Terlanjur Basah, Jangan Cuma Bisa Mandi Sekalian (sebuah pertimbangan perlukah punya akun Facebook)

Ini tulisan jadul saya (4 maret 2009) di note FB saya, semula tidak pernah berniat di post disini, hanya saja, setelah melihat note seseorang yang meminta pertimbangan apakah perlu punya account di FB, saya pikir tidak ada salahnya di post disini juga biar MPers baca. Maaf kalo agak “roaming” sedikit, karena saya copas langsung. Semoga bermanfaat

***

(Perhatian: tulisan ini lumayan panjang, tapi ngga enak kalo disingkat, dan saya sangat berharap agar anda membacanya sampai selesai, biar dapetnya ngga sepotong-potong)

Dulu, beberapa bulan lalu, saat saya baru sekitar sepekan punya akun di fesbuk tersebar berita heboh bahwa FB punya yahudi, dan dari keuntungannya yang ratusan juta dollar karena banyaknya user yang aktif, turut membiayai perang Yahudi terhadap palestina. Saya benar-benar gamang, apalagi saat itu agresi militer Israel ke palestina sedang gencar dan hebohnya. Sempat berpikir kuat untuk menghapus akun FB saya, dan saya sempat menuliskannya di status. Tapi waktu terus berjalan selama saya melakukan proses menimbang dan mengingat sebelum akhirnya memutuskan.

Dengan banyaknya informasi yang masuk, dengan perbincangan dengan beberapa orang, baik lewat YM, telepon, baca tanggapan orang di milis yang saya ikuti, maupun diskusi secara langsung saya mulai menyusun puzzle informasi itu dan berusaha untuk membuat putusan yang terbaik.

Salah satu tanggapan itu adalah

————————-
Memang benar kalo FB adalah communication tools yg luar biasa. Tp jika informasi yg disampaikan oleh akh **dy benar adanya, berarti secara disadari atau tdk qt telah terang2an menukar nyawa saudara2 qt, anak2 kecil dan bayi yg tdk berdosa, orang tua yg tak berdaya hanya dgn sematan menjalin silaturrahim, sbg wasilah da’wah dan lain sebagainya. Na’udzublillah. . Sebenarny sy pun tdk yakin benar qt menjalin silaturrahim di FB, silaturrahim seperti apa?
Akhi/ukhtil kiraam, Makna silaturrahim seharusnya qt kembangkan lg, tdk hanya saling menyapa, comment2an yg gak perlu sampe canda yg berlebihan. Seharusnya silaturrahim dimaknai sbg ungkapan cinta qt sbg seorang saudara yg senantiasa mengingatkan saudara qt utk senantiasa dekat kpd sang Kholik, menghibur kala ia sedih shg tumbuh semangat dalam dirinya untuk lebih baik lg ke depannya. Sebaik apapun komunikasi dlm dunia maya pasti sangatlah terbatas. Maka dari itu Rasulullah SAW begitu memahami karakter manusia dan teknologi yg akan berkembang jauh setelah ketiadaan fisik beliau. Rasulullah SAW mengajarkan betapa silaturrahim/ ukhuwah itu bisa dicapai dalam 3 hal: perjalanan bersama, mabit bersama, dan berjual beli (kalo tdk salah ya). Bahkan ditambahkan dengan saling bertukar hadiah. Gak ada khan tersirat dgn dunia maya, ini bukan berarti di masa Rasulullah SAW tdk ada internet. Tetapi sekali lg, Rasulullah SAW adalah insan yg cerdas, yang memiliki pikiran yg visioner yg tdk dibatasi oleh waktu dan tempat, bukan insan yg selalu mencari pembenaran. Berbeda sgt jauh dgn qt. 
Wasilah adalah sarana, kendaraan. Pertanyaannya, adakah wasilah yg digunakan oleh da’wah sebuah risalah yg mulia ini untuk menyakiti saudara qt sendiri? Dlm riwayat imam bukhori, Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa ketika ada seorang manusia yg telah bersyahadat maka haram darahnya buat qt. Kewajiban qt adlah selalu menjaga jiwa dan hartanya.
Lalu, FB benarkah sbg wasilah da’wah? Hati2 akhi dan ukhti tiap qt memberikan pembenaran atas kekhilafan yg qt lakukan. Maka dari itu kenapa Islam mengajarkan qt untuk berani mengakui kekurangan dan kekhilafan dalam diri qt dibandingkan qt harus berjuang keras mencari alasan2 yg tepat. Pasti capek, Iya khan?
Akhirnya, seperti yg sy sampaikan di tanggapan pertama bahwa qt sudah di”penjara” oleh produk2 yahudi. Tetapi ikhwah, hrs ada tekad dan ‘azzam yg kuat untuk mulai mengurangi sedikit demi sedikit ketergantungan qt thd produk tsb. Dalam kaidah fiqh pun jika ada sesuatu yg ternyata bisa menggantikan sesuatu yg jelas tdk baik maka qt wajib beralih kpd produk subtitusi tsb. 
So, bagi ikhwan dan akhwat yg berkonsentrasi atau memiliki kemampuan programming/ ilmu komputer buatlah sejenis FB yg jelas keuntungannya bukan buat kaum yahudi. 
“Meninggalkan sesuatu yg jelas tdk baik lebih utama dibandingkan melakukan kebaikan untuk menutupi keburukan tsb. Krn qt tdk tahu apakah kebaikan yg qt lakukan diterima oleh Allah SWT atau tdk.” 

