Hubungan Riset Saya Dengan Qur’an, Ustadz, Kajian Siroh dan El

Izinkan saya angkat bicara tentang penelitian saya. FYI riset saya bukanlah tugas akhir seperti yang berlaku di fakultas lain, dengan posisi seperti itu, tentu ada konsekuensi lain yang mengikutinya.

Pada awalnya, saya akan meneliti tentang “Perbedaan Jumlah Jam Tidur Anak Dengan Diagnosa Medis LLA  (Leukemia Lymphositic Acute) Sebelum Dan Sesudah Menjalani Kemoterapi”. Sudah dibuat sampai bab 3 tapi ketika akan lanjut ke bab 4 saya dan kawan pergi ke RSCM untuk survey dan cari tahu jumlah populasinya. Kami kaget bukan kepalang karena ternyata jumlahnya sedikit sekali sedemikian rupa sehingga kami pikir meneliti hal ini untuk sekarang tidaklah realistis.

Akhirnya dengan berat hati saya ganti judul, dengan kebimbangan yang cukuuuup lama. Riset saya terkatung-katung. Sampai ketika sudah mepet dengan deadline proposal saya baru dapet ide judul baru, dan bekerja keras menyelesaikannya sampai bab 4. Entah berapa hari saya selesaikan. Seorang teman 2 hari lalu bilang waktu dia tahu saya selesaikan bab 567 dalam 1 hari “kalo aku sih ngga terlalu khawatir sama kamu Di, meskipun kamu susah-susah belum selesai apa-apa, karena aku tahu kamu itu bakal bisa menyelesaikannya. Kamu itu orang yang cerdas dalam keadaan terdesak bukan orang-orang rajin kaya yang lain yang mengerjakannya sedikit demi sedikit”. Saya tidak tahu harus senang atau sedih dengan hal itu, tapi bisa disimpulkan bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan pada seorang deadliners yang terkatung-katung urusannya selama deadline memang belum tiba. Hah..jenius akut kalau kata dosen saya.

Tapi kayanya saya tidak pengen cerita ke tentang hambatan penelitian saya deh, banyak soalnya, sudahlah, seperti membuka luka lama. Fiuh..Saya cuma ingin cerita tentang latar belakang saya mengangkat judul ini.

Saya terinspirasi dari kajian siroh rutin yang diadakan di masjid nurul iman cijantung. Waktu itu sedang tematik kajiannya, judulnya “Potret Kehidupan Malam di Kota Rosul”. Intinya disitu diceritakan bagaimana orang-orang di zaman RosuluLLAH menghabiskan malamnya. Kata ustadz, mereka tidur sekitar jam8-9 malam, dan bangun pukul 11-12 malam, seudah itu tidak tidur lagi. Juga diceritakan apa saja aktivitas utama malam hari dan kekuatan malam.

Sampailah pada sebuah kegusaran ustadz melihat fenomena banyaknya orang begadang apalagi kalau tidak ada artinya. Seperti game online 24 jam yang kalau malam selalu masih ada penghuninya, nge-game semalam suntuk. Termasuk pula ustadz menyinggung tentang kerja shift. Perusahaan produksi itu, demi keuntungan yang besar memberlakukan kerja shift bagi karyawan, sehingga terbaliklah, malam kerja siang tidur. Ustadz mengutip surah An Naba 10-11: Dan Kami jadikan malam itu sebagai pakaian. Dan Kami jadikan siang itu sebagai waktu mencari kehidupan. Ternyata ALLAH pun mengajarkan bahwa malam adalah untuk tidur dan siang adalah untuk beraktivitas.  

Oleh karenanya akhirnya saya angkat tema “Perbedaan Kualitas Tidur Pekerja Shift Saat Menjalani Shift Pagi Dengan Saat Menjalani Shift Malam”. Dan oleh karenanya pula, di awal penyusunan proposal saya pernah tulis status FB “konsultasi riset ke ustadz bukan ke dosen” karena dulu saya sempat sms ustadz buat tanya beliau dapet data grafik cortisol darimana. Dulu juga sempat diskusi dengan El soal faal tidur hubungannya sama cortisol atau melatonin.

