Buat Saya Sih Nampol, Bagaimana Dengan Anda?

Apa yang anda lakukan saat sedang sedih, terpukul, gundah, kesal, putus asa, atau hal-hal sejenis itu. Kondisi saat anda membutuhkan sebuah nasihat atau penguatan? Kadang ada teman yang sekonyong-konyong sms, bilang, atau kirim pesan YM “minta tausiyah dong”. Saya yang tidak pandai menyusun kata-kata bak pujangga inipun biasanya mengeluarkan HP, forward sms-sms bagus yang ada di inbox maupun outbox, atau buka Qur’an, hadis atau buku dan mengutip kata (atau kalam) yang ada disana.

Kalau saya pribadi, seinget saya, tidak pernah minta tausiyah-in begitu. Mungkin dulu pernah sekali atau dua kali. Soalnya kalau saya ini menganut (bingung cari kata lain) self healing, menyembuhkan diri sendiri. Kalau sedang sedih, saya suka baca buku. Cari buku yang menenangkan, mencerahkan, atau mengarahkan. (apa? harusnya baca qur’an? yeeh, butuh tausiyah atau ngga, Qur’an harusnya dibaca setiap hari).

Buku yang suka saya baca beragam, tergantung keinginan saat itu, dan tergantung saya nemunya apa. Makanya, kalau melihat saya berdiri mematung di depan rak buku, sedang memilih-milih buku agak lama, kemungkinan saat itu saya sedang butuh tausiyah sebenarnya. Bukunya macem-macem *rada males nyebutinnya* tapi ada beberapa yang jadi favorit, atau lagi anget-angetnya saya suka.

Nah, yang ingin saya bagi disini adalah, kata-kata yang berpengaruh buat saya, yang saya suka baca kalau saya sedang butuh tausiyah, siapa tau bermanfaat buat yang lain juga.

Bundel tarbawi 1-10

Bisa dibilang ini harta berharga saya, tidak bisa lama-lama jauh dari kumpulan majalah ini. Waktu dipinjam efa saja saya begitu kangen. Tidak semua edisi di dalamnya saya suka, beberapa saja. Saya suka diantaranya “Siapa layak mendapat pertolongan ALLAH”, “Kembalikan militansi yang hilang”, “agar kita setegar orang-orang shalih”. Dan ada sebuah paragraf yang saya suka sekali, beberapa hari lalu saya tambahkan di welcome box homepage saya, setelah 2 tahun tidak pernah di tambah kata-kata lain selain ayat-ayat terakhir QS Al Fajr. (ada yang nyadar ga?)

Bila langkah kita salah, kita sendirilah yang akan bertanggung jawab.
Jika karya kita buruk, kita sendirilah yang akan dihisab.
Saat perut kita serakah, kita sendirilah yang akan memuntahkannya kelak di akhirat.
Kalau hati kita lengah, kita sendirilah nanti yang akan meratapinya di hari kiamat.

Itulah yang sejak dulu dipahami orang-orang shalih, yang pernah singgah dan berjaya di muka bumi ini dengan keshalihannya.
Kepada mereka kita sampaikan do’a dan penghormatan.
Lalu bertekadlah bulat-bulat, bagaimana agar kita setegar mereka.
(dari tarbawi edisi “Agar Kita Setegar Orang-orang Shalih”)

Shahih Bukhari-Muslim

“Setiap orang muslim yang ditimpa musibah, atau sakit dan sebagainya, maka ALLAH akan mengampuni kesalahan-kesalahan dari sakitnya, sebagaimana daun yang gugur dari pohonnya”

Mencari Mutiara di Dasar Hati

“Seorang ahli hadis bernama Ibrahim Al Harabi, mengisahkan pengalamannya selama bertahun-tahun menemani tokoh slafussalih Imam Ahmad bin Hamba. “Aku telah menemaninya selama 20 tahun. kami melewati musim panas dan musim dingin. Sementara aku tidak pernah mendapatinya pada suatu hari, kecuali ia berada dalam kondisi lebih baik dari harinya kemarin”

