ACS Ini Menyiksaku..

~ga dibaca juga gapapa, cuma mau cerita aja, maaf kalo ga berkenan

Kuliah tinggal menghitung hari, untuk jenjang akademik, untuk menjadi seorang sarjana. Kalau mau terusin ke jenjang profesi, ya tambah 1 tahun lagi, kalau masih ada mata kuliah yang belum lulus kemungkinan menambah 1 semester atau 1 tahun lagi. Dan saya sudah jenuh banget ngejalaninnya, “gw udah muak banget sama kuliah” kadang saya bilang begitu. Ternyata hal ini juga senada dengan teman-teman yang lain, jenuh, capek, males, ogah-ogahan, dan pengen udahan.

Walaupun mood kami udah jelek banget, belenggu perkuliahan dan tugas tidak dengan begitu saja membiarkan kami melalui hidup ini dengan penuh kedamaian *lebay*. Meskipun tinggal sisa, kami masih punya tanggungan laporan penelitian, poster publikasi hasil penelitian, manuskrip, kunjungan keperawatan anak, latihan MTBS, diskusi pemicu terakhir manajemen keprawatan, dan diskusi kasus KGD ACS. Akibatnya kuliah dan segala macem tugas itu dijalankan dengan begitu saja, biarkan mengalir, meskipun tersendat, yang penting selesai, gugurlah kewajiban. Titik.

Termasuk di tugas ACS(acute coronary syndrome) ini. Kelompok KGD(keperawatan gawat darurat) saya ada 9 orang, kami bagi jadi kelompok kecil, 2 orang bahas kasus keracunan, 3 orang bahas kasus hemopneumothorax, 4 orang bahas kasus ACS. Jadilah, saya dan 3 orang lainnya bahas kasus ACS ini. Tapi meskipun banyak secara kuantitas tidak menunjukkan tinggi secara kualitas, mengingat 4 orang ini 1 udah menikah, dan 3 orang, ya..sejenis saya begini, terjemahkanlah sendiri.

Diskusi udah kami kerjakan dari bulan april. Dulu saya mengerjakannyapun sambil bersungut-sungut, manyun forever, tanduk keluar (kalau ada), mungkin kalau ada seseorang disitu, dia akan bilang “ademadem Di, kalem dong”, pasalnya waktu itu saya dipaksa oleh “kekuatan lain” untuk mengerjakannya disaat deadline proposal riset mendekat dan kasus ini baru akan dipresentasi bulan mei. Ngeselinnya lagi, kami kerjakan cuma ber3, 1 orang pulang ke ciamis bareng suami. Waktu itu kami sudah hampir selesai mengerjakan, 80% lah, berhubung sudah malam dan capek, kami sudahi dengan 20% dipercayakan pada si ciamis itu.

Tapi kenyataan berkata lain, feedback dari dosen bertitah bahwa kami harus membedakan kasus kami STEMI (ST elevation myocardial infarction) dengan yang Non STEMI (NSTEMI). Dan tugaspun bertambah, kami yang sudah mengerjakan dapet tugas baru lagi. Sebenarnya tadinya kami tenang-tenang saja, karena tidak akan dapat jatah presentasi, pembagiannya, kelompok yang sudah presentasi keracunan, tidak akan presentasi ACS (kelompok kami presentasi keracunan waktu itu), tapi presentasi hemopneumo dikocok lagi. Lagi-lagi kenyataan berkata lain, presentasi hemopneumo lebih awal (karena ACS diundur) akibatnya aturan dirubah, yang presentasi hemo kelompok yang belum keracunan, sedangkan ACS dikocok lagi. Itu artinya, kelompok kami berpeluang dapet jatah presentasi, dan itu artinya kami ber4 yang paling bertanggung jawab dalam menyiapkan.