Begitulah akhirnya. Maka saya sering berdoa ketika jalan terang tidak kunjung terlihat waktu penyelesaian laporan dengan “ya ALLAH mudahkanlah, saya ini meneliti untuk membuktkan salah satu ayatMu”. Meskipun memang kurang maksimal penelitian saya itu, ada puluhan penyesalan disana dan saya ingin sekali berkesempatan untuk bisa meriset lebih banyak lagi tentang tidur, termasuk ayat yang (maaf redaksionalnya saya lupa) menyatakan bahwa tidur itu tidak usah banyak-banyak.

AlhamduliLLAH..akhirnya selesai..semoga tidak ada hambatan lain yang tiba-tiba muncul. Tentang pembahasan ilmiah mengenai gangguan tidur pada pekerja shift (Shift Work Sleep Disorder) atau bagaimana kehidupan malam RasuluLLAH dan para sahabat, saya akan post di lain waktu (biar ngga kepanjangan). Atau hal-hal lain yang sifatnya ilmiah akan saya tulis di nursing blog saya. Teman-teman MP yang namanya masuk di kata pengantar sudah saya tag di note FB, silakan di cek (nama ustadz malah ngga masuk, lupa!). Terima kasih.

Materi ustadz bisa di download disini
Info lebih banyak tentang tidur disini

Advertisements

60 thoughts on “Hubungan Riset Saya Dengan Qur’an, Ustadz, Kajian Siroh dan El

  1. iyah..susah..tapi perawat juga shift work, mau kapitalis atau enggasinga taman safari ga lembur ko, mereka tetep jam biologisnya, pekerjanya yang lembur, nungguin pengunjung, pengunjungnya kan ngeliat hewan nokturnal bukan singa, liat singapun yang udah siap-siap baca bismika ALLAHumma ahya*padahal belom pernah ke taman sapari*

  2. interestiinngg…. pengen tau neh… menurut buku pelatihan sholat tahajjud seh, ngalong buat sholat dari jam 12 ampe subuh itu bagus… manusia zaman Rasululloh sudah membuktikan… jarang sakit dan dunia akherat kepegang semua… di lain pihak pernah juga dapet artikel tentang jam-jam aktifitas organ tubuh, terus tertulis di situ bahanya begadang untuk organ tubuh seperti hati dan otak…. kan kontradiksi neh…. aku seh berfikir ini artikel bikin manusia sekarang lebih memilih untuk tidak melakukan sholat malam…padahal dialami oleh prof sholeh sendiri yang ngarang buku theraphy sholat tahajjud yang sebelum ngarang buku itu kanker kulit stadium 4… dan dia sholat tiap hari dalam kurun waktu tertentu, kankernya sembuh total…… pie toh lud ?? mungkin ada hasil riset yang nyambung ???

  3. mungkin itu yang begadang semalam suntuk mas. iya sih, kalo di teori katanya pekerja shift berisiko terhadap penyakit kronik kaya kardiovaskuler (jantung dan pembuluh darah) juga gastrointestinal (pencernaan gitu), atau gangguan fisiologi dan psikologi lainnya (banyak). cuma kalo Rosul kan sebelumnya tidur, dari abis isya sampe jam 12an ga full begadangharusnya muslim-muslim yang pinter tuh neliti..huaah..aku juga tertarik, mudah-mudahan bisa lanjutin sekolah..hehenanti aku coba searching di journal-journal mas.. n___n

  4. masalahnya, pelaksanaan sunnahnya ga komplet kadang2..jadi wajar hasilnya pun berbeda…tahajjud jalan tapi makan ampe kenyang, makan sambil berdiri, posisi tidur ga nyunnah, jarang siwak-an, dll…kayak makan bakso ga pake kuah bakso, rasanya jaddi aneh, hehe (perumpamaan bakso yg aneh)

  5. plok plok plokomali komen dengan benar!!! perlu dirayakan ini, hehe, peace ah omiya kali ya om..mesti ngikutin secara holistik ya Om? tapi udah bisa qiyamullail aja udah mesti di apresiasi itu..namanya juga belajar..

