“AlhamduliLLAH Aku Hamil”

Seperti yang pernah saya utarakan sebelumnya di post saya yang telah lalu, bos iman pernah memberi link MP seorang lulusan FIK yang ternyata saat ini sudah bergabung di FIK dan menjadi seorang staf pengajar. Saya sempat menulis di guest booknya, entah dengan apa saya lupa. Suatu ketika saya harus menjalani responsi, itu artnya saya bertemu 4 mata dengannya, sayapun membahas sedikit sapaan di GB itu. “saya pernah main ke blog ibu, nulis di guest booknya juga, id saya pemikirulung bu”, begitulah pemberitahuan saya kira-kira. Si ibu dosen muda ini menimpali “ooh, pemikirulung itu kamu toh, ko ngeblog di MP sih? MP kan tempatnya ibu-ibu”.

Ternyata begitulah pandangan beliau terhadap multiply. Kalau si Agung lain lagi, dia pernah menulis MP itu tempatnya orang-orang yang melankolis-romantis, tulisan yang cukup mengundang perdebatan. Asti yang tidak setuju dengan pernyataaan Agung tersebut memberi link site saya di komen post tersebut demi menunjukkan bahwa Agung salah. Asti berbuat begitu karena dulu (>1 tahun lalu) dia kerap ketawa terpingkal-pingkal dan akibatnya diliatin penjaga warnet ketika membaca post demi post site ini. Jadi mungkin menurutnya, keberadaan blog ini di jagat perMPan bisa meruntuhkan teori yang Agung sudah buat tersebut. Ah, padahal itu kan hanya bagian kecil tulisan saya, selebihnya serius kok.

Bagaimana anda men-generalisasi atau berpersepsi tentang penghuni MP ini, tergantung dengan siapa anda membangun jaringan. Bu dosen dan Agung tidak sepenuhnya salah, karena mungkin memang seperti ituulah contact yag mereka miliki. Kalau saya, di tahun pertama ngeblog di sini—dan itu artinya masa-masa pertumbuhan jumlah contact saya cukup pesat—juga sempat merasakan banyak ibu-ibu di MP, dalam makna denotasi. Saya juga sering menemukan post melankolis nan romantis di blog, puisi cinta, curhatan sedih, pengakuan patah hati atau bahkan pamer bahwa hatinya sudah amat rindu menikah.

Ketahuilah saudara-saudara bahwasanya 2 jenis MPers itu, yakni ibu-ibu dan melan-roman biasanya menulis hal yang saya enggan membacanya. Maaf kalau ada yang tersinggung, tapi begitulah adanya. Atau bahkan orang-orang ini sampai menulis hal yang masuk dalam kategori (versi saya) “membuat pembaca  jengah”.

Mungkin inilah yang membuat saya jadi jenis “contact yang tidak baik” karena saya jarang menyambangi blog yang temanya seperti ini. Ditambah lagi karena waktu online yang terbatas, maka saya jadi lebih selektif lagi dalam mengunjungi blog. Dan contact yang seperti ini jadi nomor sekian. Terus terang, saya enggan membaca cerita tentang kehamilan yang sudah 3 bulan, khitbah (lamaran) sepekan lalu, suami yang (syukurlah) tidak suka nonton bola, pria idaman yang memilih wanita lain, ayah yang belum memberi ijin untuk menikah, menangis semalam karena mengingat si dia, dan seabrek curhatan pribadi lain.  Diperparah lagi jika yang bersangkutan tidak membumbui ceritanya dengan sesuatu yang lebih menarik, humor misalnya, atau bermanfaat seperti hikmah. Saya, bahkan pernah jengah dengan cerita proses ta’aruf seorang akhwat atau frekuensi ciuman dalam 1 hari seorang pengantin baru. Aaagh!

Beberapa dari anda mungkin pengen protes dan bilang “kaya dirimu ngga pernah aja lung!”. Saya tidak akan membantah pernyataan itu, saya juga kerap bercurhat disini, juga cerita tentang keponakan, kuliah dan tugas-tugasnya, keteledoran dan kebodohan kecil saya dsb yang amatsangat mungkin juga tidak bermanfaat dan membosankan bagi anda. Pertanyaannya adalah “kenapa orang kerap melakukan hal semacam ini?”. Jawabannya, kalau dari buku yang saya baca—anda dipersilakan untuk menyampaikan pendapat jika tidak sepaham—adalah hal ini didorong oleh kebutuhan seseorang untuk mendengar dan didengarkan.