“Barangsiapa yang mengenal dirinya, ia akan sibuk untuk memperbaiki diri daripada sibuk mencari-cari aib dan kesalahan orang lain” (Ibnul Qayyim)

Berjuang di Dunia Berharap Pertemuan di Surga

“Aku takut. Jika pertama kali yang ditanyakan kepadaku kelak oleh Tuhanku adalah: Apakah engaku amalkan apa yang sudah engkau ketahui? Abu Darda

Maka bersyukurlah bila ALLAH SWT memberikan kita teguran dengan sesuatu yang menyakitkan, tapi lalu membuat kita terhenyak dan sadar. Bersyukurlah pada ALLAH bila kita masih merasakan pengingatan dari ALLAH tapi hal itu kemudian melahirkan ketundukan dan pengertian tentang ketidakberdayaan di hadapan kebesaran ALLAH.

Suatu hari Ma’ruf Al Nakh’i ulama generasi tabi’in bersama para sahabatnya duduk di tepi sungai Baghdad. Tba-tiba ada sekelompok pemuda datang bergerombol sambil memukul-mukul alat musik dan meminum minuman keras. Para sahabatnya berkata, “tidakkah engkau lihat mereka bermaksiat kepada ALLAH dengan air itu, maka do’akanlah atas mereka.” Ma’ruf An Nakh’i lalu mengangkat tangannya dan berdoa “Ya ALLAH ya Tuhanku, sebagaimana Engkau bahagiakan mereka di dunia, aku memintaMu agar Engkau juga membahagiakan mereka di akhirat”. Para sahabatnya heran dan mengatakan bahwa yang mereka minta adalah agar Ma’ruf mendoakan keburukan atas mereka. Jawab Ma’ruf An Nakh’i “Jika ALLAH membahagiakan mereka di akhirat dan menerima taubat mereka di dunia, apakah itu merugikanmu?”

Segitu dulu, sebenarnya masih banyak yang lain, tapi kalau kepanjangan suka pada komen yang tidak enak saya bacanya. Ha? masih kepanjangan juga? ya..terserah, saya tidak memaksa anda membaca kok, toh anda sendiri yang kehilangan kesempatan mendapatkan manfaat, hehe

by: pemikirulung yang sebenarnya lagi butuh banyak penguatan

Advertisements

42 thoughts on “Buat Saya Sih Nampol, Bagaimana Dengan Anda?

  1. aa…sayang sekali bung penjelajahsemesta…jawaban anda kurang tepat….yang benar adalah"Thanks for pencerahannya.."tidak apa-apa,coba lagi di kesempatan berikutnya..!Jangan menyerah!:D

  2. yah kebagusan buat dinyah penjajah maksa nih..menjadiyanglebihbaik ngga bisa jadi mengembik bung, m nya kurang 1..maksa.maksa.maksa!!*sambil membela intan sekalian protes ka iman*

  3. halah..bilang aja ngiri, mau ngaji sama saya juga, tapi sayangnya saya ngga mau membina penjajah, hahaoke, kembalikan ke intan, tapi pasti dia setali tiga uang sama saya kok..*mulai berkasak-kusuk dengan intan sambil ngancem kalo ngga nurut ngga jadi direkrut ngaji*

  4. itulah kelas yang membedakan kita ka..seorang pelajar teladan yang mengikuti pelajaran dengan baik, dengan seorang anak badung yang taunya perlombaan 17an cuma demi bisa naik panggung pas malam pemberian hadiah..sadarilah itu ka..terlalu jauh kelas kita..terlambat puluhan tahun untuk bisa setara dan memahami kata-kata saya.. :D*suka sekali berperibahasa*

  5. Assalamualaikum.menarik sekali antum memiliki bundel majalah tarbawi 1- 10bila antum berkenan membantu saya mengcopy kan atau bila antum telah punya format dlm bentuk pdf atau apalah saya tidak keberatan untuk mengganti ongkosnya,karena dari dulu saya mencari bundel tarbawi tidak pernah dapat,tolong pm saya di bila berkenan lewat ym di bali_internitro@yahoo.co.id.syukron

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s