Menarik juga untuk kita baca dan pahami.. Satu lagi yg telah membuktikan bahwa betapa qt sudah terjerat dan terkungkung oleh produk2 musuh2 Islam. Bahkan tidak sedikit ikhwan dan akhwat yg begitu bangganya menggunakan produk2 tersebut, bukan karena kondisi dhorurot. 
Facebook sudah digandrungi ikhwah saat ini. Alhamdulillah belum lama ada ikhwan yg menawarkan sy untuk membuat FB. Tp sy katakan “apakah perlu?” seperti yg dikatakan ust. Herry Nurdi ketika SI3.Coba apa yg ada di FB yg tdk bs dilakukan kecuali hanya dgn menggunakan FB? Seperti kaidah fiqh… 
Ada hal yg lebih ironis lg, banyak yg majang foto pribadi dlm FB ini, terutama kaum hawa. Apa yg diinginkan sebenarnya? Sbg bahan tontonon kaum adam? Ditambah dgn profile yg lengkap seperti “mau ta’aruf silahkan daftar?”. Tambah lg comment2 yg sekali lg tdk terlalu perlu.Sy yakin penghuni milllist ini juga ada yg melakukan hal ini. Coba cek saja satu persatu anggota millist ini, insya allah akan ditemukan.
IKhwahfillah, begitu tdk terjaganya diri qt. Kalo qt mempelajari gerakan da’wah ini yg ditekankan pertama kali adalah pembentukan kepribadian yg Islami. Lalu apakah qt sdh meyakini bhw kepribadian qt islami? Bukan dgn fisik, seperti berjenggot, klimis, pake jaket atau jilbab yg panjang. Tetapi dgn sikap dan tingkah laku yg menjaga diri-dirinya agar terpancar ‘izzul islam wal muslimiin. 
So, mari qt senantiasa memperbaiki diri qt!

——————–

Soleh dan luar biasa. Memberi banyak pengaruh untuk saya. Tapi ada satu artikel yang akhirnya benar-benar mempengaruhi putusan akhir saya, buka disini http://www.israelenews.com/view.asp?ID=1365

Ada pula komen begini (“http://almisky.multiply.com/)

——————————————————–
Artikel itu menarik, senjata makan tuan yang membuat Israel kebakaran jenggot (itu juga kalau mereka punya jenggot). 🙂

Akhir-akhir ini marak beredar seruan untuk tidak memakai facebook karena dananya disumbangkan untuk Israel. Padahal kalau mau ditelaah lebih jauh, multiply, yahoo (yahoodi) semua sarana syiar kita slama ini ya ga jauh2 punya Israel, bahkan intel PC kita sendiri. Mau boikot?

Ini baru beberapa, tentang Facebook, jejaring sosial ini membuat Israel n aneka legiunnya pusing. Awalnya ditujukan agar grup n kepentingan mereka menjadi pemenang wacana, mendukung gerakan Zionis dan turunannya, tapi rupanya out of control, justru penguasa teknologi itu tengah pusing, bahwa jejaring sosial tersebut malah membuat pesan anti Israel makin bergaung.

Youtube? berkali-kali video pro-Palestine dihapus sang pemilik teknologi, tentu saja sesuai pesanan n agenda grup mereka, tak berapa lama banjir lagi video-video itu.