Sabtu kemarin kami diskusi lagi, 3 orang lagi, yang 1 nya lagi ke ciamis lagi. Berhubung saya ini kalau perkara begini jadi phlegmatic sekali, si ciamis saya bolehkan pulang kampung, kasihan, ngga enak juga sama suaminya. Jadilah kami ber3, orang-orang sejenis, lagi-lagi disuguhkan dengan kasus yang sama dan sampai pada pertanyaan “kita ngapain ngerjain ini lagi sih? Apa lagi yang harus ditambahin? Bukannya waktu itu udah hampir selesai ya?”. Masih mengerjakan dengan mood yang sama dan teman saya bilang “gw ngerjain tapi ngga ngerti apa-apaan nih Di” dan saya bilang “sama, gw ngerjain juga ngga pake ruh, nulis-nulis aja, ngetik-ngetik aja, ngerti juga enggak”. Saya membayangkan kalau kami duduk di depan, sebagai kelompok penyaji, kami tak ubahnya seonggok daging yang tak berdaya, ditanya apa juga ngga ngerti, paling cuma bisa jawab “semuanya ada di makalah kami, baca aja disana” aih..aih..

Jadilah, kami ber3, three mas getir, menyelesaikan tugas dengan serta-merta, seselesai-selesainya, “jangan ada bagi-bagi tugas lagi ya? Males gw!”. Satu orang bilang “yang presentasi si ciamis aja ya Di?, gw udah eneg nih sama ACS, dia mau kan?”. Begitulah. Sebenarnya saya sendiri sudah merasa tidak enak, 1 orang udah eneg, 1 nya juga ga bisa diharapkan, biasanya kalau udah kepepet gini, saya yang akhirnya maju. Tapi tadi malam si ciamis sms, minta dikasi tugas apa. Subuh tadi saya jawab, bikin slide dan presentasi ya, dia menolak “aku yang bikin slide tapi Ludi yang presentasi ya?” tuh kaaaan….

Tugas ACS yang tak ada habisnya, saya yang mengedit saja, mulai dari ba’da subuh baru selesai jam8 lewat. Sebutlah saya ini mengerjakannya tanpa ruh cuma menyalin buku saja, patofisiologi yang saya tulis, apalah itu plak aterosklerotik, kaskade koagulasi, reseptor glikoprotein, tak mengerti saya. Apalah itu troponin, CK-MB, bodo amat. Yang saya tahu cuma, STEMI itu gambaran EKGnya ada elevasi segmen ST, ya iyalah! kalau ada pasien nyeri dada, infark miokard, tujuan tatalaksana di IGD adalah mengurangi nyeri dadanya, udah. Padahal tidak kurang dari sepekan saya bawa-bawa buku tebel dengan judul “AACN Essential of Critical Care Nursing” kemana-mana. Toh kalau ikan patin mengalami nyeri dada tidak akan repot, kita potong dan goreng saja, dimakan bareng Zaki, ah, pasti enak sekali.

SMSan saya tadi pagi lucu juga

“kelompok kita kata noe gak presentasi ya?”

“emang udah dikocok?”

“Kata noe, kelompok dian udah pasti, krn kemarin belom. Trus kata noe, disamain sama yang maju penumo. Tapi kan kasusnya ada 2, jadi kemungkinan yang beda kasus. nanti gw tanya kel dian dan imel lagi deh”

“Dian stemi Di,. Sama kaya kita n noe. Kalo pun yang presentasi 2 kelompok, kasi ke noe aja, dia udah capek2 bikin slide. Wekekek”

Saya konfirmasi ke si ciamis

“berdasarkan smsan dg *** barusan, kel 5 yang belum presentasi kasusnya STEMI, jadi mungkin kita ngga perlu presentasi juga. Hoho”

“oh ya? (seneng sambil loncat-loncat, hehe) ya sud, alhamduliLLAH. Kalau ada perubahan atau apa, kabari ya”

Tuh kan..yang cuma menggugurkan kewajiban bukan cuma saya doang..

Advertisements

20 thoughts on “ACS Ini Menyiksaku..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s