Kenapa Saya Dipukul Padahal Tidak Bersalah?

Sore ini saya lagi-lagi mengikuti Kajian Siroh di Masjid Nurul Iman Cijantung. Dan seperti biasa pula, kajian ini selalu sukses mencerahkan saya. Sore tadi saya dapat banyak sekali pencerahan, padahal saya datang terlambat, gimana kalo dateng tepat waktu ya? Akan sulit buat saya kalau harus me-reviewnya semua, kalau anda tertarik datang saja ke kajiannya atau kunjungi websitenya

Tapi saya jadi pengen nulis setelah melihat post dari dyas cerita tentang jilbabnya yang dipotong setelah sidang selesai. ternyata memang tradisi FT begitu,sehabis sidang, dasi, jilbab, atau mungkin pakaian lain yang sedang dikenakan dipotong oleh dosen pengujinya. Alasannya adalah ‘seseorang yang sudah sarjana akan merasa lebih dari orang lain karena dia sudah bergelar. apalagi kalau pake dasi, dia makin akan berkesan eksklusif. tapi kalo dasinya rusak, kan nggak ke-PDan lagi, jadi malu. makanya.. dasi kalian dipotong, ya’

Saya jadi ingat kisah Muhammad Al Fatih yang saya dengar dari kajian tadi. Setelah Al Fatih diangkat menjadi sultan, Al Fatih memanggil gurunya dan diapun menyampaikan komplainnya yang sudah dipendam bertahun-tahun lamanya.
” guruku, dulu pernah suatu hari, ” aku  tidak  melakukan kesalahan sama  sekali, tapi guru memukulku, kenapa kau melakukannya?
Dan gurunya, Al Kurani menjawab, “bagus, ternyata kau masih mengingat kejadian itu. Aku menunggu hari ini, ketika kau menanyakannya, untuk memperingatkanmu. Aku melakukannya untuk menunjukkannya padamu betapa pahitnya kezholiman. Betapa seorang yang dizholimi dapat mengingatnya sampai bertahun-tahun. Oleh karenanya, janganlah kau pernah menzholimi orang lain. Apalagi sebagai seorang pemimpin, janganlah sekali-kali kau menzholimi rakyatmu”

Ustadz bilang, orang-orang besar, juga dihasilkan dari guru yang luar biasa. Seperti gurunya Al Fatih ini, yang sejak awal mempersiapkan muridnya untuk menjadi orang besar. Bahkan dikisahkan guru Al Fatih yang lain, Syamsudin, sering menujukkan benteng konstantinopel padanya seraya berkata “itulah benteng konstantinopel, yang RasuluLLOH janjikan akan ditaklukkan oleh sebaik-baik pemimpin dan kaulah orangnya”.

Ustadz mengisahkan bahwa dulu Al Fatih waktu kecil sempat malas-malasan belajar (secara anak sultan gitu) dan ayahnya, Sultan Murad II mencarikan guru untuknya. Dan sang guru diberikan oleh ayahnya besi kecil untuk digunakan untuk memukul Al Fatih kalau dia bermalas-malasan. Awalnya Al Fatih tidak percaya kalau gurunya akan berani memukulnya, dan sempet menantang guru tersebut, ternyata anggapannya salah. Ustadz bilang, bahwa dalam mendidik, boleh melakukan punishment seperti itu, tidak dihapuskan sama sekali, tentu dengan implementasi yang benar.

Huff..saya jadi bingung mau menutup tulisan ini dengan bagaimana..Yaa..semoga banyak guru seperti gurunya Al Fatih sekarang ini..

Advertisements

12 thoughts on “Kenapa Saya Dipukul Padahal Tidak Bersalah?

  1. @penjelajahsemesta >> gubrak!! Liat-liat orangnya dulu ka, mesti yang sekelas Al Fatih atau dipersiapkan untuk itu. Ustadz bilang gurunya memang sudah memprediksi al fatih akan jadi penguasa dan dari kecil al fatih memang gemilang

  2. @penjelajahsemesta >> apakah komenku sebelumnya bilang kalo itu kesalahan atau dilarang? Engga kaan.. Tafadhol kaka. Asal jangan didiemin gitu aja, takut salah paham. Ah, aku tsiqoh lah, k'imansoleh pasti sudah paham 😀

  3. kalo implementasinya salah (memukul murid maxudnya)..ada guru = soleh, tiada guru = bebas merdeka……………….. (murid akan lebih takut kepada guru, bukan sama Pencipta guru) ^ _ ^sekarang gmana?bisa dimengerti?

  4. Maksud sy disini adalah, bahwa kisah di atas tuh seperti menyaingi kisah nabi khidr. Melakukan kezholiman, membuat alasan bahwa dia bisa membaca masa depan. Sebuah kisah berbahaya yang dapat disalahgunakan..

  5. ah…makasi ka iman atas maksudmu yang akhirnya terbongkar..kenapa ga dikatakan saja sejak awal sih, toh daritadi juga aku berusaha mengarahkan bahwa harus hati-hati dalam menirukan ini..ah..aku emang masih bodoh ka, seringkali salah interpretasi atau salah menyampaikan, makanya dirimu yang cerdas ini, yang sudah melompat lebih tinggi, sampaikanlah dari awaliya betul..harus digunakan sebagaimana mestinya, mungkin sang guru akan mengatakannya juga ke al fatih meskipun tidak ditanya, soalnya kata ustadz al fatih manggil gurunya itu di hari pertama dia diangkat jadi sultan, kupikir, kalopun ga ditanya, gurunya pasti akan bilang maksudnya saat al fatih udah jadi sultan..semoga tidak ada yang menyalahgunakannya, nanti ku edit dehafwan. waLLAHua'lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s