Blog? membawa suara atau informasi ‘lain’ yang men-challenge informasi media mainstream yang kadang atau sering tidak masuk diakal atau membuat hati kecil gelisah. Bersegera beberapa komunitas blogger memasang bendera Palestine di picture profilenya, menulis catatan pinggir atau menyebarluaskan berita yang lagi-lagi membuat pusing sang pemilik teknologi.

Masih banyak kontroversi tentang keberadaan teknologi internet, blog, dan jejaring sosial. Diantaranya bisa membuat orang jadi ‘hypersocial’, narsis, membuka urusan pribadi untuk diekspos umum. Tapi bisa jadi pula, untuk keadaan tertentu, teknologi internet, web interaktif, blog, jejaring sosial, menjadi berkah, blessing in disguise bagi suara-suara minim fasilitas, sehingga media mainstream tak bisa lagi jadi tirani !

Akibatnya? PM Israel harus turun tangan untuk meng-endorse pemuda-pemudanya dan intelektualnya untuk membuat serangan tandingan terhadap gejala menguatnya pihak lawan di jagat maya, termasuk mengalokasikan budget khusus dan mengerahkan ilmuwan berbagai disiplin keilmuan untuk membuat formula terbaru dan tercanggih melawan kekuatan ‘pinggiran’ komunitas internet, blogger, jejaring sosial.

Allahu akbar!!!
Tahniah, ini untuk antum para mujahid-mujahidah blogger, multiplier dll yang tak henti2nya menyuarakan kebenaran. InsyaALlaah, ALlahuakbar!
————————–—————–
Begitulah, maka akhirnya saya memutuskan untuk tetap berada di sini. Saya sangat menghargai keputusan orang lain untuk menghapus akunnya atau tetap menggunakannya, asalkan memiliki alasan yang jelas. Bukan karena alasan-alasan seperti orang putus asa ”ah semuanya juga punya yahudi”, atau “klo mau boikot jangan setengah2, jangan hanya fesbuk, hampir semua komponen kehidupan terutama dunia maya memiliki akses ataupun hubungan dengan zionis, ataupun yahudi”. Atau seperti teman saya bilang ”ngga usah jauh-jauh bu, intel yang ada di komputer-komputer kita juga punya yahudi”. Atau selama si ”orang soleh manaaa gitu” belum menghapus akunnya, maka dia juga tidak akan menghapusnya. Karena menurut saya, bukanlah alasan seperti itu yang tepat. 

Terlanjur basah, jawabannya bukan mandi sekalian. Kalau saya, meskipun raincoat saya modelnya ponco, dan kalau dipake saat hujan lengan bawah dan tungkai bawah saya basah, bukan berarti saya membuang begitu saja raincoat saya di jalan dan memilih hujan-hujanan sampai rumah, karena minimal dengan raincoat itu saya masih bisa melindungi lengan bagian atas, badan, tas (dan apa-apa yang ada di dalamnya), dll. Kalau memang yahoo, multiply, intel, indosat, dan seabrek-abrek produk yang akrab kita gunakan adalah milik yahudi tidak menjadi benar, menurut saya, ketika akhirnya kita jadi berpikir, ya udah pake FB, makan di McD, minum coca cola, nongkrong di starbuck adalah sah-sah saja, kalau gitu sih, kenapa ngga sekalian aja gabung sama tentara israel, biar sekalian kuyup, tenggelem sekalian, bukan basah lagi!

Kenapa sih kita tidak berpikir mulai saja dari apa yang kita bisa dahulu? daripada mikir, semua atau tidak sama sekali. 

Ada juga dialog menarik antara 2 ikhwan soleh (tapi yang satu fiktif) 
Iman: “Lan, lo pake windows gak? Itu khan produk Yahudi.”
Alan: “Nggak. Gue pake Linux kok.”
*iman berpikir*
Iman: “Menurut lo gimana dengan orang yang pake windows?”
Alan: “Gak apa-apa, selama mereka pake windows bajakan”
Iman: “Loh kok?”
Alan: “Dengan begitu khan mereka gak turut menyumbang uang tuk menyakiti saudara-saudara kita di Palestina.”
Iman: “Tapi memakai windows bajakan khan melanggar hak cipta Lan?”
Alan: “Hak cipta khan milik Allah semata.” 

