Nasihat Tumben

“Siapa yang ingin bersaudara yang tidak memiliki aib, tanpa kekurangan, ia takkan memiliki saudara” (Fudhail bin Iyadh)

Di suatu sore saya mengobrol, lebih tepatnya, curhat dengan seorang kawan teman yang saya suka. Dia menanggapi curhatan saya itu dengan sebuah peringatan, atau nasihat bisa juga. Menyadarai bahwa saya kerap menjawab dan terlihat tidak sepakat kenapa nasihat itu dilontarkan kepada saya, teman saya itu berkata “Nasihat itu Ludi..ngga harus disampaikan karena orang yang bersangkutan melakukan kesalahan kan? Aku juga begitu sekarang, menyampaikan ini dan bukan karena aku menemukan kesalahan pada Ludi, aku percaya ko sama Ludi, aku bilang begini untuk menasihati aja, biar Ludi berhati-hati.” Dan sore itu, saya senang sekali karenanya. Rasa sayang saya padanya bertambah lagi.

Hari ini, saya kirim tausiyah (lagi) ke banyak orang. Hampir semua yang ada di phone book  saya kirimkan. Sebenarnya pemicunya karena adanya 2000 bonus sms perbulan yang jadi mubazir kalau tidak dipakai. Mungkin tidak pantas kalau alasannya karena memanfaatkan bonus pulsa. Tapi, daripada berpikir pantas-tidak pantas, benar-tidak benar, lebih baik saya lakukan saja dulu yang bisa. Daripada kebanyakan mikir malah ngga berbuat apa-apa, toh akhirnya bermanfaat juga.

Dibilang tausiyah juga mungkin kurang tepat. Saya, menyadari tidak pandai berkata-kata indah nan menggugah, mencari kata-kata bijak di buku-buku dan mengutipnya. Saya kutip kata Fudhail bin Iyadh rahimahuLLAH “Siapa yang ingin bersaudara yang tidak memiliki aib, tanpa kekurangan, ia takkan memiliki saudara”. Dan dikirimlah sms tersebut.

Maghrib ini, salah satu teman yang saya kirim sms itu membalas “Makasi Ludi, tausiyahnya. Tapi tumben isi tausiyahnya. Memang ada apa?”. Saya tertegun. Dari puluhan sms yang saya kirim, cuma 3 yang balas –sebenarnya saya tidak mengharap balsan, kalau saya dikirim gituan juga ngga bales ko– yang 2 tanya “ini siapa” dan ini yang 1 lagi. Saya jadi teringat kata-kata teman saya tentang nasihat tempo hari yang tadi sudah saya sebut di paragraf awal. Saya balas sms itu dengan mengutip kata-kata teman saya sebelumnya itu. Akibatnya, saya jadi ingin menulis lagi tentang nasihat (kayanya dulu udah pernah deh).

Omong-omong tentang nasihat, keberadaannya memang tidak bisa diabaikan dalam kehidupan muslim. Dalam Qur’anpun tersurat, bahwa nasihat-menasihati untuk menaati kebenaran adalah sebuah kondisi yang menyebabkan manusia terkecuali dari keadaan merugi. Dalam Tafsir Fi Zhilalil Qur’an disebutkan bahwa dari lafadz tawaashi “saling menasihati” tampaklah potret umat Islam yang kompak dan saling bertanggung jawab. Saling menasihati untuk menaati kebenaran adalah hal yang dikehendaki Islam terhadap ummatnya.

RasuluLLOH juga pernah angkat bicara tentang nasihat, “Ad Diinu Nashiihah”, kalau di syarahnya dijelaskan bahwa arti kata Ad Din adalah agama Islam dan nashihah adalah nasihat, yakni ucapan yang dimaksudkan untuk perbaikan. Bahwa nasihat adalah Islam itu sendiri. Ketulusan kita pada kaum muslimin dilakukan dengan menuntun saudara-saudara kita kepada berbagai hal yang membawa kebaikan dunia dan akhiratnya.

Ketika sudah menyadari ini, bahwa saling menasihati seharusnya tidak terlepas dari kehidupan orang beriman. Tentu tidak lagi bertanya-tanya kenapa saya dinasihati seperti ini, atau kenapa dia tiba-tiba memberi nasihat yang demikian. Karena memang begitulah seharusnya. Yang juga tidak boleh dilupakan adalah bahwa nasihat tidak terbatas hanya ucapan dan kata-kata, tapi juga diikuti dengan amalan. Karena Islam dijalankan atas keduanya, ucapan dan perbuatan.

Jadi, selamat saling menasihati kawan. Dan, ijinkan saya mengutip lagi kata-kata Fudhail bin Iyadh untuk kesekian kalinya “Seorang muslim adalah orang yang menutupi aib dan menasihati. Sedangkan orang fasik adalah orang yang merusak dan mencela”.

9 Juni 2009
Advertisements

26 thoughts on “Nasihat Tumben

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s