Geliat Sebuah Butiran Pasir

Setiap orang pasti ingin menjadi yang pribadi yang lebih baik. Mengalami peningkatan demi peningkatan dalam hal seiring berjalannya waktu pasti jadi harapan. Begitupun dengan keinginan saya terhadap tulisan yang saya buat. Namun sayangnya, kadang hal itu tidak selalu positif efeknya, ya..karena kelemahan saya juga lah.

Pernah suatu hari saya blogwalking ke sebuah blog milik seorang mahasiswa di sebuah fakultas di UI. Membaca satu demi satu blognya membuat saya kagum dengan penulisnya. Saya kagum dengan pemikiran dan kecerdasan sang penulis dan kepiawaiannya dalam menuangkannya menjadi sebuah tulisan. Sejurus kemudian saya berpikir, “pengennya jadi sehebat dia, bisa menulis sebagus ini” dan saya juga berpikir bahwa idealnya blog saya, yang memiliki latar belakang sama dengan sang blogger, mahasiswa, anggota lembaga formal, dll, memuat tulisan-tulisan seperti itu. Dan ujung-ujungnya saya memandang bahwa tulisan-tulisan saya, sungguh tidak ada apa-apanya.

Setelah mengunjungi blog itu, dengan pikiran yang dipenuhi berbagai hal, saya mampir ke blog lain. Blog mahasiswa UI juga, anak lembaga juga, tapi sangat berbeda tulisannya dengan blog pertama. Orang ini menulis hal-hal yang lebih ringan, seperti pengalamannya sehari-hari, dengan bahasa yang sederhana pula. Sayapun dengan mudahnya menyukai blog kedua, dan itu membuat saya berpikir lagi “ah, ga harus berat dan dalem kaya yang tadi ko, nulis yang ringan dan sederhana kaya gini malah lebih asik dibacanya, dan juga tetap bisa mengandung manfaat”.

Saya jadi teringat perkataan seorang teman bahwa buku itu ada pangsa pasarnya sendiri-sendiri. Begitupun dengan produk tulisan lain dengan pengejewantahan blog, juga punya ranah pembacanya sendiri. Karena tiap orang itu unik, begitupun dengan kapasitas otaknya. Karena tidak ada manusia yang sama, begitupun dengan kecenderungannya.

Yah, setidaknya saya bisa lebih tenang, karena besar kemungkinan, se-cemen-cemennya tulisan yang saya buat, ada yang cocok juga membacanya. Karena tidak semua tulisan bisa memenuhi kecenderungan semua orang. Setidaknya itulah salah satu hal yang membuat saya tetap menulis, karena berharap bisa membawa kebermanfaatan untuk orang lain, meskipun sederhana. Ada orang dengan kecenderungan tertentu, yang ternyata klik dengan tulisan yang saya buat.

Saya juga menyadari bahwa hanya orang-orang yang “perlu penyederhanaan” lah yang cenderung dengan hal-hal sederhana. Dan hanya orang-orang besarlah yang memikirkan hal-hal besar. Dan pantaslah ada orang bilang saya perlu penyederhanaan. Haha. Tapi orang besar juga memulainya dari kecil, dan hal kecil tidak selamanya remeh. Karena bangunan tinggi, tidak hanya membutuhkan batu besar untuk pondasi, juga butuh butiran pasir untuk menguatkan.

Saya menganalogikan aktivitas ini dengan melempar koin ke kerumunan orang. Hanya dengan lemparan sederhana, atau bahkan dengan menutup mata sekalipun, koin itu bisa saja mengenai salah satu orang. Menyebarkan tulisan ke banyak orang, mungkin ada salah satu yang membaca. Tentunya kita tidak boleh puas hanya bisa melemparkan sebuah koin, tapi biarlah jika saat ini hanya itu yang bisa kita lemparkan. Sambil terus belajar dan melakukan perbaikan sehingga suatu hari bukanlah koin lagi yang kita lempar, melainkan berlian atau kepingan emas. So, tetaplah menulis kawan, semoga membawa manfaat!

