Ketika Meng-cancel Account Begitu Menggoda

Saya lelah. Mungkin kelelahan yang saya buat sendiri.
Saya berkali-kali jatuh. Mungkin bukan sebenar-benarnya kejatuhan melainkan perasaan masuk ke lembah yang tak nyata.
Saya malu. Malu yang mungkin orang pikir sungguh tak perlu.
Saya serba salah. Atau mungkin bahkan saya memang tidak pernah benar?

Tapi saya sudah benar-benar tidak tahan lagi. Tidak bisa lagi mentoleransi jika terus-terusan merasakan hal ini. Oleh karenanya saya ingin pamit. Mungkin banyak dari kalian bosan mendengar kata ini. Berkali-kali jeda tapi tidak juga membawa perubahan. Berkali-kali pamit, tapi kembali lagi, dan tidak ada perbaikan.

Ah sudahlah, saya memang perlu bantuan, dan bukan disini keberadaan bantuan yang saya butuhkan itu. Sungguh sebuah perpisahan berat karena saya terlanjur sayang dengan kalian semua. Entah jeda atau pemutusan. Tapi saya berharap, ini bisa jadi pemberhentian yang cukup panjang.

Sebelum pergi, ijinkan saya mmengutip kata-kata Ibnu Athaillah, tidak berhubungan sama sekali dengan alasan saya untuk pergi, tapi saya pikir akan baik-baik saja jika saya membaginya “Mungkin saja ALLAH membukakan untukmu pintu ketaatan tapi ALLAH tidak membukakan untukmu pintu penerimanya. Mungkin saja ALLAH menetapkan atasmu suatu kesalahan yang justru menjadi sebab engkau sampai pada keinginanmu. (Yaitu) kemaksiatan yang memberi bekas rasa hina dan hancur di hadapanNya karena kemaksiatan, lebih baik daripada ketaatan yang meninggalkan rasa bangga dan sombong”.

*menyeka air mata*

 

Tetap menulis kawan, saya tetep mampir ko

Advertisements

29 thoughts on “Ketika Meng-cancel Account Begitu Menggoda

  1. Ketika hati masih dipenuhi penyesalan, di situ ada tanda keimanan. Karena hati yang tenang (an nafs al muthmainnah) dibangun dari hati yang penuh penyesalan (an nafs al lawwamah). Semoga hati-hati kita dapat Allah jadikan penuh ketenangan. Kembalimu dinanti ukhti. ^ ^

  2. Tuh,,tuh kan..Bukan cuma aku yang menantikan kehadiranmu mas pemikir..*kalo lo masih milih gentayangan, gw harus bersiap dapet sms dari lo: "ai,,gw gatel neh mo comment!" haha..

  3. Merubah keputusan demi kebaikan bukanlah kesalahan. Rasulullah pun dulu pernah merubah keputusannya untuk tidak minum madu lagi di rumah Zainab."Wahai Nabi, mengapa engkau haramkan apa yang telah dihalalkan Allah kepadamu karena mengharapkan kesenangan istri-istri engkau?" (Q.S. At Tahrim 66 : 1)Wallahu a'lam. Afwan bila komen ana kurang berkenan.

  4. postingan tanggal 20 juli..kalau nggak mau dibilang nggak konsisten, minimal pemi balik lagi tanggal 20 agustus..1 bulan itu lumayan lama..~kecuali sama yang udah gatel pingin komen di semua tempat :p (pasti lamaaa banget) :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s