Klan Penunggang Bebek Yang Merindukan Cerita Klan Penunggang Naga

~cuma cerita, maaf kalau ngga berkenan

Saya sudah pernah bilang belum kalau “buku yang dijual lebih banyak dari budget yang tersedia”. Hehe. Aneh ya? Tapi emang bener kan? Kalau ternyata saya belum bilang, berarti kalimat ini ada di salah satu tulisan saya yang belum terpublish sampai sekarang. Pernyataan saya ini mirip-mirip sama “kewajibanmu lebih banyak dari waktu yang tersedia”, karena saya emang nyontek dikit

Karena adanya ketimpangan antara budget dengan ketertarikan (atau kebutuhan) kita akan sebuah bukulah sehingga kita harus selektif dalam melakukan pembelian. Sama seperti ketimpangan waktu dan kewajiban, sehingga membuat kita harus senantiasa bijak dan efektif dalam menggunakan waktu. Begitupun yang saya lakukan usahakan.

Dalam pemutusan untuk membeli buku tertentu, maka saya pakai pertimbangan yang masak-masak dahulu (tentang pertimbangannya apa saja, akan saya tulis di kesempatan lain saja). Biasanya saya beli buku yang memang sudah saya baca dan saya akui ke-bagus-annya. Tapi suatu hari saya melakukan hal lain, beli buku yang belum pernah saya baca sama sekali, hanya karena pujian bahwa buku itu bagus dari beberapa teman.

Buku itu adalah 5 cm. Ada yang pernah baca? Kalau menurut saya buku itu tidak bagus-bagus amat, ya, pokoknya tidak masuk ke list buku yang perlu saya miliki lah. Nah, disinilah awal mula saya pengen cerita.

Semalam, kakak saya maen ke kamar saya, karena saat itu juga ada Zaki, Afaf, Ummu Zaki yang juga lagi numpang nonton video ipin dan upin di kamar (padahal kamar gw kecil, jadilah penuh sesak dengan mahluk-mahluk itu). Dan si kakak saya itu menemukan buku 5 cm tergeletak begitu saja. Dia tanya “ini punya kamu De?” (soalnya buku saya ngga ada yang dinamain, cuma ditulis tanggal, waktu, dan harga beli sama kadang ditulis do’a yang ma’tsur di halaman depan). Saya bilang “iya”, dan diapun bilang “ko gw ngga pernah liat si? buku apaan nih? baca ah”, setelah itu diapun pergi (pasti dia juga bertanya-tanya karena saya beli buku itu dari tahun lalu dan dia baru lihat kemarin).

Tadi pagi, di perjalanan menuju kampus saya dapat sms dari dia bunyinya begini “Katanya 5 cm bagus..Gw nilai brp y buku ni?! Aneh juga ade gw bli bk ky gni..”. Selera kami dalam hal bacaan dan tontonan memang hampir mirip, yang dia tidak suka biasanya saya juga, begitupun sebaliknya (tapi selera kami beda di La Tahzan, bisa nebak siapa yang suka dan siapa yang tidak begitu suka? hehe, penting amat!). Jadi saya cukup mengerti kenapa dia bertanya-tanya. Setelah sampai di kampus saya balaslah sms-nya “Iya, yang bilang bagus banyak, gw beli karena smel bilang bagus tapi abis baca gw sendiri juga nyesel ko udah beli dan itu anak udah gw omelin juga gara-gara begitu doang aja dibilang bagus, hehe”

Ternyata, pendapat orang banyak memang tidak selalu benar. Atau memang karena saya suka menyimpang dari kebanyakan orang ya? Smile pernah bilang buku itu bagus, Tegar juga bilang gitu meskipun katanya awalnya agak “sakit”, Hening juga, Kaka juga, pokoknya banyak yang bilang bagus, udah dicetak ulang lebih dari 10x pula. Tapi menurut saya, biasa aja ah.

Apa mau dikata, nasi udah menjadi bubur. Orang bilang sekarang tinggal dikecapin sama dikasi ayam dan kaldu aja biar buburnya enak. Pengennya sih saya jual aja buburnya, kalo laku, mau saya tuker sama Jalan Cinta Para Pejuang tulisan Salim A. Fillah yang sampe sekarang saya belum punya, atau tuker tambah deh dengan Brisingr buku ketiga dari triloginya Christopher Paolini yang sampe sekarang saya belum baca karena ngga ada yang minjemin (kayanya belum ada yang punya juga). Ada yang mau?

Advertisements

21 thoughts on “Klan Penunggang Bebek Yang Merindukan Cerita Klan Penunggang Naga

  1. mau dihibahin ke gw? apa mau minjemin doang? apa mau tukeran sama 5cm gw?kalo pinjem doang mah dirumah juga ada punyanya Hening belom gw bailikin sampe sekarang, hehe

  2. sabar kak, kalem, adem-adem…sampe pake tanda seru banyak-banyak gitu, iya kak jelek..jelek..peace kak..*masih menganggap orang yang pake tanda seru banyak-banyak itu artinya lagi marah-marah*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s