Advertisements

35 thoughts on “Geliat Sebuah Butiran Pasir

  1. bener banget kak………..tiap orang kan punya karakter masing masing dalam menulis, dan tiap pembaca juga punya selera yang beda beda……..Nah, sama kayak penyanyi, beda beda jenis suaranya khan?…….misal si AMEE (penyanyi KCB), suaranya tipis, merdu, sendu………menurut saya, saya sangat suka dengan tipe suara AMEE itu……….tapi, ada juga orang yang bilang suara kayak gitu jelek dan gak enak didengar………Beda orang beda selera…………….wkwkwkw :p

  2. makasi nengbtw, emangnya semalam aku bercakap-cakap sama kamu ya? tentang apaan?*serius nanya*ini karena perenungan lama dan dipicu buat ditulis setelah aktivitasku tadi baca-baca tulisan jadul

  3. Teruslah menulis,Karena kamu sadari atau tidak,kelak satu hari nanti,Tulisan kamu akan berguna untuk orang lain. Tulislah apa yg kamu lihat, kamu dengar,kamu rasa, kamu suka, kamu alamisecara jujur dan dengan nurani yg murni. Tulisanlah yg membuka mata yg buta,tulisanlah yg mengajar orang yg tak tau,tulisanlah yg memberi kesejukan hati,tulisan jua yang memberi garis panduan hidup,tulisanlah yg mengawali sebuah budayadan tulaisanlah juga yg bisa menghancurkan Dunia.

  4. WAKAKAKAKAKAKAKAKAKA………………………….iya juga kali yaaa???tapi kayaknya sih gak juga……..secara khan saya juga bersuara merdu seperti AMEE, makanya saya mendukung AMEE…………wakakakakakaka :p

  5. Mb pemi tulisannya bagus2 koq,produktif lg!Aq jd mikir mb byk wktu kosong y?aq ja nulis 1 artikel br smpet 1 mggu skali,skalinya rajin sehari 3 tapi tulisannya emosional,pnuh tendensi, gr2 curhat pngalaman buruk hr itu..Jd kapok deh nulis spontan+ekspresif,takut emosional&tendensius lg,.Jd gak produktif deh cz bnr2 hrs dpt sikon kondusif+waktu luang yg ckup byk utk bpikir jernih dan menuliskannya…Kasih aq tips nulis produktif tp efektif (gak asal kluar) dunk mb..*maap komen kpanjangn bgt,hehe

  6. tapi kita juga ga boleh selalu berkata i just wanna be myself mba, karena kalau bisa jadi lebih baik kenapa puas cuma jadi diri kita yang sekarang, gitu siih, :)makasi atas komennya anyway 😀

  7. ga juga, tapi sekarang emang lagi libur, hari terakhir libur tepatnya, aku suka menulis kalo ada yang pengen ditulis, dan ide itu enaknya langsung ditulis ga diendapkan, makanya mungkin aku jadi keliatan kaya orang kurang kerjaan yang kerjanya nulis blog ya? padahal kaga juga, hehehehetips say?huhu..kupikirkan dulu ya..nanti kujawab di tempat lain aja, ga disini, biar ga OOT, hehe

  8. wah, iya nih, diriku yang perlu penyederhanaan, hoho(mau kasih julukan apa lagi ka? >:) )emang proses berpikir ada apaan aja ka? trus berarti aku belom beneran mikir ya?(biasanya kalo ditanya lagi, biar bagi-bagi ilmu, ka iman suka ga jawab, kaya di komen tentang istikhoroh)

  9. waduh neng, merasa tidak pantas menuliskannya, hoho, minta sama yang ga perlu penyederhanaan aja :pkalo antara kita berdua aja boleh lah, tips versiku sendiri, huhueh btw, aku kalo udah mood, idenya pas muncul, nulis ga butuh waktu sepekan vit, beberapa menit juga jadi, makanya ga butuh banyak waktu *mencoba meluruskan agar tidak dipandang orang yang kurang kerjaan karena tulisannya banyak* ehehehehehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s