untuk mengejar kita… semangat akhi…â€?

  5. kharaf said: "Manusia mana yg tidak punya keterbatasan…nothing… Namun dibalik keterbatasannya pasti ada hal-hal yg bisa dilakukannya menembus batas dalam rangka meraih cintaNYA…"bisa juga menganalogikan keterbatasan timbul karna suatu masalah, tetapi bukan masalah yang sengaja dibuat sendiri…

    Ada yang menganalogikan bhw hidup itu ibarat pendakian kita ke puncak gunung. Ketika kaki kiri melangkah, maka itulah masalah. Ketika kaki kanan melangkah, maka itulah kreativitas pemecahannya.

    Maka semakin banyak masalah dan kreativitas yang tercipta, semakin cepat orang menggapai puncak gunung, puncak kesuksesannya..

  6. kharaf said: "Manusia mana yg tidak punya keterbatasan…nothing… Namun dibalik keterbatasannya pasti ada hal-hal yg bisa dilakukannya menembus batas dalam rangka meraih cintaNYA…"bisa juga menganalogikan keterbatasan timbul karna suatu masalah, tetapi bukan masalah yang sengaja dibuat sendiri…

    *liat komen barusan*

    Hm, nampaknya bagus juga buat dijadiin QN.. πŸ™‚

  7. kharaf said: "Manusia mana yg tidak punya keterbatasan…nothing… Namun dibalik keterbatasannya pasti ada hal-hal yg bisa dilakukannya menembus batas dalam rangka meraih cintaNYA…"bisa juga menganalogikan keterbatasan timbul karna suatu masalah, tetapi bukan masalah yang sengaja dibuat sendiri…

    Aku hidup..
    Punya masalah ? Iya..
    Tenang aja, kan uda d beri peta hidupnya dr Pemberi Masalah.
    Al-Quran yg mulia dan hadist yg indah.

  8. penjelajahsemesta said: Hm, nampaknya dalam pengambilan kesimpulan, ludi mulai terpengaruh intan.. πŸ™‚

    yah beginilah salah satunya kaka, kaki kiriku menemui masalah: pengen tobat dari oot tapi guru oot-ku terus-terusan memancing agar aku mempraktikan ajarannya itu, kalo aku bisa melangkahkan kaki kanan, niscaya semakin cepatlah aku sampai di gunung kesuksesan

  9. penjelajahsemesta said: Hm, nampaknya dalam pengambilan kesimpulan, ludi mulai terpengaruh intan.. πŸ™‚

    memang..tergantung masalahnya ka..kalau yang kita pandang masalah itu adalah kesalahan yang kita buat atau kebiasaan buruk, masa mau dijadikan teman, barusan ada 1 orang lagi mengaku nih kaka….aku jadi sedih lagi

  10. penjelajahsemesta said: Buruk menurut siapa? Salah menurut siapa? Buruk dalam situasi bagaimana? Salah dalam situasi seperti apa?*pertanyaan retoris,gak usah dijawab*

    "dalam mencapai kesempurnaan diri, setiap manusia akan melalui 4 musim dalam hidupnya, dan apabila kau sedang mengalami musim gugur, yakinlah musim semi sebentar lagi akan tiba"

    (Hozoin In’ei – Vagabond)

  11. carrotsoup said: yakinlah musim semi sebentar lagi akan tiba"

    pengen peluk. tapi aku merasa tidak cukup bisa memeluk.
    tampaknya diantara semua teman2 kaka. aku yg paling tidak dewasa.
    bahkan terkadang sangat kekanakkan, shingga malah aku yg curhat sambil sesegukan. bukti lain juga krna nenek ga pernah curhat ke aku. maka aku bisa dibilang bukan salah satu pemberi solusi terbaik kan?
    ah. kalo ngeliat nenek seperti ini.
    jadi serba salah.
    mau peluk, tapi merasa diri tdk punya kapabilitas utk menenangkan.

  12. menjadiyanglebihbaik said: pengen peluk. tapi aku merasa tidak cukup bisa memeluk.tampaknya diantara semua teman2 kaka. aku yg paling tidak dewasa.bahkan terkadang sangat kekanakkan, shingga malah aku yg curhat sambil sesegukan.

    yaudah kalo gitu aku aja yang meluk, sini..

    sante sih tan, semua orang kan punya kecenderungan dan peran masing-masing, kalo kamu cukup jadi bagian yang kuisengin aja, itu aja udah bikin aku ketawa lagi ko..

    ga semua harus seperti khadijah yang bijak nan mulia, ada aisyah yang cerdas, ada saudah yang pandai mengurus rumah tangga, zainab binti khuzaimah ibunya orang-orang miskin, zainab binti jahsy yang sangat dermawan, dll

    santai sih tan..kamu masih jadi bintang di langit kehidupanku ko, tentu bersama bintang yang lainnya..

  13. pemikirulung said: sante sih tan, semua orang kan punya kecenderungan dan peran masing-masing, kalo kamu cukup jadi bagian yang kuisengin aja, itu aja udah bikin aku ketawa lagi ko..

    πŸ™‚

    jawaban yang sangat menenangkan dan menyenangkan..
    aku udah bilang belom sih hari ini?
    Aku sayang kamu, kak..^^

  14. pemikirulung said: sante sih tan, semua orang kan punya kecenderungan dan peran masing-masing, kalo kamu cukup jadi bagian yang kuisengin aja, itu aja udah bikin aku ketawa lagi ko..

    Haha.. Padahal dari komenku itu aku lebih suka 2 paragraf terakhir..

  15. pemikirulung said: ga semua harus seperti khadijah yang bijak nan mulia, ada aisyah yang cerdas, ada saudah yang pandai mengurus rumah tangga, zainab binti khuzaimah ibunya orang-orang miskin, zainab binti jahsy yang sangat dermawan, dllsantai sih tan..kamu masih jadi bintang di langit kehidupanku ko, tentu bersama bintang yang lainnya..

    like this juga

    deh
    ..

  16. pemikirulung said: eh ada yang punya kisah nyata yang sedih banget ga, pm-in dong tolong, saya pengen bikin buku deh :D)

    saya punya…tapi ga tau menurut orang lain, sedih..sedih banget..atau sedih biasa ajah…atau malah ga sedih…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s