Kita, mungkin sering menceritakan kembali film yang baru saja ditonton atau pengalaman menarik yang baru terjadi kepada orang yang—padahal—sudah jelas mengalaminya bersama kita. Mungkin terlihat seperti pemborosan waktu dan tenaga tapi sebenarnya dalam hal ini yang penting bukanlah semata-mata substansi dari apa yang dibicarakan. Tapi lebih jauh pada kebutuhan untuk memperhatikan dan diperhatikan. Kebutuhan untuk mengungkapkan apa yang menarik dan mengesankan kepada orang lain. Sering kan komunikasi kita sehari-hari berisi tentang berbagi cerita dan kebahagiaan?

Oleh karenanya, saya sadar bahwa “postingan ibu-ibu” ini lumrah sekali ada. Bukan bermaksud mengatakan bahwa melulu pelakunya ibu-ibu, karena bapak-bapak, suami, mahasiswa, anak, dll juga melakukannya. Mulai dari perkembangan anak sampai peristiwa menarik di jalan raya tadi. Jadi sekarang saya berusaha, meskipun kurang berminat, untuk berkunjung dan member komen pada post ibu-ibu itu. Karena tidak ada salahnya menyempatkan diri dan menjadi seorang pendengar yang baik. Memfasilitasi seseorang untuk memenuhi kebutuhannya juga bisa dibilang kebaikan bukan?

Perlu diingat, tetaplah membagi kebahagiaan itu dengan kadar yag tepat dan tempat yang pantas. Karena blog bukanlah ruang pribadi tapi ruang publik. Site anda bukan semata-mata milik anda, post yang anda publish bisa diakses oleh jutaan orang lain (kalau di set begitu). Jadi menurut saya, cukuplah proses ta’aruf, kehidupan romantisme pengantin baru, dan hal lain yang sifatnya pribadi, anda batasi publikasinya.

ALLAHUa’lam

tulisan agung ada di sini

~sama sekali ga maksud bohong dengan judulnya, kan udah dikasi tanda petik, cuma nyontohin judul post-nya ibu-ibu, hoho

Advertisements

60 thoughts on ““AlhamduliLLAH Aku Hamil”

  1. Hehe..Tapi ga catchy buat orang yang ga kenal pemikirulung.Kalo buat kalian yang tau aku belom nikah ya memenasarankankenapa say?Ga mau keduluan ya?Kamu mau hamil duluan boleh ko 😀

  2. ga usah nunggu nanti ka..sekarang aja belom jadi ibu-ibu udah seneng curhat, hohokalo ka iman sih, kayanya nanti setelah nikah postingan puisinya tambah banyak, dan tambah romantis, liat aja nanti.. 🙂

  3. hahaha…dasar ibu2 (ditujukan untuk pemikirulung.. hehe)…;pya menurut gw c bebas2 aja pem org mau nulis apa juga.. :)terserah juga klo lo ternyata ogah nyamperin site-nyaa..kan ga dilarang.. hehehe..kalo pun ga suka, gmn klo langsung aja comment di sitenya..hahaha…emang ini untuk publik tapi kan ga ada larangan mau nulis apapun..ya kecuali hal2 yg porno mungkin..wkwkwkwk..btw, aduh bu, gw jd nyandu lagi niy ntar ama MP..ini aja udah ga bisa lepas2…gawat2..

  4. @khoti7587yaya..saya juga sedang tidak bilang ini benar itu salah, hanya memuntahkan opini yang kalau dipendam tak baik untuk kesehatan, hohomakasi udah berkunjung eniwei

  5. Saya kira beneran hamil. ^ _ ^Kalau seperti itu kasusnya, kembali kepada niat awal para pembuat MP-nya juga. Apabila niatnya hanya sekadar mengisi diary dunia maya, maka hal-hal tak penting pun akan dimasukkan. Karena tidak semua orang punya niat yang sama. Afwan bila komen saya kurang berkenan.

  6. aku cenderung milih2 sih baca,,tapi kalau udah suka ama gaya penulisan orang tersebut,,aku jadi suka ngobrak ngabrik mpnya buat baca2…ada kalanya juga "maksain" baca..sekedar buat nyapa 😀

  7. makanyadrpd nyiksa diri sdrrem0p aja dahhahajd ingt p0stingan k0ntak yg isine p0t0 swminy maem lahapplis dhmending p0t0 lg d t4 bgzat0 p0t0 anak kecil maem lahaphdp rem0p!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s