Betul itu, hak cipta milik ALLAH semata..hehe

Tulisan ini sekaligus penjelasan bahwa ketika akhirnya saya memutuskan untuk mempertahankan akun ini, saya telah melakukan banyak pertimbangan. Bahwa ketika dulu saya menulis status akan menghapus akun FB saya, sama sekali bukan untuk cari sensasi, cari perhatian, berharap akan ada yang merasa kehilangan dan meminta saya mengurungkan niat, hh..gw bukan orang kaya gitu kaleeee. Maka komen-komen, yang meskipun cuma semata-mata bercanda, seperti ”nanti kalau ngapus akun fesbuk, sekalian pe yahoo, friendster, multiply, dll… ” atau ”katanya mau diapus, kok temennya malah tambah banyak?”, dan komen-komen lain yang sejenis, sebenarnya sedikit membuat saya kesal (untuk ybs: ga usah khawatir, pe langsung memaklumi dan memaafkan kok n_n) 

Sekarang yang lebih penting untuk kita adalah, memanfaatkan FB ini sebaik-baiknya demi kebaikan, bukan kesia-sian (ya ALLAH kuatkanlah aku untuk senantiasa menetapi kebenaran dan menapaki kebaikan). Mewarnai dunia internet dengan warna penuh kebaikan, diantara bejibunnya warna kemaksiatan. Lebih bagus lagi kalau sekalian digunakan untuk mendukung rakyat palestina dan muslim di belahan bumi manapun yang masih tertindas. Mencerdaskan orang lain bahwa masalah palestina bukan masalah bangsa palestina saja, dan seabrek-abrek hal baik lainnya. Yuk sama-sama, saya juga kadang terpeleset, saling mengingatkan ya, bukankah karena itu maka persaudaraan menjadi indah? n____n (a’udzubiLLAHi minal kecanduan fesbuk…)

~sebenarnya udah lama pengen nulis ini tapi akhirnya diejawantahkan karena dipicu oleh pertanyaan seorang teman kenapa akun FB ngga jadi dihapus dan dia bilang ”jangan mengkotak-kotakkan sesuatu”, sayang diskusinya belum sempat dilanjutkan, dan aku sangat penasaran apa yang dia maksud dengan ”pengkotak-kotakkan” itu

”Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal berkasih sayang dan cinta-mencintai adalah seperti sebatang tubuh. Apabila salah satu anggotanya kesakitan, maka seluruh anggota tubuh yang lain akan merasa sakit.” (HR Bukhari dan Muslim)

Advertisements

25 thoughts on “Terlanjur Basah, Jangan Cuma Bisa Mandi Sekalian (sebuah pertimbangan perlukah punya akun Facebook)

  1. Jazakillah atas sharingnya…Mantaps!! Meskipun saya tak berminat punya akun di fesbuk. Tapi, semoga dimanapun ikhwah yang ber blog ria tetap menebarkan harumnya dakwah, untuk menegakkan panji-panji islam…

  2. intinya, bagaimana para penghuni FB itu komitmen mewarnai FB dgn fikroh ISLAM & serta gencar nasrul fikroh ISLAM.Nah, terkadang, setelah di depan internet, nafsu negatif mengalahkan nafsu positif dlm hal nasrul fikroh.Mau copy juga, agar banyak cara pandang meski insya ALLOH ana tdk akan buat account di FB.Karena masih ada MP :-)Dan MP masih bebas dgn isu atau berita keterikatan dgn yahudi atau menyumbang untuk yahudi.Soal e-mail Yahoo & Googgle, memang keduanya Yahudi krn belum ada fasilitas e-mail lain yg menyediakan.

  3. betul sekali..banyak juga ko yang begitu..apalagi waktu tragedi gaza akhir tahun kemarin, banyak yang menulis note atau kampanye dukung palestin juga, bahkan ada grupnyaemang MP bebas yahudi? ko kata temen saya ngga begitu..nanti saya cari tahu lagi deh..

  4. *ngucek-ngucek mata**ga percaya omali muji gw sampe ada kata "banget"nya lagi*kesambet apaan om? :pjieeh..aku udah pernah liat, itu puisi yang banyak di copas itu kaan..suit..suit..(aki gaul juga pernah ngopas di FB)

  5. *ngucek-ngucek mata**ga percaya omali muji gw pake "banget" lagi*kesambet apaan om?jieh..itu puisi yang banyak di copas kan? aku pernah baca..aki gaul juga pernah ngopas kayanya, jieh..suit..suit..

  6. ahey.. waktu komen dimari terakhir kali, baru punya MP dan akun friendster yg udah berabad2 gak ditengok. sekarang? ud punya twitter, fb dan lagi main2 sama google+ 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s