Memanusiakan 200 Contact

Beberapa hari (atau pekan ya?) sempet ngobrol sama cucuku manis (biar seneng dibilang begini) tentang memperlakukan contact di multiply. Yaya, saya akui, salah satu pemicu saya membahas topik ini adalah tulisan si cucu juga, tapi sebenarnya ada beberapa predisposisi lain, yang sudah ada sejak lama, bahkan sebelum saya mengenalnya.

Dulu pernah ngobrol bertiga, saya, ai, dan 1 kawan lagi, yang baru saja membuat akun di multiply. Obrolannya tentang invite-menginvite, dan sampai pada sebuah pernyataan ai (mungkin orangnya udah lupa) “kalo ludi mah contactnya udah banyak, udah 100an lebih”. Saya yang mendengar kata ai itu cuma bengong “emang iya ya?”. Itu percakapan jadul, setelah itu saya cek dan akhirnya sadar kalau contact saya lebih dari 100. Saya takjub juga, pasalnya saya jarang menginvite orang setelah beberapa bulan ngeMPi. Lain cerita waktu lagi norak-noraknya sama multiply, asal ada yang mampir saya invite, asal ada yang nginvite saya accept, jadilah contact saya beragam sekali. Begitupun ketika beberapa pekan lalu saya liat homepage saya dan lagi-lagi dibuat kaget, 172. Huff..darimana aja ya? Akhir-akhir ini memang saya mulai invite lagi, tapi itu tidak lebih dari jumlah jari saya. Dan sekarang,malah sampai di angka 200.

Saya pernah komen di tempat pak syamsul, kalau saya ini bukan contact yang baik. Memang, tidak ada kriteria baik-buruknya seseorang dalam menjadi contact, tapi kalau bagi saya, bahkan tidak ngeh berapa jumlah, dan tidak tahu siapa saja, itu bukanlah contact yang baik.

Hal itu juga yang mendasari saya bersih-bersih di tahun kemarin. Ada beberapa contact yang (hampir) ngga pernah kesini dan begitu pula sebaliknya. Mungkin mereka tidak suka tulisan saya dan begitupun sebaliknya. (mungkin juga karena n-aff saya yang tidak besar) Kalau begitu, buat apa relationship ini dipertahankan. Atau contact yang sekedar bikin akun, tapi site nya kosong. Contact-contact semu, sebaiknya dibersihkan saja, biar rapi.

Mungkin bagi sebagian orang 200 contact adalah sedikit, tapi tidak bagi saya. Ini banyak bung! Saya sepakat dengan pak syamsul (lagi-lagi dia, abis pak syamsul ini contact saya dari 2007 sih) bahwa MP bukanlah banyak-banyakan contact. Kaya jargonnya MP, bikin relationship yang meaningful (tepatnya gimana, lupa). Indah kan punya hubungan yang meaningful. Makanya sedih juga waktu ada contact saya (dan tidak cuma seorang) yang komen (untuk pertama kalinya) sambil bertanya “pemikirulung ini laki-laki atau perempuan?” padahal mereka adalah contact saya 2 tahun!!!

Saya pernah bilang ke intan, mendingan punya contact 50 tapi meaningfull daripada ratusan tapi ga jelas. Apalagi, dari 200 contact, yang setia main kesini tidak sampai 10%!!! Awalnya saya berpikir untuk pecat saja contact-contact lapis dua saya itu, tapi akhirnya saya berubah pikiran. Bagaimana kalau saya usahakan yang ratusan itu meaningfull juga. Makanya setelah saya berkesempatan lebih banyak waktu online, saya berpikir untuk memulainya. Karena sebagaimana saya suka jika site ini dikunjungi orang, maka orang lainpun begitu. Saya usahakan berkunjung ke rumah mereka, jadi pendengar yang baik, jadi objek informasi yang terbuka, jadi temen curhat ibu-ibu yang asik, sekedar membantu mereka menyalurkan kebutuhan untuk didengarkan.

Tentu ini tidak mudah, karena banyak sekali yang bertepuk sebelah tangan. Seperti intan bilang (disebut namanya biar seneng :p) ada orang-orang yang asik dengan MP nya sendiri, sibuk ngurusin rumah, males maen ke rumah orang, terlalu repot untuk mengupdate dan memoderasi komentar di  blognya. Harus dimaklumi juga, mungkin waktu online mereka yang terbatas, seperti saya. Tidak bisa dipungkiri, karena sifat manusia yang saya miliki, kadang kecewa juga ketika melihat viewing history dan mengecek specific user, orang yang suka kita kunjungi dan beri komen, tapi tidak pernah berkunjung balik.