  6. @ kak ludi:postingan yg keren, terbukti kak omonganku, kakak cerdas(akut).fufufu.@kebuli:komennya dahsyat.tumben.pasti abis bangun jam 12 malem, QL trus gak tidur2 lg kan?ckckck. lgsg berasa tuh manifestasi positifnya. hhe.@kak ogi(ini gak kenal)terus bantu kak ludi mengasah otaknya.hehe.smangat!!@ka iman.malu kak.komen2 sebelumnya gak ada yg OOT, ayo mulai komen yg serius di postingan ini.ka iman kn suka mbawa pencerahan. 🙂

  7. hahh…cerdas kronik dong tan..kalo akut sekarang udah sembuh dong..iya tuh tumben, btw kebuli singkatan apaan tan? aku lupabiasa tan, ka iman mah kalo ditempatku suka ngaco, mau nyaingin ke-ngaco-anku tapi belom berhasil, hehe, tapi sekalinya bener, ngeselin, haha

  8. kebuli ya, itu mix antara kaKEk BUyut + omaLI.hehe.aneh jiddan mmg.tapi beliau tdk mau disamakan dengan kakek iman, jadi aku tambahkan mjd kakek buyut.bgitu. hhe.

  9. tenang aja.singanya gak suka akhwat.mau dijadiin istri, bukan konsumsi pribadi, katanya.hohoho.*menatap kek iman prihatin*ternyata sampai disini riwayatmu kak..*tertawa puas dlm hati*

  10. walah..parah juga ini singa, kamu mau dijadiin simpenan Tan, sekalian disuruh mejeng juga di taman sapari, biar sekalian jadi konsumsi publik, hehehe(perasaan post nya keren-keren tentang An Naba, kenapa ujung-ujungnya jadi ngomongin singa?)

  11. gabisa kabur ka, kan dirimu udah ada di meja makannya singa bersama para istri simpanannya, termasuk si intan, ngga pake kuah, inget!gapapa ka, udah biasa begitu bukan?

  12. owh.. buat ini toh dulu el nanyain kortisol ma melatonin..Ludi,, menurutmu gimana dengan anak jagum(jaga umum) yang (idealnya) ngga bobo dan standby di RS selama 7×24 jam??(untung cuma seminggu T_T)*siap2 ngepak buat jagum mulai nanti malam*

  13. @ kak ludimaksudnya,bukan buat dimakan!aarrgghh!!!*garuk2 gak gatel*enak ajaa!aku semeja sama ka iman!hii.*memilih makan kwetiau goreng daripada semeja sama kak iman*

  14. *tambah miris dengan kemampuan menyimpulkan anak kecil ini*siapa bilang buat dimakan? buat dijadiin simpanan, bukan makanan simpanan, istri simpanan yang sekalian dipejeng di taman sapari*menyeka keringat*jelas aja ngga semeja sama k'iman, kamu nemenin si singa, sedangkan k'iman jadi santapan di meja makan*menyeka keringat lagi**merasa capek*udah ngerti Tan?nanti kalo udah dicerai, makan kwetiau bareng aku..okeh?

  15. kan awalnya kamu sendiri yang bilang gitu, singanya gmw jadiin sitri, bukan konsumsipribadi, aku sih lanjutin aja..heuheu..abis kamu juga suka gitu Tan..ga mendukungku di blogmu, ngga inget ya? hahaha *balas dendam mode ON*yaya..besok-besok aku ada di pihak singa intan deh..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s