Ah, kalau mikirin gituan mah capek. Toh yang penting kita bisa bermanfaat, atau bisa mengambil manfaat dari apa yang mereka suguhkan di rumah masing-masing. Tanpa perlu ambil pusing dengan segala viewing history. Seperti yang seseorang pernah bilang, waktu motivasi saya turun dan malas menulis lagi, karena merasa “buat apa nulis-nulis kalo ga ada yang baca?”, dia bilang “ludi kan ga pernah tau”.

Yaya, kita ga pernah tau. Jadi..tetaplah menulis, dan tetaplah membangun hubungan baik. Untuk 200 contact saya, tunggulah di rumah kalian, saya akan (menyempatkan) mampir, insya ALLAH..tapi yang aktif aja yaa (itupun sekali-kali), hehe

~masih ada yang mau dibersihin lagi 😀

Advertisements

38 thoughts on “Memanusiakan 200 Contact

  1. Iya neh, ana pribadi juga lagi kurang aktif di mp, tapi tetep mau diusahakan…. karena mp buat ana adalah jejaring sosial pertama yang ana kenal, dengan genre, sharing tulisan dll……..Salam kenal….

  2. kereennnnnnnnnnn KAK……!Saya SETUJU…..!………kayaknya ada yang perlu diedit di postingan kakak yang ini………jumlah kontak kakak tuh 201 bukan 200………wkwkwkwkwk :psalam kenal kak… :)……..thanks udah diconfirm….. 🙂

  3. mungkin ibu-ibu memang begitu..*ga merasa sebagai ibu-ibu*tapi saya belajar bersih-bersihin contact dari bapak-bapak ko..yang ibu-ibu malah saya ga pernah denger..berhubung anda baru jadi contact saya, jadi selamat dari pembersihan, kita lihat sepak terjangnya 6 bulan kedepan, hahaha (belagu banget sih gue…)salam kenal ya bang, makasi udah di invite 😀

  4. makasii…bukan bermaksud tepat 200 memang, tapi sudah menembus 200, tadinya 204, tapi malem ini saya baru pecat 3, heheheheyaya, si kenal baik banget ya kirim-kirim salam terus… :Dsama-sama, makasi udah di add

  5. dipecat dan memecat…patah satu tumbuh seribu….hehehehehehe…tapi memang kadang suka mikir juga. qo bisa? salah aku apa?walaupun kadang tidak diberi jawaban. tapi insyallah silaturahmi mah ttp ada.salam kenal.

  6. pernah mba? hoo..kalau saya malah, saking ga perhatiannya, malah ngga tau pernah dipecat atau ngga, ngerasanya sih ngga pernah, soalnya kalau contact yang ga pernah kesini ya saya ngga inget siapa ajatapi malem ini cucu saya baru nyadar kalo udah dipecat orang, dan kami berdua bingung mengira-ngira alasannyayaya..salam kenal

  7. wah kakak rajin banget yaaa…………berarti kakak buka site home contact kakak satu persatu untuk memastikan mereka pernah login atau gak yaa??………….hohohoho…………very diligent………….hehehe :p

  8. kan keliatan postnya ga pernah nangkring di inbox, kalo emang udah lama ga di apdet, saya kunjungin, liat last loginnya jugabiasa aja ah, kan ga banyak MPers yang begitu.. 😀

  9. kan keliatan postnya ga pernah nangkring di inbox, kalo emang udah lama ga di apdet, saya kunjungin, liat last loginnya juga, biar ga asal pecat jugabiasa aja ah, kan ga banyak MPers yang begitu.. 😀

  10. nyebelin bukanlah kriteria seorang contact kupecat, aku bukan orang sekerdil itu yang asal mecat orang lain cuma gara-gara ybs menyebalkanpengalaman pribadi ka? abis mecat orang ya?

  11. iya, jalani hari ini dengan melakukan yang terbaik yang bisa kita lakukan.do'akan Nek, semoga aku tetap bisa berada di jalan yang lurus,saling membagi dan mendapatkan manfaat denganmu,dan dapat selalu menjalin silaturahmi denganmu, hingga ke Surga nanti.aamiin Allohumma aamiin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s